Langsung ke konten utama

C/2017 U1 Diprediksi Sebagai Komet Antarbintang Pertama

Pengamatan awal menunjukkan sebuah komet yang tidak mengorbit Matahari.

komet-lovejoy-melintas-di-belakang-atmosfer-bumi-astronomi
Komet Lovejoy difoto dari Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh Komandan Ekspedisi 30 Dan Burbank pada tanggal 22 Desember 2011.

Pekan lalu, para astronom yang menggunakan teleskop PanSTARRS 1 di gunung berapi Haleakalā, pulau Maui, telah melihat sebuah objek yang mereka yakini sebagai komet pertama yang tidak mengorbit Matahari.

Komet yang diberi kode C/2017 U1 ini, nampaknya berasal dari arah rasi bintang Lyra dan obervasi awal menunjukkan orbit yang sangat eksentrik dibandingkan seluruh komet yang telah diketahui. Eksentrisitas mencapai angka 1,1815, membawa komet ke lintasan orbit hiperbolik antarbintang. Observasi telah dipublikasikan hari ini oleh Astronomical Union's Minor Planet Center.

Eksentrisitas orbit suatu objek astronomi adalah jumlah ketika orbitnya melenceng dari lingkaran sempurna. 0 berarti lingkaran sempurna, 1,0 adalah parabola dan tidak lagi berupa orbit tertutup.

Para astronom telah melacak komet sejak zaman baheula, tapi belum ada satu pun yang pernah melihat komet yang tidak berasal dari suatu lokasi di tata surya, baik dari Sabuk Kuiper atau dari Awan Oort. Tetapi C/2017 U1, memasuki tata surya dari bidang orbit yang hampir tegak lurus dan melintas dari jarak yang relatif dekat dengan Bumi, yaitu 24.000.000 km atau sekitar 50% jarak Bumi-Mars. Orbit komet sangat aneh, karena orbit secara signifikan menyimpang dari orbit melingkar, membuat para astronom yakin bahwa ia berasal dari luar tata surya.

lintasan-hiperbolik-komet-c/2017-u1-berasal-dari-ruang-antar-bintang-astronomi
Lintasan nominal komet hiperbolik C/2017 U1.
Tony873004/Wikimedia

Pertama kali terlihat pada tanggal 18 Oktober, C/2017 U1 telah diamati selama enam hari. Gambaran kecil tentang lintasan C/2017 U1 menunjukkan orbit ekstrem yang merujuk kepada bintang lain tempat ia berasal, meskipun dibutuhkan observasi tindak lanjut untuk mengkonfirmasinya.

“Observasi tindak lanjut terhadap objek ini sangat diharapkan,” tulis makalah studi yang menyertai data orbital untuk C/2017 U1 di situs Minor Planet Center. “Jika tidak ada masalah serius dengan sebagian besar astrometri yang tercantum di bawah ini, orbit yang sangat hiperbolik adalah satu-satunya solusi yang tepat ... Jika observasi tindak lanjut mengkonfirmasi sifat orbit yang tidak biasa ini, objek ini mungkin merupakan kasus pertama komet antarbintang.”

Batuan angkasa tersebut terbang pada jarak 37.600.000 km dari Matahari di dalam orbit Merkurius, kemudian terakselerasi karena gaya gravitasi sehingga mengelilingi Matahari dan mengarah di antara orbit Bumi dan Mars. Lintasan terdekatnya dari Bumi terjadi pada tanggal 14 Oktober. Selanjutnya, komet akan terbang kembali ke ruang antarbintang dan diprediksi tidak akan pernah mengunjungi tata surya lagi.

Sebuah komet yang terlalu dekat dengan Matahari dapat dimusnahkan oleh panas Matahari, namun C/2017 U1 tampaknya telah melesat mengelilingi bintang induk kita dengan cukup cepat untuk meloloskan diri tanpa “cedera”. Komet melaju dengan kecepatan 26 km per detik menurut situs Sky & Telescope. Dengan kecepatan itu, C/2017 U1 bisa menempuh perjalanan melintasi ruang angkasa hampa hingga 150 tahun cahaya dalam waktu 10 juta tahun.

"Berdasarkan kecerahannya, diameter komet diprediksi sekitar 160 meter, jika komet merupakan batuan dengan tingkat refleksi permukaan 10%,” sebagaimana dilaporkan oleh Sky & Telescope. Komet Bowell (C/1980 E1), yang ditemukan oleh astronom Amerika, Edward L. G. Bowell pada bulan Februari 1980, adalah satu-satunya komet lain yang dianggap berasal dari ruang antar bintang saat pertama kali ditemukan. Namun, observasi tindak lanjut mengungkap bahwa komet Bowell berasal dari tata surya kita sendiri dan didorong oleh Jupiter ke lintasan yang akan mengirimnya keluar dari tata surya.

Saat ini, para astronom di seluruh dunia mengarahkan teleskop mereka ke C/2017 U1 untuk mengkonfirmasi apakah "tamu" misterius ini memang berasal dari sistem bintang lain.

Ditulis oleh: Jay Bennett, popularmechanics.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...