"Saya
ingin mewujudkan koloni Mars." Elon Musk menguraikan rencana ambisiusnya
untuk memulai sebuah koloni di Planet Merah dengan cara membangun roket paling
kuat dalam sejarah.
Elon
Musk menerbitkan sebuah makalah ilmiah yang menguraikan rencana terperinci
untuk membangun Koloni Mars (Martian) pertama.
- Pendiri SpaceX mengatakan memangkas biaya tiket perjalanan satu arah ke Mars sangat penting untuk memulai populasi yang berkelanjutan.
- Kuncinya adalah membangun Interplanetary Transport System (Sistem Transportasi Antarplanet), sebuah roket yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan antar planet.
- Musk berencana untuk membangun roket paling kuat yang mampu meluncurkan 300 metrik ton ke orbit rendah Bumi.
Elon
Musk telah mengungkap lebih banyak rincian rencana ambisiusnya untuk
membangun koloni pertama manusia di Mars. Dalam sebuah makalah ilmiah,
miliarder SpaceX mengatakan satu-satunya cara menarik cukup banyak orang
untuk membangun pemukiman di planet merah adalah dengan memotong biaya tiket
sekali jalan. Pengusaha tersebut bertujuan untuk menurunkan harga tiket hingga
biaya rata-rata rumah kelas menengah di Amerika Serikat atau sekitar $ 200.000.
RENCANA
ELON MUSK UNTUK MARS
- PANGKAS BIAYA PERJALANAN ANTARIKSA
- MEMBANGUN SISTEM PERJALANAN ANTAR PLANET YANG DAPAT DIGUNAKAN BERULANG KALI
- MEMBANGUN DEPOT BAHAN BAKAR ANTARIKSA DI MARS
- MENGEKSPLORASI TATA SURYA
Untuk
mencapai hal ini dalam masa hidup kita, Musk akan menciptakan Wahana Transportasi
Antarplanet untuk pertama kalinya, sebuah roket dan pesawat ulang-alik yang
bisa digunakan berulang kali dan ditenagai oleh 42 mesin SpaceX Raptor.
"Saya ingin mewujudkan Koloni Mars, dan sepertinya dapat kita lakukan di masa hidup kita," tulis Musk dalam sebuah jurnal yang diterbitkan di New Space.
"Sebenarnya tersedia cara bagi siapa pun yang mau berusaha."
Musk
menulis, memangkas harga satu tiket perjalanan ke Mars merupakan kunci
untuk memulai populasi berkelanjutan di Mars.
"Saat
ini, Anda tidak bisa pergi ke Mars, kecuali dengan uang yang tak
terbatas," katanya. "Dengan menggunakan metode tradisional, misalnya
perjalanan antariksa menggunakan roket Apollo NASA, membutuhkan biaya
sekitar $ 10 miliar per orang."
![]() |
Diagram menguraikan keseluruhan sistem. Pendorong roket meluncurkan pesawat antariksa ke orbit. Pendorong roket kemudian turun kembali ke Bumi dalam waktu 20 menit, menurut Musk |
"Anda
tidak bisa menciptakan peradaban mandiri jika harga tiketnya $ 10 miliar per
orang. Jika biaya pindah ke Mars setara dengan
harga rata-rata rumah di Amerika Serikat, yaitu sekitar $ 200.000, maka saya
pikir probabilitas terwujudnya peradaban mandiri akan meningkat drastis."
"Saya
pikir hal itu pasti terwujud."
Musk menambahkan, tidak semua orang ingin pergi, tetapi masyarakat dari berbagai lapisan dan latar belakang dapat mengajukan sponsor untuk mengambil posisi kerja yang
sangat dibutuhkan koloni. Kunci untuk memangkas biaya perjalanan antariksa adalah membuat roket dan pesawat antariksa berkekuatan tinggi
yang dapat digunakan kembali, katanya.
MENGAPA
MUSK MEMILIH MARS?
Alasan
memilih Mars sebagai tujuan utama adalah karena Planet Merah memiliki banyak
kemiripan dengan Bumi. Sumber daya alamnya kaya dan paling mungkin ditinggali
hingga saat ini.
Musk menulis: "Terkadang orang bertanya-tanya, bagaimana dengan tempat lain di Tata Surya? Mengapa harus Mars?"
"Kita memang punya banyak pilihan dalam pertimbangan jarak tempuh, Venus misalnya, tapi
Venus bertekanan tinggi, kolam asam bertekanan tinggi, jadi akan sangat sulit.
Venus sama sekali bukan Dewi. Jadi, akan sangat sulit untuk mendirikan koloni di Venus."
"Kemudian Merkurius, tapi terlalu dekat dengan Matahari. Kita bisa pergi ke
salah satu bulan di Jupiter atau Saturnus, tapi jaraknya cukup jauh, lebih jauh dari Matahari berarti lebih sulit dicapai."
"Akhirnya
kita memiliki satu pilihan jika kita ingin menjadi peradaban multi planet, dan
Mars-lah yang kami maksud."
