Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lubang Hitam

Ke Mana Lubang Hitam Mengarah?

Jika bisa menempuh perjalanan melalui lubang hitam, ke mana lubang hitam akan membawa kita?   Ke mana lubang hitam mengarah? Kredit: All About Space magazine   Bertentangan dengan apa yang diprediksi oleh sains, katakanlah kita bisa bertahan setelah menempuh perjalanan melalui lubang hitam , lantas kisah menarik apa yang akan terjadi jika kita bisa berhasil keluar dari lubang hitam?   Jawaban sederhana untuk pertanyaan itu disampaikan oleh Profesor Richard Massey dari Institute for Computational Cosmology di Universitas Durham, “Siapa yang tahu?” Massey sangat menyadari  misteri aneh yang melingkupi monster kosmik lubang hitam. “Jatuh melalui horizon peristiwa lubang hitam, berarti melewati selubung secara harafiah, tidak ada yang bisa mengirim pesan keluar begitu seseorang melewatinya. Mereka akan tercabik-tercabik oleh gaya gravitasi yang begitu masif, jadi saya meragukan siapa pun yang melewatinya dapat bertahan.”   Jawaban Massey memang terdengar mengecewak...

Bagaimana Lubang Hitam Tumbuh Menjadi Begitu Masif?

Ilustrasi lubang hitam Cygnus X-1 yang menarik material dari bintang biru di dekatnya. Kredit: NASA/CXC/M Weiss   Lubang hitam dengan massa sekitar 50 kali Matahari kita, dapat terbentuk melalui proses normal dari ledakan sebuah bintang yang sangat masif. Lubang hitam semacam ini dapat terbentuk relatif cepat di seluruh galaksi jika ada bintang yang begitu masif, mengingat masa hidup bintang masif sangat singkat dalam skala waktu astronomi. Adapun salah satu cara untuk menumbuhkan lubang hitam supermasif adalah dengan menanam sebuah benih lubang hitam di inti galaksi untuk menelan gas dan bintang-bintang. Di bawah kondisi yang tepat, lubang hitam dengan massa 1.000 kali Matahari dapat tumbuh hingga jutaan atau miliaran kali massa Matahari dalam waktu yang relatif singkat.   Sebagai alternatif, gas di inti galaksi dapat terakumulasi untuk menghasilkan sebuah bintang supermasif yang berevolusi dengan cepat menjadi lubang hitam dengan massa 1.000 kali Matahari. Monster kosmik ini...

Huge-LQG U1.27, Gugus Quasar Terbesar di Alam Semesta

Visualisasi komputer dari gugus quasar U1.27 , salah satu objek terbesar yang pernah ditemukan di alam semesta. Kredit: Roger G. Clowes Titik-titik ini adalah 73 quasar yang secara kolektif adalah salah satu objek terbesar yang pernah ditemukan di alam semesta. Secara teknis diberi kode U1.27 , tetapi lebih familiar disebut Huge-LQG ( L arge Q uasar G roup ), gugus quasar ini membentang sekitar 4 miliar tahun cahaya . Sebagai perbandingan, galaksi Bima Sakti kita hanya berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya. Setiap quasar telah menempuh perjalanan selama miliaran tahun dari pusat galaksi masing-masing untuk mencapai teleskop kita. Huge-LQG U1.27 ditemukan oleh satu tim astronom yang dipimpin oleh Roger G. Clowes d ar i University of Central Lancashire . Tim menghasilkan penemuan berdasarkan analisis arsip data Sloan Digital Sky Survey dan telah mempublikasikan makalah ilmiah yang merinci penelitian di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society . U1.27 te...

Fenomena Jadwal Makan Teratur Lubang Hitam Supermasif GSN 069

Kredit gambar: Sinar-X: NASA/CXO/CSIC-INTA/G.Miniutti dkk.; Optik: DSS Demi kesehatan, para ahli gizi sering menyampaikan nasehat jangan sampai terlambat makan. Rupanya sebuah lubang hitam supermasif di pusat galaksi yang terletak jutaan tahun cahaya, juga menuruti nasehat tersebut. Satu tim astronom telah menemukan semburan sinar-X berulang setiap sembilan jam sekali yang berasal dari pusat galaksi GSN 069. Dikumpulkan oleh Observatorium Sinar-X NASA dan Observatorium XMM-Newton ESA, data observasi menunjukkan lubang hitam supermasif di sana mengkonsumsi sejumlah besar material secara terjadwal. Sebelumnya para astronom telah menemukan dua lubang hitam “massa bintang” (sekitar 10 kali massa Matahari) yang kadang-kadang meletus secara berkala, perilaku seperti ini tidak pernah terdeteksi di lubang hitam supermasif. Lubang hitam pusat GSN 069 yang terletak 250 juta tahun cahaya dari Bumi, mengandung sekitar 400.000 kali massa Matahari. Para astronom memprediksi ia “me...

Sistem Lubang Hitam Supermasif Triple Langka Ditemukan!

Kredit: Sinar-X: NASA/CXC/Universitas George Mason/R.Pfeifle dkk; Optik: SDSS & NASA/STScI Para astronom telah menemukan tiga lubang hitam raksasa di antara fenomena tabrakan kosmik yang melibatkan tiga galaksi. Sistem kosmik yang langka ini ditangkap oleh beberapa observatorium, termasuk tiga teleskop antariksa NASA. “Pada saat itu kami hanya mencari sepasang lubang hitam, namun melalui teknik seleksi tertentu, kami justru menemukan sistem kosmik yang menakjubkan ini,” ungkap penulis utama makalah ilmiah Ryan Pfeifle dari Universitas George Mason di Fairfax Virginia, yang telah melaporkannya ke The Astrophysical Journal . “Inilah bukti terkuat eksistensi sistem triple yang aktif menyuplai material bagi lubang hitam supermasif.” Sistem diberi kode SDSS J084905.51+111447.2 (disingkat SDSS J0849+1114) dan terletak satu miliar tahun cahaya dari Bumi. Untuk mengungkap trifecta lubang hitam langka, para astronom harus menggabungkan arsip data yang dikumpulkan oleh t...

Lubang Hitam Sagitarius A* Bima Sakti Ciptakan Bintang Hybrid Aneh

Kredit gambar: Anna Ciurlo, Tuan Do/UCLA Galactic Center Group Lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti, ditemukan menekuk dan menyatukan beberapa bintang menjadi objek kosmik tipe baru yang aneh. Disebut Sagitarius A* (disingkat Sgr A*), lubang hitam supermasif seolah berperan sebagai lem yang merekatkan galaksi. Pada bulan September 2019, para astronom telah memperhatikan perilaku Sgr A* yang cenderung lebih “rakus” daripada biasanya, karena menyerap lebih banyak material tanpa diketahui penyebabnya. “Kami belum pernah melihat perilaku ini selama 24 tahun mempelajari lubang hitam supermasif,” kata profesor fisika dan astronomi Andrea Ghez dari Universitas California, sekaligus rekan senior penulis makalah ilmiah. Studi terbaru justru menambah misteri perubahan perilaku Sgr A*. Menurut para penulis makalah ilmiah, enam objek baru tak dikenal ditemukan mengitarinya. Diberi kode objek G1 hingga G6, komposisi mereka tampak seperti gumpalan molekul gas berukuran ...

Lubang Hitam Sagitarius A* Mungkin adalah Lubang Cacing

Analisis terbaru menunjukkan kemungkinannya sangatlah tipis. Ilustrasi lubang cacing. Kredit: NASA Lubang cacing di ruang angkasa sejak dulu menjadi domain utama novel fiksi ilmiah dan film perjalanan waktu. Di alam semesta nyata, para ilmuwan juga memprediksi kemungkinan lubang cacing yang berada tepat di halaman belakang kosmik kita sendiri. Dilansir dari Pop Sci, satu tim astrofisikawan memiliki analisis yang mengarah ke kemungkinan bahwa lubang hitam Sagitarius A* di pusat galaksi Bima Sakti adalah lubang cacing. Lubang cacing telah lama menjadi teori yang diyakini oleh para ilmuwan sebagai sebuah lorong ruang dan waktu yang menyediakan jalan pintas ke berbagai wilayah lain di alam semesta. Konsep ini dianggap sangat menarik bagi para ilmuwan dan para penggemar fiksi ilmiah perjalanan waktu. Bahkan tokoh legendaris di bidang fisika, Albert Einstein, mendukung teori lubang cacing yang nama sainsnya adalah jembatan Einstein-Rosen. Einstein menggagas jembatan ruang...

J05215658 Menampung Kandidat Lubang Hitam Terkecil di Alam Semesta

Jangan salah, meskipun kecil tapi dalam skala astronomi. Ilustrasi sebuah lubang hitam. Para astronom telah mengidentifikasi kandidat lubang hitam terkecil di alam semesta yang diorbit oleh bintang raksasa merah dalam sistem biner J05215658. Kredit: Shutterstock Komunitas sains terguncang, setelah tim astronom dari Universitas Negeri Ohio mempublikasikan makalah ilmiah di jurnal Science , yang melaporkan penemuan sebuah lubang hitam yang massanya lebih kecil daripada perkiraan sebelumnya. Lubang hitam ini begitu kecil, sehingga memicu fenomena misterius baru yang tentunya harus dijelaskan dengan ranah sains baru pula. “Kami menyediakan petunjuk tentang eksistensi populasi berbeda yang belum pernah terjamah dalam upaya pencarian lubang hitam,” ungkap penulis utama makalah ilmiah Profesor Todd Thompson dari Universitas Negeri Ohio, sebagaimana dilansir dari Phys.org. Thompson mengatakan minat sains untuk mempelajari lubang hitam yang berukuran lebih kecil, pertama ka...