Langsung ke konten utama

Ilmu Pengetahuan Masih Tidak Tahu Bagaimana Alam Semesta Ada

Setelah melakukan pengukuran paling akurat terhadap magnetisme materi dan antimateri, para ilmuwan kini justru merasa heran bagaimana alam semesta bisa eskis.

Menurut Model Fisika Standar, alam semesta seharusnya tidak eksis. Karena setelah Big Bang, materi dan antimateri yang setara dalam hal jumlah seharusnya saling memusnahkan satu sama lain. Materi dan antimateri sangat identik, kecuali muatan listrik mereka yang saling bertentangan. Jadi kapan pun bertemu, mereka akan saling memusnahkan.

Para periset telah bekerja keras untuk mencari perbedaan antara proton dan antiproton yang diharapkan membantu menjelaskan mengapa alam semesta tidak hancur saat dilahirkan.

inti-galaksi-bima-sakti-dalam-inframerah-spitzer-astronomi
Gambar inframerah dari Teleskop Antariksa Spitzer NASA ini memperlihatkan ratusan ribu bintang di wilayah pusat galaksi Bima Sakti.
Kredit: NASA/JPL-Caltech

Saat ini, para fisikawan yang tergabung dalam kolaborasi BASE di CERN, telah mampu mengukur kekuatan magnetik antiproton dengan presisi yang bisa dikatakan "hampir tidak dapat dipercaya". Dan tetap saja, mereka tidak menemukan apapun.

BASE (Baryon Antibaryon Symmetry Experiment) adalah eksperimen pengukuran paling akurat terhadap momen magnetik proton dan antiproton untuk membandingkan materi dengan antimateri. Berasal dari kata Yunani yang berarti berat, barion merupakan partikel komposit subatom yang terdiri dari tiga kuark. Pada saat diberi nama, sebagian besar partikel dasar memiliki massa lebih rendah daripada barion. Barion adalah proton dan neutron yang membentuk sebagian besar massa material kasat mata di alam semesta.

Sementara CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire) adalah sebuah kompleks laboratorium akselerasi partikel terbesar di dunia yang terletak di perbatasan Perancis dan Swis, persis di sebelah barat Jenewa

“Semua observasi kami menunjukkan simetri yang sempurna antara materi dan antimateri, itulah sebabnya alam semesta seharusnya tidak bisa eksis,” ungkap penulis utama makalah studi Christian Smorra dalam sebuah pernyataan. “Berarti telah terjadi asimetri, tapi kita sama sekali tidak mengerti di mana asimetri tersebut dan apa yang menyebabkan simeteri terputus?”

Kolaborasi multinasional BASE di pusat penelitian Eropa CERN berupaya untuk mengungkap sifat magnetik proton dan antiproton melalui tingkat ketelitian yang sangat tinggi selama sepuluh tahun terakhir. Mereka ingin menemukan apakah daya magnetik antiproton setara dengan daya magnetik proton. Kolaborasi mempublikasikan pengukuran presisi tinggi “g-factor”, atau gaya medan magnet, pada bulan Januari lalu, namun hasil penghitungan yang dilakukan baru-baru ini telah meningkat hingga 350 kali lebih akurat.

Para ilmuwan bisa memperoleh pengukuran yang lebih baik menggunakan dua alat yang disebut “Penning trap”, yang menangkap antiproton di medan listrik dan medan magnet. Sebelumnya, mereka hanya menggunakan satu Penning trap, dan sangat dibatasi oleh inhomogeneity magnetik ultra kuat. Setelah menggunakan dua Penning trap, mereka berhasil mengatasi keterbatasan ini.

penning-trap-untuk-menjebak-antimateri-astronomi
Penning Trap

Penning Trap adalah nama akselerator kecil yang digunakan oleh para ilmuwan untuk menyimpan antimateri. Penning Trap menjaga anti materi untuk tetap berada di tengah dan tidak bergerak ke sana kemari, karena ditahan oleh medan magnet dan medan listrik.

Ditulis oleh: Brid-Aine Parnell, kontributor forbes.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...