Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Eksoplanet

Habitabilitas Planet yang Mengorbit Bintang Katai Merah Lanjut Usia

Kredit: Kurva Sinar-X: NASA/CXC/Universitas Colorado/K. France dkk; Ilustrasi: NASA/CXC/M. Weiss   Planet-planet yang mengorbit katai merah , tipe bintang yang jumlahnya paling melimpah dan berumur paling panjang, di galaksi Bima Sakti, mungkin justru kurang bersahabat terhadap kehidupan daripada yang diperkirakan sebelumnya.   Studi terbaru menggunakan Observatorium Sinar-X Chandra dan Teleskop Antariksa Hubble NASA, mempelajari Bintang Barnard, sebuah bintang katai merah yang telah berusia sekitar 10 miliar tahun, lebih dari dua kali usia Matahari kita. Katai merah jauh lebih dingin dan kurang masif daripada Matahari, dan diperkirakan bertahan lebih lama karena mengkonsumsi bahan bakarnya dengan sangat hemat. Terletak hanya 6 tahun cahaya dari Bumi, Bintang Barnard adalah salah satu bintang terdekat dengan kita.   Katai merah belia yang berusia kurang dari beberapa miliar tahun, dikenal sebagai sumber radiasi berenergi tinggi, termasuk ledakan sinar ultraviolet dan sina...

GQ Lupi b, Eksoplanet Raksasa atau Katai Coklat?

Kredit: ESO Sejak penemuan pertama planet di luar tata surya pada tahun 1995, para astronom telah mengkonfirmasi sekitar 4.000 eksoplanet, sementara ribuan kandidat lainnya menunggu konfirmasi dari studi tindak lanjut. Sebagian besar di antaranya dideteksi melalui metode tidak langsung, seperti metode transit yang mendeteksi penurunan skala kecerahan cahaya bintang induk saat planet melintas di depannya, atau metode kecepatan radial yang mendeteksi goyangan bintang induk karena tarikan gaya gravitasi planet. Sebenarnya para astronom lebih menyukai metode pencitraan langsung, karena menyediakan banyak informasi terkait karakteristik planet. Namun metode pencitraan langsung lebih sulit diterapkan, karena silau cahaya bintang induk yang menyembunyikan keberadaan planet. Mengingat keterbatasan teknologi saat ini, para astronom cenderung menerapkan metode pencitraan langsung untuk mempelajari benda langit substellar yang sangat belia. Karena jauh lebih panas dan terang, obje...

Apa Itu Transit?

Transit adalah fenomena yang terjadi ketika satu benda langit melintas di depan benda langit lainnya. Transit dapat berlangsung dalam berbagai cara. Salah satu contohnya adalah saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, yang disebut Bulan “transit” di depan Matahari dari sudut pandang kita. Fenomena transit ini juga kerap disebut gerhana matahari. Saat gerhana matahari, kita bisa mengamati saat Bulan “transit” atau melintas di depan Matahari. Kredit: NASA/JPL-Caltech Tapi Bulan bukanlah satu-satunya benda langit yang dapat transit di depan Matahari. Kita juga dapat mengamati planet Venus saat melintas di antara Bumi dan Matahari. Fenomena ini disebut transit Venus. Karena susunan orbit Venus dan Bumi sejajar, kita tidak terlalu sering mengamati transit Venus. Transit terakhir Venus terjadi pada tanggal 6 Juni 2012 dan transit berikutnya akan terjadi pada tahun 2117! Video transit Venus tahun 2012 dari Solar Dynamics Observatory NASA. Kredit: NASA Bag...

AU Mic b, Planet Seukuran Neptunus yang Ditemukan TESS dan Spitzer

Ilustrasi AU Mic b yang mengorbit bintang induk katai merah, sekitar 32 tahun cahaya dari Bumi di rasi selatan Microsopium. Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/Chris Smith (USRA) Selama lebih dari satu dekade, para astronom berupaya untuk mengungkap planet yang mengorbit AU Microscopii, bintang terdekat yang masih dikelilingi oleh puing-puing material yang tersisa dari proses pembentukan AU Microscopii. Sekarang, satu tim astronom yang menganalisis arsip data dari Transiting Exoplanet Survey Satellite dan Teleskop Antariksa Spitzer NASA, telah melaporkan penemuan sebuah planet seukuran Neptunus yang mengorbit bintang muda AU Microscopii dari jarak dekat. TESS dan Spitzer telah menemukan sebuah planet baru seukuran Neptunus yang mengorbit AU Microscopii, bintang katai merah belia yang dikelilingi oleh cakram puing-puing material. Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA Disingkat AU Mic, sistem ini menyediakan laboratorium unik untuk mempelajar...

TESS Menyediakan Wawasan Baru tentang Eksoplanet Ultra Panas KELT-9 b

Ilustrasi KELT-9 b dan bintang induknya. Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/Chris Smith (USRA) Pengukuran dari Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA telah menyediakan wawasan baru tentang lingkungan kosmik aneh KELT-9 b, salah satu planet terpanas yang pernah ditemukan. “Faktor keanehan KELT-9 b begitu tinggi,” ungkap astronom John Ahlers dari Universitas Space Research Association di Columbia, Maryland, dan Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland. “KELT-9 b adalah planet raksasa orbit rapat yang mengitari bintang induk dengan rotasi sangat cepat. Karakteristik mereka menyulitkan kami untuk memahami bintang induk dan efek yang dialami planet.” J elajahi KELT-9 b, salah satu planet terpanas yang pernah ditemukan. Observasi TESS telah mengungkap rincian baru tentang lingkungan planet. KELT-9 b adalah planet raksasa orbit rapat dengan suhu permukaan berbeda yang menghasilkan musim-musim khusus. Kredit: Pusat Penerbang...

Fenomena Tabrakan Eksoplanet di Sistem Bintang Biner BD +20 307

Pemandangan dramatis sekilas setelah fenomena tabrakan antara dua eksoplanet, memberikan para ilmuwan visi tentang apa saja yang bisa terjadi saat planet saling bertabrakan. Fenomena serupa yang terjadi di tata surya kita, mungkin telah membentuk Bulan, satelit alami Bumi. Sistem bintang biner (ganda) BD +20 307 terletak sekitar 300 tahun cahaya dari Bumi. Kedua bintang diperkirakan telah berusia satu miliar tahun, namun sistem biner yang dianggap telah cukup “dewasa” ini justru menunjukkan tanda puing-puing debu yang tidak dingin, berbeda dari sistem bintang pada umumnya yang berusia setara. Suhu yang hangat, memperkuat dugaan bahwa puing-puing debu tercipta baru-baru ini oleh dampak tabrakan dua benda langit seukuran planet. Satu dekade lalu, observasi terhadap sistem BD +20 307 menggunakan Teleskop Antariksa Spitzer NASA dan observatorium berbasis darat lainnya, memberikan petunjuk awal tentang tabrakan antar planet saat puing-puing debu hangat ditemukan untuk pertama kalin...

Model Iklim Bumi, Cetak Biru Deteksi Kehidupan di Planet-Planet Jauh

Ilustrasi sebuah eksopanet. Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/Chris Smith Di sebuah gedung yang terletak di sebelah barat laut kampus Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt Maryland, ribuan komputer menghasilkan paduan suara yang “memekakkan telinga”. Disebut NASA’s Discover supercomputer , ribuan komputer ini mampu menghasilkan 7 kuadriliun perhitungan per detik. Mereka menjalankan model iklim canggih untuk memprediksi iklim Bumi di masa depan. Tetapi, saat ini mereka juga dimanfaatkan untuk menjalankan model yang lebih sulit, untuk menjawab pertanyaan apakah di antara lebih dari 4.000 planet di luar tata surya yang ditemukan dalam kurun waktu dua dekade terakhir ada yang mampu menopang kehidupan. Para ilmuwan NASA terkejut mengetahui hasil perhitungan dari model yang dijalankan oleh Discover supercomputer . Jawabannya tak sekadar, “ IYA ”, tetapi juga dalam berbagai kondisi yang jauh lebih ekstrem dibandingkan lingkungan di Bumi. Simulasi...