KARAKTERISTIK
BUMI DAN MARS
DIAMETER
Bumi:
12,756 km
Mars:
6,792 km
JARAK
DARI MATAHARI
Bumi:
150,000,000 km
Mars:
229,000,000 km
DERAJAT
SUHU
Bumi: -88 ° C sampai 58 ° C
Mars:
-140 ° C sampai 30 ° C
KOMPOSISI
ATMOSFER
Bumi:
78% N2, 21% O2, 1% lainnya
Mars:
96% CO2, <2% Ar, <2% N2, <1% lainnya
GRAVITASI
Bumi:
£ 100
Mars:
£ 38 (gravitasi 62,5% lebih rendah)
1
HARI
Bumi:
24 jam
Mars:
24 jam 40 menit
LUAS
TANAH
Bumi:
148,9 juta km2
Mars:
144,8 juta km2 (97% dari Bumi)
POPULASI
MANUSIA
Bumi:
7 MILIAR
Mars:
0
Sumber
Data: Elon Musk
![]() |
Perbandingan kendaraan Mars SpaceX yang diusulkan dan roket bulan Saturnus yang memecahkan rekor NASA. Roket hibrida Musk akan menjadi roket paling kuat sepanjang sejarah jika berhasil dibuat |
![]() |
Nyala mesin SpaceX Raptor. Musk menulis di jurnal ilmiah, bahwa dia merasa 'takjub karena mesin tidak meledak saat pertama kali menyala. |
"Anda
bisa menggunakan sarana transportasi apapun sebagai contoh perbedaan antara
reusability, dapat digunakan kembali dan expendability, hanya sekali pakai pada
pesawat terbang," tulisnya.
"Sebuah
mobil, sepeda, kuda, jika hanya bisa dipakai satu kali saja, hampir tidak ada
yang akan menggunakannya, alasannya tentu saja karena biayanya mahal."
"Namun,
dengan frekuensi penerbangan yang tinggi, Anda bisa naik pesawat yang harganya
$ 90 juta dan membeli tiket di Southwest sekarang dari Los Angeles ke Vegas
hanya seharga $ 43, sudah termasuk pajak."
"Jika
hanya digunakan dalam satu kali penerbangan, maka harga tiketnya akan mencapai
$ 500.000. Di sana, Anda bisa melihat perbedaannya."
![]() |
Diagram penampang kapal SpaceX. Dibuat terutama dari serat karbon yang canggih dan memiliki 'sistem yang jauh lebih sederhana' daripada roket Falcon Musk |
Musk menulis, mesin pendorong (booster) dan pesawat antariksa akan
menggunakan mesin Raptor SpaceX yang masih dikembangkan. Musk
mengatakan mesin-mesinnya akan tiga kali lebih kuat daripada mesin yang
menggerakkan roket Falcon 9.
Booster akan didukung oleh sebanyak 42 mesin Raptor, yang akan menjadikannya roket
paling kuat dalam sejarah umat manusia sejauh ini dan mampu meluncurkan 300
metrik ton ke orbit Bumi rendah. Sebagai perbandingan, roket bulan
Saturnus yang memecahkan rekor NASA hanya mampu menghasilkan 135 metrik ton. Roket
tersebut bisa membawa satu juta orang ke Mars dalam waktu 50 sampai 100 tahun,
katanya.
Musk menambahkan, kunci untuk membangun roket reusable yang sangat kuat adalah
dengan mengembangkan cara untuk memproduksi bahan bakar di Mars.
"Memproduksi
propelan di Mars jelas sangat penting. Sekali lagi, jika kita tidak
melakukan ini, setidaknya akan ada kenaikan 50% biaya perjalanan," tulisnya. Propelan adalah bahan pendorong, material yang digunakan untuk
mendorong pesawat. Umumnya proses semacam ini dihasilkan melalui reaksi
kimia. Dalam roket dan amunisi, propelan adalah bahan peledak yang digunakan
sebagai gas pendorong di dalam peluru atau motor roket. Propelan
termasuk bahan peledak lemah yang digunakan sebagai bahan pendorong pada
amunisi.
"Tidak masuk akal bila mencoba membangun sebuah kota di Mars jika pesawat antariksa Anda harus tinggal di Mars dan tidak kembali ke Bumi.
"Kita hanya akan mendapatkan kuburan besar pesawat, jadi kita harus melakukan sesuatu dengan
mereka."
![]() |
Ilustrasi sebuah pesawat ulang-alik yang terbang melintasi Jupiter. Musk berharap roket miliknya akan mengarah pada penjelajahan manusia 'di luar Mars' dan berlanjut ke Tata Surya |
![]() |
Ilustrasi depot propelan di Enceladus, bulan keenam Saturnus. Lautan es diperkirakan mengalir di bawah permukaan bulan |
Musk berharap untuk mewujudkan tujuan ini dalam masa hidupnya, sekaligus berharap pesawat antariksa miliknya dapat digunakan untuk menjelajah melampaui Mars.
Musk mengatakan: "Jelas dibutuhkan pendorong roket, pesawat antariksa, kapal tanker dan depot propelan dan proses produksi propelan."
"Jika keempat elemen ini terpenuhi, maka kita bisa menjelajah ke seluruh Tata Surya."
"Dengan
mendirikan depot propelan di sabuk asteroid atau di salah satu bulan Jupiter, maka kita bisa mencapai Jupiter dari Mars."
"Bahkan,
meski tanpa depot propelan di Mars, kita tetap bisa terbang melewati Jupiter."
Ditulis oleh: Daisy Dune, www.dailymail.co.uk
Ditulis oleh: Daisy Dune, www.dailymail.co.uk
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar