![]() |
Hemera Getty Images Plus/Getty Images |
Atribut apa sajakah yang harus
dimiliki oleh sebuah eksoplanet agar mampu mendukung kehidupan? Pertanyaan ini awalnya
muncul di situs Quora: sebuah tempat untuk memperoleh dan berbagi pengetahuan,
memberdayakan orang untuk belajar dari orang lain dan untuk lebih memahami dunia di sekitar kita.
Jawaban diberikan oleh
Will Waalkes, seorang peneliti mahasiswa pascasarjana, di Quora:
Sebelum menjawab pertanyaan ini,
penting untuk memperjelas definisi habitat layak huni yang hanya berbasis pada satu-satunya tempat yang diketahui menampung kehidupan di alam
semesta: Bumi. Tentu saja masih banyak yang belum kita ketahui tentang semua kemungkinan
lingkungan di alam semesta yang mampu menopang kehidupan, namun spekulasi yang
tidak terkendali justru akan menjadi tidak ilmiah.
Berikut beberapa kualitas yang seharusnya
kita periksa untuk menentukan habitabilitas sebuah planet:
Sumber
Energi. Kita membutuhkan energi bagi planet agar layak huni.
Mari kita pilih sesuatu secara acak, seperti bintang.
Air cair. Inilah persyaratan utama untuk definisi layak huni. "Zona layak huni" didefinisikan sebagai jarak ideal
antara planet dengan bintang induk. Jarak minimum planet-bintang (disebut
sumbu semi-mayor) adalah jarak minimal planet sebelum terjadi
efek rumah kaca yang mengakibatkan air di permukaan menguap. Tepi terluar zona
layak huni adalah poros semi-mayor maksimum, apabila berada di luar jarak
tersebut bahkan efek rumah kaca yang kuat (dengan atmosfer CO2 yang padat)
tidak dapat mempertahankan suhu permukaan yang cukup tinggi untuk menopang air cair. Air cair adalah media optimal yang memungkinkan
terjadinya proses perpindahan kimiawi secara efisien sehingga
organisme kompleks dapat berkembang biak.
Lapisan atmosfer. Tanpa atmosfer, planet tidak dapat mempertahankan suhu atau
melindungi organisme dari radiasi dan partikel berbahaya. Selain itu, atmosfer
jelas merupakan persyaratan agar organisme dapat mengakses atom dan
molekul yang diperlukan untuk reaksi metabolik. Meskipun proses ini juga dapat terjadi
di lingkungan cair, namun atmosfer tetap dibutuhkan. Tanpa atmosfer atau kurangnya tekanan atmosfer, paparan langsung dari radiasi bintang akan menguapkan lautan.
Medan
magnet (kemungkinan). Kerap salah dipahami. Biasanya,
kita melihat medan magnet sebagai sesuatu yang melindungi atmosfer dari
partikel bermuatan dan erosi atmosfer. Hal itu sepertinya masih benar, tapi pemahamannya
kurang lengkap. Medan magnet Venus sebenarnya tidak terlalu kuat, namun masih memiliki
atmosfer yang sangat tebal. Implikasinya adalah atmosfer dalam komposisi
dan kerapatan tertentu dapat menjaga agar partikel tidak meloloskan diri ke luar angkasa, namun jenis atmosfer seperti ini sepertinya
tidak akan ramah. Untuk saat ini, kita masih harus mempertimbangkan medan
magnet sebagai sebuah atribut penting bagi perkembangan kehidupan.
Bagaimanapun juga, medan magnet bukanlah sesuatu yang saat ini dapat kita
pelajari di eksoplanet, karena medan magnet tidak dapat terdeteksi di sekitar
objek kecil dan jauh semacam itu.
Bintang
berumur panjang. Hidup memerlukan waktu untuk berkembang.
Jika menginduk bintang masif yang berumur singkat, kondisi layak huni planet tidak akan terwujud. Karena butuh waktu sekitar
satu miliar tahun sebelum permukaan planet dan tata surya cukup tenang sehingga
organisme bersel tunggal dapat muncul. Suar bintang yang terus
menerus membombardir dan lava panas di permukaan planet, akan menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi organisme apapun.
Bahkan setelah itu, organisme multiseluler membutuhkan waktu 2,9
miliar tahun lagi. Bintang katai tipe M adalah kandidat bintang paling optimal
untuk menemukan dunia layak huni. Salah satu alasannya adalah karena masa
hidup mereka yang sangat panjang, sekitar 100 miliar hingga triliunan
tahun.
Lingkungan
radiasi rendah ultraviolet (UV). Ada banyak yang bisa dijelaskan tentang UV, tapi saya hanya menyampaikannya singkat. Radiasi intens sinar
ultraviolet dan sinar-X membahayakan atmosfer (kerusakan
fotokimia, penguapan), air di permukaan (penguapan laut), dan organisme (kanker,
dll.). Jadi, sebuah planet di sekitar bintang dengan radiasi sinar-X dan UV kuat atau aktivitas suar bintang yang terlalu intens akan berdampak terhadap habitabilitas. Kabar buruk bagi bintang katai tipe M, karena mereka
cukup aktif di wilayah spektrum elektromagnetik ini. Namun, aktivitas sinar-X dan UV bintang
katai akan sedikit menurun seiring bertambahnya usia (rotasi melambat dan medan
magnet melemah), sehingga planet terestrial (berbatu) layak huni di sekitar bintang katai tipe M yang lebih tua memiliki peluang
lebih besar terkait habitabilitas.
Sedikit
Raksasa Gas (relatif). Atribut ini, seperti poin sebelumnya,
bukanlah atribut planet itu sendiri tapi menurut saya cukup penting. Untuk waktu yang lama, kita menganggap Jupiter sebagai teman kita,
melindungi kita dari objek wilayah terluar tata surya yang liar. Ternyata, raksasa
gas lebih cenderung mengarahkan objek-objek tersebut ke arah kita, bukannya mengalihkannya atau melindungi. Selain itu, planet masif di sistem planet bintang
katai tipe M (sistem yang paling berpotensi untuk menemukan planet layak huni) dapat mengganggu pembentukan planet terestrial yang lebih kecil sebab memberikan cukup banyak gangguan pasang surut, sehingga akumulasi inti planet tidak dapat terbentuk. Jadi habitabilitas akan sulit terbentuk dalam
sistem planet yang memiliki raksasa gas.
Rotasi. Untuk
2 alasan: Pertama, penting untuk menjaga medan magnet. Kedua, 1
banding 1 (1 rotasi per orbit). Planet yang mengalami penguncian pasang surut akan mengalami masalah
sirkulasi atmosfer. Satu sisi planet akan sangat panas, sedangkan sisi sebaliknya sangat dingin. Untuk atmosfer yang tebal, sirkulasi panas masih
mungkin terjadi dan mungkin ada area layak huni di dekat sisi siang dan malam. Untuk atmosfer tipis, yang mungkin terjadi adalah molekul-molekul gas di atmosfer dipanaskan di sisi siang hari, disirkulasikan di sisi malam dan
membeku menjadi es. Fenomena ini akan berlanjut sampai semua atmosfer membeku,
setelah diendapkan di sisi malam.
Eksentrisitas
orbital rendah. Semakin melingkar orbit, semakin baik.
Orbit yang sangat eksentrik berarti planet akan menghabiskan sebagian dari waktunya untuk berada sangat dekat dengan bintang induk dan menerima banyak energi, sementara sisanya dihabiskan
lebih jauh dari bintang induk, sehingga energi yang diterima tidak maksimal. Lingkungan planet
yang lebih stabil berarti semakin besar kemungkinan kehidupan dapat berkembang
tanpa harus beradaptasi dengan variabilitas musiman yang kompleks.
Lempeng
Tektonik. Yang satu ini sedikit kurang jelas dan sangat rendah
dalam daftar menyangkut apa yang harus dimiliki oleh eksoplanet untuk menopang kehidupan. Secara singkat, lempeng tektonik memberikan panas dan energi
ke permukaan planet dan memainkan peran penting dalam pencampuran
kimia sekaligus potensi pelepasan gas yang krusial. Mungkin tidak terdengar terlalu hebat (kehidupan di Bumi tidak mau gunung berapi memuntahkan abu dan
CO2), tetapi juga memicu mekanisme yang mengakibatkan air, oksigen, dan
elemen berat lainnya dapat diakses di permukaan.
Ditulis oleh: Quora, kontributor www.huffingtonpost.com
Ditulis oleh: Quora, kontributor www.huffingtonpost.com
Sumber:
Can Exoplanets Support Life?
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar