![]() |
Pada skala terbesar, bukan hanya Bumi dan Matahari yang bergerak, tapi seluruh galaksi dan Grup Lokal galaksi, karena gaya gravitasi tak terlihat di ruang antargalaksi, semuanya harus digabungkan. |
Mintalah
seorang ilmuwan untuk menulis alamat kosmik kita, dan kita akan mendapatkan jawaban
panjang lebar. Di sinilah kita, di planet Bumi yang berputar pada porosnya
(berotasi) dan berputar mengelilingi Matahari (berevolusi), dengan orbit elips
di sekitar pusat Galaksi Bima Sakti. Bahkan Bima Sakti juga ditarik secara gravitasi menuju Andromeda di dalam Grup Lokal galaksi kita. Grup Lokal kita ini kemudian didorong masuk ke dalam supergugus Laniakea, oleh gugus-gugus galaksi dan rongga besar kehampaan kosmik, yang terletak di tengah-tengah
struktur alam semesta. Setelah berpuluh-puluh tahun penelitian,
ilmu pengetahuan akhirnya dapat mengumpulkan gambaran lengkap dan dapat
mengukur seberapa cepat kita bergerak mengarungi ruang angkasa, dalam setiap
skala.
![]() |
Rotasi Bumi bertanggung jawab penuh atas siklus siang dan malam, dan turut memperkuat medan magnet yang melindungi kita dari paparan ganas sinar kosmik dan angin surya. |
Saat membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda sedang duduk dan menganggap dirimu tidak bergerak. Namun pada tingkatan kosmik kita tidak diam sama
sekali. Setiap satu kali rotasi Bumi, berarti kita meluncur
melintasi ruang angkasa dengan kecepatan hampir 1.700 km/jam, bagi mereka yang berada di garis khatulistiwa. Hal itu mungkin terdengar seperti angka yang
besar, namun relatif kecil dibandingkan kontribusi dalam skala lain untuk pergerakan kita melalui alam semesta. Hampir seperti kedipan pada radar kosmik.
Tidak terlalu cepat, jika hanya dalam satuan kilometer per detik
saja. Rotasi Bumi memberi kita kecepatan hanya 0,5 km/detik
atau kurang dari 0,001% kecepatan cahaya. Tapi, ada gerakan dalam skala lain
yang lebih penting.
![]() |
Kecepatan saat planet-planet berputar mengelilingi Matahari, jauh melebihi kecepatan rotasi, bahkan bagi planet dengan rotasi tercepat seperti Jupiter dan Saturnus. NASA/JPL |
Sebagaimana semua planet di tata surya kita, kecepatan Bumi mengorbit Matahari jauh lebih cepat daripada kecepatan rotasinya. Agar tetap berada di orbit yang stabil, Bumi harus bergerak sekitar 30 km/detik. Planet wilayah terdalam, Merkurius dan Venus, bergerak lebih cepat, sedangkan planet wilayah terluar seperti Mars (dan seterusnya) bergerak lebih lambat. Saat mengorbit di bidang tata surya, planet mengubah arah pergerakan secara terus-menerus, dengan Bumi kembali ke titik awalnya setelah 365 hari. Ya, hampir ke titik awal yang sama persis.
Bahkan Matahari sendiri tidak diam. Galaksi Bima Sakti kita sangat besar,
masif, dan yang terpenting juga turut bergerak. Semua bintang, planet, awan
gas, butiran debu, lubang hitam, materi gelap dan semua objek antariksa
bergerak di dalam Bima Sakti, berkontribusi dan terpengaruh oleh
jaringan gravitasi. Dari sudut pandang kita, sekitar 25.000 tahun cahaya dari
pusat galaksi, Matahari melaju dalam gerak elips, membuat revolusi yang lengkap
setiap 220-250 juta tahun atau lebih. Diperkirakan kecepatan Matahari kita
sekitar 200-220 km/detik sepanjang perjalanan mengelilingi Bima Sakti, yang jauh lebih
besar dibandingkan kecepatan rotasi dan kecepatan revolusi Bumi di sekitar Matahari.
Tapi, Bima Sakti juga tidak diam, melainkan bergerak karena gaya tarik
gravitasi dari semua gumpalan materi padat dan juga karena kurangnya gaya
tarik gravitasi dari semua daerah yang kurang padat. Dalam Grup Lokal galaksi, kita dapat mengukur kecepatan Bima Sakti menuju galaksi terbesar,
yaitu galaksi masif di halaman belakang kosmik kita: Andromeda. Andromeda tampaknya mengarah ke Matahari kita dengan kecepatan 301 km/detik. Berarti dua galaksi terbesar dalam Grup Lokal, Andromeda dan Bima Sakti, saling tarik menarik dengan kecepatan sekitar 109 km/detik.
Grup Lokal, dengan ukuran sangat masif tidak sepenuhnya terisolasi.
Galaksi-galaksi lain dan gugus galaksi di sekitar Grup Lokal turut menarik kita, bahkan gumpalan materi yang berada lebih jauh juga menimbulkan gaya gravitasi. Berdasarkan
apa yang bisa kita lihat, ukur, dan hitung, struktur ini nampaknya menyebabkan kecepatan tambahan sekitar 300 km/detik, namun dalam arah yang agak berbeda dari
semua gerakan lainnya apabila disatukan. Dan, ada satu efek penting yang memengaruhi pergerakan kita dalam skala besar mengarungi alam semesta, yaitu gaya tolak gravitasi dari rongga hampa kosmik.
Untuk
setiap atom atau partikel materi di alam semesta yang berkelompok bersama di wilayah yang terlalu padat, ada wilayah yang kehilangan jumlah kepadatan
massa yang setara. Sebagaimana wilayah kosmik yang materinya lebih padat
dari rata-rata yang menarik kita, ada pula wilayah kosmik yang
materinya kurang padat dari rata-rata yang menarik kita dengan jumlah gaya di bawah rata-rata. Wilayah kosmik luas dengan pengelompokan materi yang lebih sedikit, tak sekadar memberikan gaya tarik yang lebih lemah, namun justru efektif sebagai gaya tolak.
Di alam semesta kita, lawan dari wilayah kosmik dengan materi padat adalah rongga hampa kosmik. Karena kita berada di antara kedua wilayah kosmik
ini, gaya yang bekerja bertambah, masing-masing menyumbang sekitar 300
km/detik dan mendekati 600 km/detik.
![]() |
Gaya tarik gravitasi (biru) wilayah kosmik padat dan gaya tolak relatif (merah) wilayah kosmik yang kurang padat, saat mereka beraksi di Bima Sakti. |
Ketika seluruh gerakan ini dijumlah: Bumi berotasi, Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, Matahari bergerak mengelilingi galaksi, Bima Sakti bergerak ke arah Andromeda, dan Grup Lokal ditarik ke wilayah kosmik yang terlalu padat dan ditolak oleh wilayah kosmik yang kurang padat, maka kita dapat memperoleh angka untuk seberapa cepat kita bergerak mengarungi alam semesta pada saat tertentu. Angka pergerakan Bumi adalah 368 km/detik dalam arah tertentu, plus minus sekitar 30 km/detik, tergantung pada waktu dalam satu tahun dan ke arah mana Bumi bergerak. Hal ini diperkuat oleh pengukuran latar belakang gelombang mikro kosmik, yang tampak lebih panas ke arah Bumi bergerak, dan sebaliknya lebih dingin ke arah yang berlawanan dengan pergerakan kita.
Jika
kita mengabaikan gerak Bumi, kita dapati Matahari bergerak relatif
terhadap latar belakang gelombang mikro kosmik dengan kecepatan 368 ± 2 km/detik, dan jika kita menghitung pergerakan Grup Lokal yang terdiri dari Bima Sakti, Andromeda, Triangulum dan yang lainnya, bergerak dengan kecepatan 627 ± 22
km/detik relatif terhadap latar belakang gelombang mikro kosmik. Plus minus yang agak besar itu disebabkan tingkat kesulitan pengukuran pergerakan Matahari mengelilingi pusat galaksi.
![]() |
Efek dari daerah kosmik materi padat dan kurang padat di Bima Sakti. Efek gabungan mereka dikenal sebagai Dipole Repeller. |
Mungkin tidak ada kerangka acuan universal, namun ada kerangka acuan yang dapat diukur: latar belakang gelombang mikro kosmik dan laju ekspansi alam semesta. Setiap
galaksi yang kita lihat memiliki apa yang kita sebut "kecepatan aneh"
(atau kecepatan yang melampaui Konstanta Hubble) dari beberapa ratus hingga beberapa
ribu km/jam. Pergerakan aneh Matahari adalah 368 km/detik, sementara Grup Lokal 627 km/detik. Keduanya cocok dengan bagaimana kita memahami bahwa semua galaksi bergerak
mengarungi ruang angkasa. Berkat efek dipole repeller (pusat tolak efektif dalam aliran galaksi berskala besar di lingkungan Bima Sakti yang
pertama kali terdeteksi pada tahun 2017), kita sekarang mengerti bagaimana kita bergerak pada setiap skala kosmik.
Ditulis oleh: Ethan Siegel, Kontributor www.forbes.com
Ditulis oleh: Ethan Siegel, Kontributor www.forbes.com
Astrofisikawan dan penulis Ethan Siegel adalah pendiri dan penulis
utama Starts With A Bang! Buku-bukunya, Treknology dan Beyond The Galaxy,
tersedia di toko buku terdekat.
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar