Langsung ke konten utama

Dua Kelas Dunia Asing Kecil: Bumi Super dan Neptunus Mini

pohon-keluarga-eksoplanet-di-galaksi-bima-sakti-astronomi
Pohon keluarga eksoplanet di galaksi kita! Planet dilahirkan dari cakram gas dan debu yang berputar atau cakram protoplanet. Cakram tumbuh menjadi planet-planet raksasa seperti Jupiter, dan planet-planet yang lebih kecil seukuran Bumi dan Neptunus, termasuk eksoplanet yang kerap disebut Bumi super dan Neptunus mini.
NAOYUKI NODA/GETTY IMAGES/NASA/KEPLER/CALTECH (T. PYLE)

Katalog baru penemuan eksoplanet yang dihasilkan oleh Teleskop Antariksa Kepler NASA, telah mengungkap dua kelompok eksoplanet berukuran kecil, sebuah temuan yang mungkin akan memberikan dampak cukup besar terhadap upaya pencarian kehidupan di luar Bumi.

“Katalog Kepler adalah divisi utama baru dari keluarga pohon planet, yang dianalogikan layaknya hewan mamalia dan kadal sebagai dua cabang pohon kehidupan yang berbeda,” kata profesor astronomi Andrew Howard dari Institut Teknologi California dalam sebuah pernyataan.

Katalog Kepler

Selama menjalankan misi utamanya,  Kepler menatap satu area kecil langit tanpa henti selama empat tahun (dari 2009-2013), untuk mempelajari kecerahan lebih dari 150.000 bintang di rasi bintang Cygnus dan Lyra. Meskipun terus mengumpulkan data sebagai bagian perluasan misi “K2”, katalog yang tersedia bagi publik ini menandai rilis terakhir misi original Kepler.

Kepler mendeteksi eksoplanet, atau planet yang mengorbit bintang selain Matahari, menggunakan “metode transit”. Metode ini bergantung pada transit planet yang melintas di depan bintang induk menurut sudut pandang kita. Eksoplanet menghalangi kilau cahaya bintang induk saat transit, Kepler kemudian mengukur diameter planet berdasarkan seberapa banyak cahaya bintang induk yang dihalanginya. Untuk mengeliminir kesalahan seperti bintik bintang atau penyimpangan instrumental, Kepler harus mendeteksi sejumlah transit sebelum eksoplanet dapat dikonfirmasi. Sebelum dikonfirmasi, maka deteksi transit tetap dianggap sebagai “kandidat eksoplanet”. Pada tanggal 19 Juni 2017, NASA mengumumkan deteksi 219 kandidat eksoplanet, 10 di antaranya adalah dunia seukuran Bumi yang mengorbit di zona layak huni bintang induk masing-masing.

Zona layak huni bintang adalah wilayah orbit planet yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin yang menopang air cair di permukaan. Karena air cair sangat dibutuhkan oleh kehidupan yang kita kenal, maka upaya pencarian planet dalam rentang ukuran Bumi yang mengorbit dari zona layak huni merupakan salah satu misi sains terpenting manusia.

Kepler telah mendeteksi 4.034 kandidat eksoplanet, identitas 2.335 di antaranya telah dikonfirmasi sebagai eksoplanet. Lebih dari 30 eksoplanet seukuran Bumi yang berada di zona layak huni telah dikonfirmasi, sementara 20 lainnya masih menunggu konfirmasi.

Dengan semakin bertambahnya katalog Kepler, para astronom dapat menggunakan analisis statistik untuk menentukan berbagai tipe eksoplanet di galaksi kita. Dan melalui kerja sama dengan Observatorium W. M. Keck di Hawaii, para astronom berhasil membuat penemuan yang cukup menarik.

Katak dan Eksoplanet

Eksoplanet hadir dalam segala ukuran, mulai dari dunia berbatu yang berukuran lebih kecil daripada Bumi hingga raksasa gas bengkak beberapa kali lipat ukuran Jupiter. Untuk menggolongkan mereka, para astronom menemukan fakta bahwa dalam demografi eksoplanet yang lebih kecil, Bima Sakti tampaknya cenderung mengarahkan eksoplanet ke dalam Bumi super atau Neptunus mini, dengan hanya segelintir planet yang berada di antara keduanya.

“Kami baru saja menemukan fakta bahwa apa yang selama ini kami anggap sebagai satu tipe dalam penggolongan eksoplanet, sebenarnya adalah dua kelas planet yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula,” ungkap mahasiswa pascasarjana Benjamin “B. J.” Fulton dari Institut Teknologi California dan Institut Astronomi Universitas Hawai, selama press release.


eksoplanet-kecil-tergolong-dalam-kelas-bumi-super-dan-neptunus-mini-astronomi
Kebanyakan planet yang ditemukan Kepler sejauh ini tergolong ke dalam dua kelas ukuran, yaitu Bumi super dan Neptunus mini. Histogram ini menunjukkan jumlah planet per 100 bintang yang menunjukkan ukuran planet relatif terhadap Bumi.
NASA/AMES/CALTECH/UNIVERSITY OF HAWAII (B.J. FULTON)

Analogi ini serupa dengan ahli biologi yang menemukan spesies baru katak di hutan hujan Amazon, namun setelah ratusan spesimen dikumpulkan dan dipelajari, ternyata katak hanya memiliki dua ukuran yang berbeda. Para ahli taksonomi kemudian memutuskan bahwa kedua katak adalah spesies katak “biasa” dan katak “kecil”.

Tapi sebelum mendeklarasikan “spesies” eksoplanet, para periset perlu melakukan penelitian secara lebih mendetail. Jadi, selama lima tahun ekspedisi penelitian, mereka menggunakan Observatorium Keck untuk mengamati bintang induk yang ditemukan Kepler. Mereka dapat menentukan ukuran eksoplanet dengan akurat setelah ukuran bintang induk diketahui.

Para periset kemudian menemukan sebuah pola, sebagaimana dirinci dalam makalah studi yang diterbitkan di The Astrophysical Journal. Dari ribuan eksoplanet, baik yang telah dikonfirmasi maupun yang masih kandidat, galaksi kita tampaknya memiliki preferensi yang kuat untuk dua tipe eksoplanet kecil, yaitu dunia berbatu yang berukuran 1,75 kali lebih besar daripada Bumi dan dunia gas berukuran antara 2 hingga 3,5 kali lebih besar daripada Bumi. “Spesies” eksoplanet ini kemudian dikenal sebagai “Bumi super” dan “Neptunus mini”. Menariknya, ada celah di antara kedua kelompok tersebut, yaitu eksoplanet langka dengan rentang ukuran antara 1,75 hingga 2 kali lipat diameter Bumi.

“Sebagian besar planet di kelompok pertama mungkin mirip dengan Bumi, dengan permukaan yang berbatu dan memiliki sedikit atau tidak memiliki atmosfer. Planet di kelompok kedua mungkin lebih mirip dengan Neptunus, memiliki atmosfer tebal dan tidak memiliki permukaan untuk dibicarakan.” Fulton menambahkan. “Planet ukuran menengah di antara kedua kelompok ukuran ini relatif jarang. Inilah divisi utama baru dalam pohon keluarga eksoplanet.”

Tapi mengapa galaksi kita secara istimewa dapat menghasilkan dua kelompok eksoplanet dalam ukuran tertentu? Penjelasannya adalah karena: “Dalam waktu yang sangat lama, sedikit demi sedikit hidrogen dan gas helium terkikis,” Howard menjelaskan. “Jadi, jika sebuah planet memperoleh hanya 1% hidrogen dan helium dalam hal massa, jumlah ini cukup untuk melompati celah (di antara kedua kelompok untuk menjadi Neptunus mini). Mereka adalah planet berbatu dengan balon gas besar di sekitar mereka. Hidrogen dan helium yang ada di dalam balon tidak terlalu berkontribusi terhadap sistem massa planet secara keseluruhan, namun tetap menyumbang volume planet, sehingga memperbesar ukuran planet.”

Jika tidak mampu mempertahankan lapisan gas, maka eksoplanet akan segera bergabung ke dalam kelas Bumi super dengan sedikit atau tanpa atmosfer.

“Atmosfer planet yang mengorbit bintang induk dari jarak dekat rentan terpapar ledakan radiasi ekstrem dari bintang induk,” kata Fulton.


ilustrasi-pembentukan-planet-di-galaksi-bima-sakti-astronomi
Ilustrasi ini menyorot bagaimana pabrik planet di galaksi kita mungkin beroperasi. Gravitasi, gas, massa dan panas, memainkan peran kunci yang menentukan kelas planet, Neptunus mini atau Bumi super.
NASA/KEPLER/CALTECH (R. HURT)

Hasil studi dipastikan akan membawa implikasi untuk pencarian kehidupan di luar Bumi. Dengan “mempertajam garis pemisah” antara kedua kelompok eksoplanet kecil ini, Fulton berpendapat para astronom dapat memilih dengan lebih baik lokasi untuk mencari bentuk kehidupan asing di Bumi super yang layak huni daripada di Neptunus mini yang tidak ramah terhadap kehidupan.

Fakta Menarik

Jika eksoplanet berukuran kecil semacam ini begitu umum di galaksi kita, lantas mengapa tidak ada Bumi super atau Neptunus mini di tata surya kita? “Sungguh menarik mengetahui tata surya kita tidak memiliki Bumi super atau Neptunus mini, meskipun tipe planet ini adalah yang paling umum di galaksi kita,” pungkas Fulton. “Saya yakin Anda pernah mendengar hasil penelitian terbaru tentang sebuah planet yang diperkirakan bersembunyi di wilayah terluar tata surya yang disebut “Planet Kesembilan”. Planet hipotesis ini akan masuk ke dalam salah satu kelas, Bumi super atau Neptunus mini. Penemuan Planet Kesembilan mungkin akan menjawab pertanyaan ini.”

Ditulis oleh: IAN O'NEILL, science.howstuffworks.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...