![]() |
Pesawat Antariksa BepiColombo |
Setelah ditampilkan dalam konfigurasi peluncuran kepada media massa di European Space Agency's Space Technology and Research Centre, pesawat antariksa BepiColombo senilai 1,65 miliar € (Euro) tak lagi tersentuh untuk rangkaian uji coba terakhir. Komponen-komponen pesawat antariksa setinggi enam meter yang
harus segera dirakit, akan dikirim ke Kourou, Guyana
Prancis, untuk menyesuaikan jadwal peluncuran misi pada bulan Oktober 2018.
Inilah puncak dari hampir dua dekade pekerjaan tim yang terdiri
dari para ilmuwan dan insinyur bermotivasi tinggi.
![]() |
BepiColombo di Pusat Uji Coba ESA, sebelum perisai matahari ditempatkan di unit paling atas. ESA-Philippe Sebirot, CC BY-SA |
BepiColombo
akan menjadi misi yang mengesankan, kolaborasi antara badan antariksa Eropa
dan Jepang (ESA dan JAXA). “Unit penggerak ion" Eropa (MTM, Mercury Transfer Module) akan menjadi
mesin pendorong selama tujuh tahun masa penerbangan sebelum mencapai orbit planet
terdekat dari Matahari. BepiColombo akan terbang melintasi Merkurius dalam jarak
dekat, selama tiga tahun setelah diluncurkan dan akan tetap terus mengorbit Matahari. Melakukan lima kali terbang lintas di Merkurius dari jarak dekat, BepiColombo akan memanfaatkan gaya tarik gravitasi untuk menyesuaikan kecepatan dengan Merkurius, sehingga dapat ditangkap oleh planet itu sendiri dan menempati orbit.
Begitu
berada di orbit, instrumen Mercury Magnetospheric Orbiter, MMO, yang dikembangkan JAXA akan berputar (untuk
stabilitas) dan ditempatkan di orbit eksentrik guna mempelajari medan
magnet, debu dan lingkungan partikel bermuatan di sekitar Merkurius. Sedangkan
Mercury
Planetary Orbiter besutan ESA, akan mengikuti orbit lebih melingkar yang dioptimalkan untuk mempelajari permukaan dan interior planet.
Melakukan Sains dalam Oven Pizza
Tantangan teknologi untuk mengoperasikan kedua instrumen agar mantap di dalam orbit, akan jauh melampaui
"ilmu pengetahuan tentang roket" saat ini. Dibandingkan Bumi, jarak Merkurius tiga kali lebih dekat dari Matahari, sehingga pesawat antariksa akan dipanaskan oleh sinar Matahari hampir sepuluh kali
lebih kuat daripada pemanasan di atas atmosfer Bumi. Yang lebih buruk, pengorbit akan dipanggang "sepanas oven pizza" sekitar 400° C, dari jarak 500 km di atas bara permukaan Merkurius.
Video Rute
BepiColombo ke Merkurius.
Pesawat antariksa dilindungi perisai untuk mengisolasi komponen elektronik
sensitif dari suhu panas 380° C agar tetap di bawah 40° C sehingga dapat berfungsi
dengan baik. Bagian-bagian terluar pesawat antariksa diberi nama “cold finger,” adalah batang logam penghantar panas dari
dalam keluar yang bisa disalurkan ke ruang angkasa melalui “tirai jendela” atau
bilah-bilah panel radiator. Operasional pesawat antariksa akan dikendalikan
setiap saat, sehingga bilah-bilah panel akan dapat mencegah radiasi sinar Matahari atau radiasi planet panas mencapai permukaan
radiator.
Para ilmuwan BepiColombo membahas prioritas operasional saat pertemuan tim di Toulouse, Mei 2017. D. A. Rothery |
Upaya
tersebut sebenarnya hampir tidak diperlukan, mengingat teka-teki yang dihadapi
oleh para ilmuwan dalam dua misi sebelumnya ke Merkurius, yaitu Mariner 10
(1970) dan Messenger (2011-15), telah berhasil dipecahkan.
Misi
Messenger NASA mengungkap permukaan planet yang melimpah dengan unsur
"volatil," seperti belerang, klorin, natrium dan kalium. Unsur-unsur tersebut tidak menghilang akibat suhu panas karena sangat dekat dengan Matahari. Fakta tambahan tentang
keanehan lapisan batuan Merkuris yang lebih tipis daripada lapisan batuan di
Bumi, kandungan inti besi yang sangat tidak proporsional, dan
sifat-sifat alaminya menimbulkan teka-teki.
Kemungkinan
Merkurius berada lebih jauh dari Matahari dan bertabrakan dengan batuan angkasa saat bermigrasi ke dalam.
Pertanyaan
lain yang muncul, termasuk mengapa bagian inti Merkurius masih berbentuk cair
dan mampu menghasilkan medan magnet, dan mengapa planet ini menunjukkan begitu
banyak bukti letusan gunung berapi di masa lalu.
Biaya dan Manfaat
Kapan
pun ada laporan tentang misi antariksa, biasanya kita melihat komentar dari
pembaca yang mengeluhkan pemborosan anggaran, dengan alasan anggaran negara seharusnya digunakan
untuk membantu manusia yang masih menderita di Bumi. Kita semua
bisa merasa bersimpati dengan sentimen tersebut, namun untuk memangkas biaya
penelitian antariksa karena kecaman tersebut, sangat tidak proporsional.
Model Mercury Imaging X-ray Spectrometer di sebuah ruangan steril Universitas Leicester. D A. Rothery |
BepiColombo
telah menghabiskan biaya yang ditanggung oleh ESA dan JAXA sekitar 1,65 miliar
euro, tidak terlalu mahal untuk proyek yang begitu kompleks, dan keduanya mungkin telah
menghabiskan sejumlah biaya dengan jumlah setara untuk gaji dan
pengembangan instrumen. Seluruh uang ini telah dihabiskan di Bumi dan secara tidak
langsung juga membantu memutar roda perekonomian, entah bagaimana bisa dianggap menguap di luar
angkasa. Bagaimanapun juga, teknologi antariksa telah terbukti membuka
jalan bagi kemajauan sains, seperti "alat pelacak" kanker
prostat dan masih banyak lagi.
Juga jangan dilupakan bahwa peradaban kita membuang lebih banyak surplus kekayaannya di bidang hiburan daripada studi antariksa. Misalnya, anggaran rutin tahunan empat tim terbesar balap motor Formula Satu melebihi total biaya ESA dan
JAXA untuk misi BepiColombo, seperti halnya penjualan global tahunan lipstik.
Jadi
kita harus dapat melihat jauh ke depan menggunakan hati
nurani yang jernih. Ada banyak hal yang bisa menceritakan kisah tentang kita sebagai bagian
dari tata surya. Yang terpenting, misi BepiColombo dapat menginspirasi
generasi masa depan untuk menaruh minat terhadap sains.
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar