Kemasi
barangmu! Kita akan melakukan perjalanan wisata tata surya dengan rute dimulai
dari Merkurius dan terbang ke planet terjauh Neptunus. Di sepanjang
perjalanan, kita akan menyaksikan Bumi terbit, cincin raksasa Saturnus dan
mengintip medan biru Uranus yang penuh teka-teki.
![]() |
Bola Dunia Merkurius. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie |
Selain planet terdekat dari Matahari, Merkurius juga menjadi planet terkecil di tata surya semenjak Pluto terdegradasi ke status planet katai.
Kawah
Merkurius terlihat memancarkan sinar terang yang bersumber dari Debussy, nama
seorang komposer Prancis. NASA mempublikasikan gambar Bola Dunia Merkurius ini
pada tahun 2014.
![]() |
Transit Merkurius. Kredit: NASA/ESA |
Pada
tahun 2006, Merkurius terlihat melintas di depan Matahari seperti dalam gambar komposit
dramatis yang dikumpulkan oleh pesawat antariksa Solar and Heliospheric
Observatory. Jalur transit Merkurius tampak seperti garis putus-putus.
![]() |
Pemandangan Merkurius dari Messenger. Kredit: Picasa |
Pemandangan warna-warni lembah Caloris di Merkurius adalah gambar mosaik yang
diolah dari data pesawat antariksa Messenger NASA. Aliran
lahar tampak berwarna oranye.
Messenger
diluncurkan pada tahun 2004, pertama kali terbang melewati Merkurius pada awal
tahun 2008, untuk kemudian mengorbit Merkurius pada tahun 2011. Messenger mengakhiri
misinya pada tahun 2015 dengan sengaja menjatuhkan di ke permukaan planet dan meninggalkan
kawah berlubang sebagai suvenir kunjungannya.
![]() |
Venus dilihat oleh Mariner 10 Kredit: NASA |
Gambar putaran badai Venus yang telah disempurnakan dengan tehnik
fotografi ini, diambil pada tanggal 5 Februari 1974. Pesawat antariksa Mariner
10 NASA memberikan foto close-up pertama Venus, planet kedua dari Matahari.
Venus
tidak akan pernah menjadi tempat tujuan liburan, karena diselimuti selubung awan tebal berkarbonasi tinggi dan
suhu permukaannya mendekati 900 derajat Fahrenheit.
![]() |
Di bawah awan Venus. Kredit: SSV, MIPL, Tim Magellan, NASA |
Pesawat antariksa Magellan NASA mengunjungi Venus pada awal tahun 1990an. Magellan membidik kutub utara Venus menggunakan radar yang mampu menembus awan.
Gunung
tertinggi Venus, yang disebut Maxwell Montes, dapat dilihat sebagai bercak terang di bawah pusat gambar. Menjulang hingga 11 kilometer, Maxwell Montes melampaui Gunung Everest di Bumi.
![]() |
Pemandangan Bumi dari jarak jutaan mil. Kredit: NASA |
Satelit
Deep Space Climate Observatory (Dscovr) NASA memukau dunia pada pertengahan tahun 2015, setelah memberikan pemandangan baru tentang Bumi dari jarak satu juta mil.
Gambar indah ini juga sebagai apresiasi untuk foto legendaris Blue Marble (Kelereng Biru) yang diambil pada tahun
1972 oleh Apollo 17. Kedua gambar menampilkan pemandangan menarik yang memperlihatkan awan, daratan dan warna biru planet lautan.
![]() |
Bumi Terbit. Kredit: NASA/Goddard/Arizona State University |
Sebagian besar manusia mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Bulan dan
melihat planet berbatu ketiga dari Matahari yang kita tinggali, namun Lunar Reconnaissance
Orbiter NASA telah melakukannya. Gambar yang diambil pada tahun 2015 ini memperlihatkan Bumi yang terbit
di atas horizon bergelombang permukaan bulan.
Seperti
yang NASA katakan, "Bumi adalah tempat sempurna bagi kehidupan yang
kita kenal."
![]() |
Mars. Kredit: NASA |
Pesawat antariksa Viking 1 dan 2 NASA berhasil mengorbit Mars pada tahun 1970an. Gambar
dramatis Planet Merah ini merupakan mozaik yang disusun dari sekitar 100 gambar yang
berhasil diambil oleh Viking pada tahun 1980.
Mars
adalah planet yang paling banyak dieksplorasi di luar Bumi. Ukuran Mars lebih kecil daripada Bumi dan satu tahun di sana berlalu selama 687 hari Bumi.
![]() |
Wajah di Mars. Foto oleh: NASA |
Pengorbit
Viking 1 NASA mengambil foto ikonik permukaan Mars pada tanggal 5 Juli
1976. Karena bayangan, resolusi gambar menjadi rendah dan gangguan transmisi
data menghasilkan gambar permukaan Mars dengan wajah yang sedang menatap ke atas.
NASA
mencatat, "Karena ada data yang hilang, atau kesalahan bit karena gangguan transmisi data fotografi dari Mars ke Bumi, maka menghasilkan bintik-bintik menyerupai wajah seseorang."
NASA
kemudian meninjau kembali lokasi yang sama. Gambar yang lebih baru menunjukkan permukaan Mars tanpa wajah asing.
![]() |
Jupiter. Kredit: NASA, ESA, dan A. Simon (GSFC) |
Teleskop Antariksa Hubble mengarahkan kameranya ke Jupiter, planet kelima dari Matahari, untuk mengambil potret menakjubkan ini pada tahun 2017. Jupiter, raksasa
gas, adalah planet terbesar di tata surya kita.
NASA
menjelaskan tentang gambar ini: "Pita-pita badai ini merupakan pergerakan angin bolak-balik, diciptakan oleh perbedaan tinggi dan ketebalan awan es amonia, pita-pita
yang lebih ringan naik lebih tinggi dengan awan yang lebih tebal daripada pita
yang lebih gelap."
![]() |
Jupiter Terbit. Kredit: NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Mai |
Citizen scientist bernama Alex Mai telah meningkatkan kualitas gambar yang diambil oleh Juno, pesawat antariksa NASA yang mengorbit Jupiter pada tahun 2016 untuk menciptakan
pemandangan kutub selatan raksasa gas. Gambar kutub selatan yang diterangi cahaya Matahari, diberi nama "Jupiterrise" oleh NASA.
Sistem Jupiter terdiri dari banyak bulan (satelit alami). Pada bulan Juni 2017, para astronom telah menemukan 69 bulan yang mengorbit Jupiter.
![]() |
Saturnus dalam segala kebesarannya. Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute |
Pesawat antariksa Cassini NASA mengambil serangkaian gambar Saturnus pada
tahun 2016 dari jarak 3 juta kilometer. Potret
mozaik kamera sudut lebar ini menunjukkan segala sesuatu, mulai dari struktur cincin ekspansif hingga arus pancaran heksagonal di kutub utara.
Saturnus
jauh lebih besar daripada Bumi. Dibutuhkan waktu 29 tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari. Seperti Jupiter, Saturnus juga memiliki banyak bulan. Setidaknya 62 bulan diketahui mengorbit Saturnus.
Cassini
tiba di Saturnus pada tahun 2004 dan menyelesaikan misi tanpa kenal rasa takut, dengan menerjunkan diri ke atmosfer planet pada bulan September 2017.
![]() |
Saturnus bergaya dengan Titan. Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute |
Titan, adalah bulan terbesar Saturnus. Gambar yang
diambil oleh Cassini pada tahun 2015 ini, menunjukkan planet raksasa cincin dengan Titan yang lebih kecil berada di depannya..
Saturnus bukanlah tempat yang ramah, namun Titan adalah kandidat kuat yang berpotensi menjadi tempat perlindungan bagi kehidupan mikroba.
![]() |
Uranus. Kredit: NASA/JPL-Caltech |
Pada tahun 1986, Pesawat antariksa Voyager 2 NASA menangkap gambar Uranus, planet ketujuh dari Matahari. Menurut
NASA, Uranus adalah tempat yang dingin dan berangin dihiasi 13 cincin samar dan
27 bulan kecil.
Astronom
Johan Elert Bode menemukan raksasa es ini pada tahun 1781 dengan bantuan
teleskop.
![]() |
Aurora Uranus. Kredit: ESA/Hubble & NASA, L. Lamy/Observatoire de Paris |
Selain cincin samar Uranus, gambar ini juga menampilkan aurora terang raksasa es. Gambar tersebut merupakan komposit yang menggabungkan data dari Voyager 2 dan Hubble.
Sementara nama yang disematkan kepadanya terdengar lucu, Uranus diambil dari nama Dewa Langit Yunani.
![]() |
Neptunus. Kredit: NASA |
Seperti Uranus, planet terjauh tata surya adalah raksasa es. Gambar Neptunus yang diambil oleh Voyager 2 pada tahun 1989, memperlihatkan wilayah gelap yang disebut Great Dark Spot (Bintik Raksasa Gelap), sedangkan wilayah yang lebih gelap adalah formasi
awan.
Dibutuhkan
waktu 165 tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari. Warna biru khas Neptunus berasal dari metana atmosfer.
![]() |
Cincin Neptunus. Foto oleh: NASA/JPL |
Pada tahun 1989, Voyager 2 mengungkap dua cincin utama Neptunus. "Atmosfer Neptunus meluas hingga ke dalam planet, secara
bertahap menyatu menjadi air, sedangkan gas yang lebih berat meleleh menjadi es, inti
padat Neptunus kira-kira seukuran Bumi," kata NASA.
Sebagai tempat yang sangat berangin, Neptunus juga menjadi induk bulan beku Triton, yang mengorbit planet dengan arah yang berlawanan dibandingkan bulan-bulan Neptunus lainnya.
Ditulis oleh: Staf www.cnet.com
Ditulis oleh: Staf www.cnet.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar