![]() |
Shutterstock |
Bagaimana mungkin Matahari bisa memiliki pengaruh gaya
tarik gravitasi terhadap semua planet tata surya, jika ia tidak padat? Pertanyaan
ini awalnya muncul di situs Quora: sebuah tempat untuk mendapatkan dan berbagi
pengetahuan, memberdayakan orang untuk belajar dari orang lain dan lebih
memahami dunia.
Dijawab oleh Viktor T. Toth, IT pro,
fisikawan paruh waktu, di Quora:
Jika menurutmu Bumi itu padat, mohon
dipikirkan lagi.
Diameter Bumi sekitar 13.000 kilometer. Kerak "padat" tempat kita berdiri saat ini, paling banter ketebalannya hanya beberapa puluh kilometer. Sedangkan sisanya, berada dalam
keadaan cair.
Bayangkanlah sebuah bola pantai yang besar,
kemudian isilah dengan air. Analogi ini sebenarnya sangat akurat untuk menggambarkan wujud Bumi yang sebenarnya. Kecuali lapisan kulitnya yang tidak mudah robek, bagian-bagian Bumi sering bergeser dan retak dari waktu ke waktu. Itulah sebabnya semua objek dalam wujud cair
dari bagian bawah Bumi dapat sampai ke permukaan sepanjang waktu (seperti di gunung berapi) dan karena itulah lapisan "padat"
seringkali tidak sama sekali padat (bayangkan gempa bumi).
Sementara itu, interior Matahari secara teknis memang berbentuk gas, tapi "gas" ini sebenarnya
berkali-kali lebih tebal daripada beton, kepadatannya jauh melebihi timbal atau
uranium.
Untungnya, semua ini tidak ada hubungannya
dengan gravitasi. Masa jenis, tekanan, viskositas (kekentalan) dan faktor-faktor
yang serupa tidak relevan. (Hampir seluruhnya, dalam teori relativitas, mereka memiliki
kontribusi dalam koreksi kecil, tapi kita tidak akan membahas tentang hal itu.)
Satu-satunya hal yang terpenting dalam gravitasi
adalah massa. Medan gravitasi Matahari adalah yang terkuat karena massa
Matahari kira-kira 300.000 kali massa Bumi. Medan gravitasi Matahari tidak akan
berubah meskipun kita membekukan Matahari menjadi berbentuk padat. Tidak ada bedanya.
Ya, saya tahu tentang wujud padat (setidaknya
sejauh bagian-bagiannya tidak bergeser),
inti terdalam dan mantel padat yang keras tetap berperilaku layaknya cairan yang
sangat kental dalam rentang waktu yang lama. Saya hanya tidak ingin memulai
kuliah geologi. Intinya, Bumi hampir berbentuk bulat sempurna karena di sepanjang rentang waktu geologi, ia berperilaku dalam bentuk cairan hampir
bulat sempurna di bawah pengaruh gaya gravitasinya sendiri.
Ditulis
oleh: Quora, kontributor forbes.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar