Langsung ke konten utama

Lihatlah Bintik Merah Raksasa Jupiter

juno-bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Jason Major, seorang citizen scientists (partisipasi publik dalam penelitian ilmiah) JunoCam dan perancang grafis dari Warwick, Rhode Island, mengambil gambar mentah (raw image) dari Juno untuk menciptakan perspektif ini.
NASA/SWRI/MSSS/JASON MAJOR.

Juno, pesawat antariksa besutan NASA telah mengirimkan gambar paling detail dari Bintik Merah Raksasa Jupiter.

Juno melayang di atas badai raksasa pada hari Senin tanggal 10 Juli 2017, yang dilanjutkan dengan serangkaian terbang lintas di dekat planet raksasa gas.

Foto-foto dari lokasi mengungkapkan sifat rumit pusaran badai yang mencakup wilayah yang lebih besar daripada Bumi.

Instrumen-instrumen Juno memperoleh semua data selama melewati Bintik Merah Raksasa yang menyediakan wawasan baru tentang badai.

juno-bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Gambar mentah (raw image) dari Juno harus diproses lebih lanjut. Citizen scientists suka menonjolkan warna dan kontras dengan menonjolkan fitur yang mungkin tidak terlalu diperhatikan.
NASA/SWRI/MSSS/GERALD EICHSTÄDT/SEÁN DORAN

Bintik Merah Raksasa telah menjadi fitur yang berumur sangat panjang di Jupiter, namun ada bukti badai berbentuk oval seluas 16.350 km telah menyusut akhir-akhir ini.

Bintik Merah Raksasa telah bertahan selama berabad-abad. Para Ilmuwan sangat tertarik untuk mempelajari rahasianya dan Juno menyediakan kuncinya

"Selama ratusan tahun para ilmuwan telah mengamati, bertanya-tanya dan berteori tentang Bintik Merah Raksasa Jupiter," Scott Bolton, peneliti ​​utama misi Juno dari Southwest Research Institute di San Antonio, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang kita memiliki koleksi gambar terbaik dari badai ikonik ini. Butuh beberapa waktu untuk menganalisis semua data tidak hanya dari JunoCam, tapi juga dari delapan instrumen sains Juno, yang menjelaskan beberapa hal baru, termasuk masa lalu dan masa depan Bintik Merah Raksasa."

Para ilmuwan menggambarkan badai tersebut sebagai sesuatu yang mirip dengan angin topan, namun ada perbedaan yang signifikan antara badai semacam itu di Bumi dan apa yang kita lihat di Jupiter. Banyak perilaku yang tidak sama.

Misalnya, angin topan di Bumi akan kehilangan energi dengan cepat saat meninggalkan permukaan laut dan melewati daratan, tapi di Jupiter, tidak ada daratan. Memang, peneliti bahkan tidak yakin ada jenis permukaan keras di bawah awan planet ini.

Karena memiliki instrumentasi untuk menentukan komposisi kimiawi dari awan oval, merasakan suhu dan strukturnya, dan untuk mengukur kedalaman badai tersebut, diduga akar Bintik Merah Raksasa tertanam sangat dalam.

juno-bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Bintik Merah Raksasa telah bertahan selama berabad-abad. Para ilmuwan berharap Juno bisa menyelesaikan teka-teki tersebut.
NASA/SWRI/MSSS/KEVIN GILL.

juno-bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi
Misi Juno diharapkan mampu mengungkap struktur internal bintik merah dan seberapa dalam akarnya.
NASA/SWRI/MSSS/GERALD EICHSTÄDT/SEÁN DORAN

Jonathan Nichols, anggota tim sains dari Universitas Leicester, Inggris, mengagumi foto-foto baru Juno.

"Gambar-gambar ini menakjubkan dan mengungkap Bintik Merah Raksasa Jupiter dalam semua kebesarannya," katanya kepada BBC News.

"Mulai dari tiga putaran di dalam inti bintik merah ke gelombang-gelombang dan rotasi fluida yang mengorbitnya, gambar-gambar tersebut mengungkap kekuatan dahsyat sekaligus kekacauan badai ikonik ini."

"Nuansa terang dan gelap mengungkap arus angin bintik merah dan dapat menghasilkan susunan awan dalam 3 dimensi. Tapi gambar-gambarnya juga merupakan konvergensi sains dan seni yang sempurna, yang mengungkap keindahan planet raksasa ini."

"Kualitas data sungguh luar biasa dan menjadi pertanda baik untuk menyingkap seberapa jauh bintik merah meluas ke dalam atmosfer."

Juno telah berada di Jupiter selama lebih dari setahun. Melayang dalam orbit elips di sekitar planet dan mendekatinya setiap 53 hari.

Pada hari Senin lalu Juno telah meluncur mencapai titik terdekat, hanya terpisah 3.500 km di atas awan pada suatu waktu. Saat melintasi Bintik Merah Raksasa, jarak rata-rata Juno ada di kisaran 9.000 km.

Misi yang digelar sejauh ini adalah untuk mendapatkan gambar mentah dari JunoCam dan mengundang publik untuk mengerjakannya, yaitu untuk memprosesnya sesuai minat bidang ilmiah, atau sekadar membuat karya seni yang menakjubkan.

Sementara itu, tim sains mulai mengerjakan kumpulan data dari instrumen-instrumen lainnya. Temuan mereka memerlukan waktu lebih lama untuk muncul di berbagai konferensi dan laporan jurnal sains.

juno-bintik-merah-raksasa-jupiter-astronomi


Ditulis oleh: Jonathan Amos, www.bbc.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...