Sejak manusia pertama kali mematahkan ikatan gaya gravitasi dan berseluncur di atas atmosfer Bumi, kita akhirnya mampu menatap alam semesta dengan cara-cara baru. Tak lagi terbatas pada lokasi kita di Bumi yang terkendala distorsi atmosfer, akhirnya kita mampu mengungkap rahasia kosmos yang telah menyembunyikan diri dari sebagian besar sejarah umat manusia. Berkat kemajuan dalam penerbangan antariksa, kecerdasan dan
investasi NASA, pertumbuhan sains semakin meningkat seiring beberapa gambar
paling spektakuler dan paling jelas yang pernah diabadikan. Di lima area
terpisah, berikut lima gambar NASA yang mengubah cara kita memandang alam semesta.
1.) Komposit "Extreme Deep Field"
Hubble. Lebih dari 20 tahun yang lalu, gambar pertama Hubble Deep Field diambil.
Dengan mengarahkan kameranya ke hamparan langit kosong dan mengumpulkan foto tunggal
selama berhari-hari, gambar ini bisa mengungkap tentang apa yang bersembunyi di kedalaman jurang kosmik: miliaran galaksi. Instrumen Hubble yang telah diupgrade beberapa kali sejak saat itu, jauh lebih baik dalam mengumpulkan
setiap foton, memperluas jangkauan sinar ultraviolet dan inframerah, dan
memperluas baik bidang pandang maupun ketajamannya.
The Extreme Deep Field (XDF) adalah citra terbaik alam semesta yang pernah ada, terdiri dari total 23
hari waktu observasi di antariksa yang menatap area hanya 1/32,000,000 langit. Hubble tak sekadar menemukan lebih dari lima ribu galaksi, namun juga sampel evolusi galaksi karena XDF dapat melihat kembali ke masa ketika
alam semesta hanya berusia 4% dari usianya saat ini. Kita telah belajar bagaimana alam semesta tumbuh dan bagaimana galaksi berevolusi dari benih kecil
menjadi raksasa modern seperti yang kita amati hari ini. Yang lebih spektakuler, untuk pertama kalinya kita dapat memprediksi jumlah galaksi di alam semesta teramati: dua triliun. Hebatnya, semua informasi itu dikodekan hanya dalam
satu gambar.
![]() |
Pemandangan pertama Bumi yang terbit di atas permukaan Bulan dari mata seorang manusia. Inilah gambar terbesar dalam pendidikan/penjangkauan publik NASA. NASA/Apollo 8 |
2.) Foto "Earthrise" Apollo 8. Apa
pun yang pernah kita pelajari, lihat, atau alami dari NASA telah mendidik dan menjangkau
publik. Foto "Earthrise" di atas menggambarkan bagaimana untuk pertama kalinya seorang manusia pernah melihat Bumi terbit di atas permukaan Bulan. Diambil oleh astronot Bill Anders saat
Apollo 8 menyelesaikan lintasan terakhirnya di Bulan, gambar ini menunjukkan betapa berharga, istimewa, kecil dan rapuhnya Bumi kita. Saat mengambil foto, Anders berkata: Kami datang sejauh ini untuk menjelajahi Bulan, dan
yang terpenting adalah kami menemukan Bumi.
Yang paling spektakuler justru ketika Sister
Mary Jucunda menulis surat kepada NASA agar berhenti
membuang-buang uang untuk menjelajahi antariksa ketika masih ada begitu
banyak penderitaan di Bumi, Direktur Sains NASA saat itu, Ernst
Stuhlinger, menulis jawaban dalam sebuah surat yang cukup panjang dan melampirkan foto Earthrise. Berikut kutipannya:
Foto terlampir bersama surat ini
menunjukkan pemandangan Bumi kita oleh Apollo 8 saat
mengorbit Bulan pada Hari Natal 1968. Dari sekian banyak penemuan menakjubkan yang dihasilkan program antariksa sejauh ini, gambar ini mungkin yang paling penting. Gambar ini
membuka mata kita pada fakta bahwa Bumi kita adalah pulau indah dan
paling berharga di tengah kekosongan tak terbatas, dan tidak ada
tempat lain bagi kita untuk hidup kecuali di lapisan permukaan planet yang
tipis, yang dibatasi oleh kegelapan ruang hampa. Belum pernah terjadi sebelumnya,
begitu banyak orang menyadari betapa terbatasnya Bumi kita, dan betapa
berbahayanya jika keseimbangan ekologisnya terganggu. Sejak foto ini pertama
kali diterbitkan, suara-suara lantang telah menggema untuk memperingatkan permasalahan serius yang dihadapi umat manusia: polusi, kelaparan,
kemiskinan, kehidupan perkotaan, produksi pangan, pengendalian air dan kelebihan
populasi. Tentu tidak secara kebetulan kita mulai melihat tugas yang sangat
berat menanti kita pada saat eksplorasi antariksa relatif berusia muda, telah
memberi kita pemandangan terbaik pertama tentang planet kita sendiri.
Sangat beruntung, eksplorasi antariksa tak sekadar mengulurkan cermin agar kita bisa melihat diri kita sendiri, namun
juga memberi kita teknologi, tantangan, motivasi, dan bahkan optimisme untuk menghadapi
tugas berat dengan penuh rasa percaya diri. Apa yang kita pelajari dari program antariksa kita, saya yakin, sepenuhnya mendukung apa yang ada di benak Albert
Schweitzer saat berkata: "Saya menatap masa depan dengan seksama, tapi tetap dengan harapan yang baik."
Seperti jutaan orang lainnya, Sister Mary
Jucunda tersentuh. Berkat foto ini, kita bisa menjawab semua pertanyaan
mengapa berinvestasi dalam sains sangat penting, bahkan dengan semua
penderitaan di dunia saat ini, agar generasi penerus tidak harus mengalami penderitaan
yang menimpa kita saat ini.
3.) "Gambar bayi" Alam Semesta WMAP.
Salah satu penemuan terbesar abad ke-20 adalah cahaya sisa dari Big Bang, yaitu
latar belakang gelombang mikro kosmik. Big Bang melahirkan alam semesta yang dipenuhi
materi, antimateri, dan radiasi. Radiasi bergerak ke mata kita dalam garis
lurus begitu atom netral terbentuk. Radiasinya sangat dingin hari ini berkat ekspansi alam semesta, namun saat dipancarkan, ia harus keluar dari “sumur” gaya
tarik gravitasi, ditentukan oleh daerah yang lebih padat dan yang kurang padat yang
pada ada saat itu.
Daerah ini tumbuh menjadi galaksi, gugus, dan
rongga besar kehampaan, tapi “gambar bayi” alam semesta oleh WMAP mengungkap detail alam semesta sampai tingkat yang tepat. Besaran skala dan
distribusi daerah yang lebih padat dan daerah yang kurang padat muncul sebagai
fluktuasi suhu di latar belakang gelombang mikro kosmik. Gambaran alam semesta kita sebagai perpaduan
materi gelap, materi normal dan energi gelap yang ditunjukkan secara akurat oleh WMAP, telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.
4.) Foto "Pale Blue Dot" atau “Titik
Biru Pucat” oleh Voyager. Pada tanggal 14 Februari 1990, setelah menempuh
perjalanan lebih dari satu dekade dari Bumi dalam perjalanan keluar dari Tata
Surya, pesawat antariksa Voyager 1 mengarahkan kameranya ke rumah. Menatap sejauh perjalanan yang telah ia lewati, Voyager 1 dapat mengambil gambar enam planet, termasuk Bumi, dari jarak enam miliar
kilometer. Inilah foto terjauh Bumi yang pernah ada.
Meskipun gambar ini bukan bagian dari rencana original misi, gagasan Carl Sagan berhasil membuahkan hasil, yang mendorongnya menulis:
Di sinilah kita. Itu rumah kita. Itulah kita. Di
dalamnya ada semua orang yang Anda cintai, semua orang yang Anda kenal,
setiap orang yang pernah Anda dengar, setiap manusia yang pernah ada, menjalani
hidup mereka. [...] Mungkin tidak ada demonstrasi yang lebih baik mengenai
kebodohan dari kesombongan manusia daripada gambar jauh dunia kecil kita.
Voyager 1 sekarang terpisah sekitar 20 miliar
kilometer dari Bumi, karena terus melanjutkan perjalanannya ke ruang antarbintang
sebagai pesawat antariksa paling jauh dari Bumi.
![]() |
Gambar original legendaris Pilar Penciptaan adalah mosaik yang disusun dari banyak gambar. NASA, Jeff Hester, dan Paul Scowen (Universitas Negeri Arizona) |
5.) Gambar "Pilar Penciptaan" Hubble. Banyak nebula yang telah dipelajari, baik di
galaksi kita sendiri maupun di luar galaksi kita, adalah wilayah pembentuk
bintang, tempat molekul gas dingin dimampatkan oleh gaya gravitasi untuk
membentuk bintang-bintang baru di dalam inti nebula. Pada
tahun 1995, untuk pertama kalinya kita dapat mengintip ke dalam jantung
satu wilayah pabrik bintang yang disebut Nebula Elang, dan menemukan kolom gas di antara bintang. Kolom ini mengandung protobintang yang masih dalam proses
persalinan dan diuapkan baik dari dalam maupun dari luar oleh sinar
ultraviolet ganas yang dipancarkan dari bintang-bintang muda panas yang baru saja dilahirkan.
Dengan kata lain, "pilar
penciptaan" juga merupakan pilar kehancuran. Panjang gelombang inframerah dan sinar-X
mengungkap bintang-bintang di dalam nebula, sementara versi resolusi tinggi yang diluncurkan 20 tahun kemudian, menampilkan penguapan dan perubahan
yang berlangsung lamban di dalam pilar. Dalam beberapa ratus ribu sampai
beberapa juta tahun, mereka dipastikan menguap seluruhnya.
100 tahun yang lalu, kita bahkan tidak tahu ada galaksi di luar Bima Sakti. Kita tidak tahu bagaimana alam semesta kita bermula, apalagi berapa usianya atau apa yang membentuknya. Kita juga tidak tahu nasib pamungkas yang akan dijalani alam semesta, atau berapa lama bintang akan bersinar. Hari ini, kita mengetahui
jawaban atas semua pertanyaan tersebut. Ketika kita
berinvestasi di luar angkasa, manfaat dan segala reaksi akan beresonansi di seluruh dunia. Seperti yang telah ditunjukkan oleh penelitian, bukan hanya
untuk para ilmuwan, tapi juga dirasakan oleh masyarakat luas. Kita bisa mengeksplorasi, belajar, dan memahami alam semesta di
luar impian terliar kita. Selanjutnya tergantung upaya kita untuk mewujudkannya.
Astrofisika dan penulis Ethan Siegel adalah
pendiri dan penulis utama Starts With A Bang! Buku-bukunya, Treknology dan
Beyond The Galaxy, tersedia dimanapun buku-buku dijual.
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar