Langsung ke konten utama

Bintik Merah Raksasa Jupiter

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Pesawat antariksa Juno besutan NASA.
Kredit: NASA/JPL

Pada tanggal 10 Juli 2017, pesawat antariksa Juno NASA terbang mendekati Bintik Merah Raksasa Jupiter, yang akan memberikan kita pemandangan paling dekat tentang badai terbesar di Tata Surya.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Bintik Merah Raksasa.
Kredit: NASA/JPL

Bintik Merah Raksasa Jupiter adalah "anticyclone," sistem badai yang didefinisikan sebagai sirkulasi angin berskala besar di sekitar wilayah atmosfer bertekanan tinggi yang terjebak di antara dua aliran cepat bertekanan tinggi.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Teleskop Antariksa Hubble NASA mengambil Bintik Merah Raksasa pada bulan Februari 1995.

Astronom Robert Hooke (1635-1703) dan Giovanni Domenico Cassini (1625-1712) adalah orang pertama yang menemukan bintik kemerahan di planet raksasa tata surya.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Pengamatan Awal. Kiri: Gambar oleh Dr. Otto Boedickker pada tahun 1888. Kanan: Sebuah foto bertanggal 1879.
Kredit: CBS News

Bintik Merah Raksasa Jupiter telah diamati setidaknya sejak tahun 1830-an, meskipun ukuran dan posisinya berfluktuasi. Pada tahun 1870-an, lebarnya diukur sekitar 30.000 mil. Dalam buku "A Popular History of Astronomy During the Nineteenth Century", penulis Agnes M. Clerke mencatat warna bintik raksasa pada tahun 1879 seperti warna bata merah yang dipadukan dengan warna kontras kecemerlangan putih khatulistiwa yang tidak biasa."

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Lick Telescope. Foto tahun 1891 diambil di Lick Observatory, Mt. Hamilton, California.
Kredit: Database of Planetary Images, LESIA 

Ukuran, bentuk dan posisi Bintik Merah terus berubah, dan sepertinya akan menghilang.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Voyager. Kredit: NASA/JPL
Pemandangan close-up pertama Jupiter beserta atmosfernya yang khas diambil oleh pesawat antariksa Voyager 1, yang menyelesaikan pertemuannya dengan planet terbesar ini pada bulan April 1979. Selain mengambil hampir 19.000 gambar, Voyager 1 juga melakukan banyak pengukuran ilmiah lainnya.

Selanjutnya, Voyager 2 mengambil lebih dari 33.000 gambar Jupiter beserta lima bulan terbesarnya.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Penuh warna. Kredit: NASA/JPL

Pemandangan di area sebelah timur Bintik Merah Raksasa, dengan warna yang sangat dilebih-lebihkan.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Oval. Kredit: NASA/JPL

Foto Jupiter ini diambil oleh Voyager 1 dari jarak 2,7 juta mil pada tanggal 1 Maret 1979. Oval putih di dekat Bintik Merah Raksasa terbentuk pada tahun 1939 dan 1940, dan telah muncul hampir terus menerus sejak saat itu.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Voyager. Kredit: NASA/JPL
Komposit warna Bintik Merah Raksasa yang dihasilkan dari kamera sudut sempit Voyager 2 pada tanggal 29 Juni 1979. Aliran material yang lebih gelap dari Sabuk Khatulistiwa Selatan dapat terlihat meluncur ke arah utara ke awan khatulistiwa yang membaur di atas Bintik Merah Raksasa.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Time-lapse. Kredit: NASA/JPL/Image Processing Laboratory
Animasi ini diolah dari 66 gambar yang masing-masing diambil setiap 10 jam (periode rotasi Jupiter), menunjukkan gerakan dinamis putaran awan di sekitar Bintik Merah Raksasa selama rentang lebih dari 60 hari Jupiter.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Hubble. Kredit: Hubble Heritage Team (STScI/AURA/NASA) dan Amy Simon (Cornell University)

Bintik Merah Raksasa adalah sistem badai terbesar yang diketahui di Tata Surya kita. Gambar ini diambil oleh Hubble pada bulan Juni 1999.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Hubble. Kredit: NASA, ESA, dan A. Simon (NASA Goddard)

Sebuah foto Bintik Merah Raksasa dan atmosfer yang bergejolak, yang diambil Hubble saat Jupiter relatif dekat dengan Bumi, berjarak 415 juta mil.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Bulan-bulan Jupiter. Kredit: NASA/JPL

Sebuah gambar yang diambil oleh pesawat antariksa Cassini NASA pada tanggal 7 Desember 2000, menunjukkan dua dari empat bulan utama Jupiter, Europa dan Callisto, yang hampir sejajar dengan pusat planet.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Aurora Utara Jupiter. Kredit: NASA, ESA, and J. Nichols (University of Leicester)

Hubble memotret tampilan aurora di atmosfer Jupiter.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Cassini. Kredit: NASA/JPL

Mosaik warna natural Jupiter diproses dari koleksi gambar yang diambil oleh kamera sudut sempit Cassini pada tanggal 29 Desember 2000, saat mendekati planet raksasa dari jarak terdekat (sekitar 6,2 juta mil).

Bintik Merah Raksasa, yang di masa lalu telah diukur sekitar tiga kali ukuran Bumi, saat ini berukuran hanya sekitar 10.000 mil.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Cassini. Kredit: NASA/JPL

Tampilan simulasi warna natural Jupiter, terdiri dari empat gambar yang diambil oleh Cassini pada tanggal 7 Desember 2000. Bulan Jupiter Europa menampilkan bayangan di planet ini.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
New Horizon. Kredit: NASA/JPL

Sebuah montase gambar Jupiter dan Io (bulan vulkanik Jupiter), yang diambil oleh pesawat antariksa New Horizons NASA saat terbang melintasi Jupiter pada awal tahun 2007. Montase gambar adalah komposisi gambar-gambar yang dihasilkan dari beberapa sumber atau sudut pengambilan.

Montase Jupiter terdiri dari komposit warna inframerah yang diambil menggunakan spektrometer pencitraan inframerah dekat Linear Etalon Imaging Spectral Array (LEISA). Oval putih kebiru-biruan yang tampak menonjol adalah Bintik Merah Raksasa. Gambar Io (menampilkan letusan besar gunung berapi Tvashtar yang sedang berlangsung di sisi malam Io) terdiri dari komposit warna yang diambil oleh Imaging Reconnaissance Imager (LORRI) panchromatic.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Juno. Kredit: NASA/JPL
Dengan instrumen citizen science JunoCam, pesawat antariksa Juno menangkap pemandangan wilayah bergejolak dari jarak dekat di sebelah barat Bintik Merah Raksasa, tepatnya di Sabuk Khatulistiwa Selatan. Juno terpisah 5.400 mil dari atas awan Jupiter pada tanggal 11 Desember 2016.

Citizen science Sergey Dushkin mengolah pemrosesan warna.

bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Inframerah. Kredit: NASA/JPL

Citra semu (false color) Jupiter, diambil dengan mid-filter inframerah oleh Subaru Telescope di Hawaii pada tanggal 18 Mei 2017. Bintik Merah Raksasa muncul saat wilayah yang dingin dibatasi oleh pita gas turbulen di arah barat laut yang mengkombinasikan antara hangat dan kering dengan dingin dan lembab.

False color adalah penggabungan cahaya yang terlihat oleh mata dengan cahaya yang tidak terlihat oleh mata menggunakan modifikasi inframerah.

Ditulis oleh: Staf berita www.cbsnews.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...