Langsung ke konten utama

Lokasi Pendaratan Sempurna untuk Pesawat Antariksa di Titan

titan-bulan-saturnus-astronomi
Gambar inframerah Titan, bulan terbesar Saturnus

Titan adalah bulan terbesar Saturnus dan menjadi salah satu benda langit paling menarik di wilayah terluar tata surya. Sebagai satu-satunya bulan di tata surya dengan atmosfer padat, permukaan Titan ditutupi oleh danau hidrokarbon cair. Untuk mengirim misi pesawat antariksa yang harus menempuh jutaan kilometer ke sana, kita harus yakin terlebih dahulu misi dapat bertahan menghadapi lingkungan Titan. Menggunakan data terbaru dari pesawat antariksa Cassini, para ilmuwan telah mengidentifikasi zona pendaratan potensial di Titan, tepat di danau hidrokarbon tersebut.

Titan sungguh membangkitkan minat para ilmuwan karena lapisan atmosfernya yang kompleks, diduga mengandung unsur-unsur penting untuk mensintesis senyawa organik kompleks yang dapat berujung pada munculnya kehidupan. Tapi bukan bentuk kehidupan yang kita kenal. Dengan danau metana dan suhu permukaan minus 179 derajat celcius, ketebalan atmosfer turut menyulitkan pendaratan. Kabut organonitrogen memberikan warna coklat muda yang seragam kepada Titan dan benar-benar mengaburkan permukaan. Untungnya, Cassini berhasil menyelidiki Titan menggunakan radar selama Titan mengorbit Saturnus.

Titan memiliki banyak genangan metana dan etana cair di permukaan, namun analisis terbaru berfokus pada tiga danau terbesar yang berada di dekat kawasan kutub utara bulan. Danau-danau tersebut adalah Kraken Mare, Ligeia Mare, dan Punga Mare. Mereka sangat besar bahkan dengan standar danau air di Bumi. Ligeia Mare, danau terbesar kedua, volumenya lebih besar daripada kedua danau lainnya. Satu tong hidrokarbon dari danau ini bisa menampung lebih banyak energi daripada seluruh cadangan minyak bumi. Namun, misi penelitian lebih condong kepada keingintahuan sains daripada sumber energi potensialnya, karena memang tidak ada cara ekonomis untuk mengangkutnya ke Bumi.

lokasi-pendaratan-sempurna-titan-astronomi
Danau kutub utara Titan

Timbul perdebatan mengenai kondisi di permukaan danau-danau ini. Sebuah studi yang dilakukan beberapa tahun lalu, menunjukkan aktivitas berkala gelombang di permukaan danau yang cukup besar dan dapat menutupi sebuah pulau di Ligeia Mare. Namun para ilmuwan yang menerapkan teknik pengintai radar statistik berpendapat permukaan danau dipastikan tenang. Pada saat pengukuran, rata-rata ketinggian gelombang di permukaan ketiga danau, tingginya hanya 1 sentimeter dengan panjang 20 sentimeter. Akan sangat mudah bagi sarana transportasi laut untuk mengapung di permukaan danau.

Cassini telah mencapai tahap terakhir misi untuk mempelajari Saturnus. Hanya dalam waktu beberapa bulan kemudian, Cassini akan menerjunkan diri ke atmosfer Saturnus dan mengirim sebanyak mungkin data ke Bumi. Belum jelas kapan NASA atau badan antariksa lainnya kembali menggelar misi ke sistem Saturnus. Tapi, mereka mungkin dapat mendaratkan wahana antariksa peneliti di Titan, yang diyakini akan mengapung dengan tenang di danau-danau hidrokarbon Titan.

Ditulis oleh: Ryan Whitwam, www.extremetech.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...