![]() |
15 planet berbatu miripi Bumi. Sumber Gambar: Universitas Princeton |
Para astronom telah menemukan sebuah bintang
mirip Matahari yang terletak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi, mengkonsumsi
planet-planet berbatu setara 15 Bumi.
Dijuluki Kronos, raksasa rakus dalam mitologi
Yunani, inilah kasus paling dramatis mengenai bintang mirip
Matahari yang mengkonsumsi planet-planetnya sendiri, ungkap penulis utama makalah studi astrofisikawan Semyeong Oh dari Universitas Princeton di New Jersey.
"Bahkan jika Matahari kita memakan
seluruh planet terdalam, tetap belum mendekati anomali yang kita lihat
di bintang ini," tambah rekan penulis makalah studi David Hogg dari Institut
Flatiron di New York. Penelitian tidak dari semula mencari bintang pemakan
planet. Semyeong Oh sedang menganalisis katalog data bintang yang
dikumpulkan oleh pesawat antariksa Gaia ESA (Badan Antariksa Eropa) dan hanya menyorot sepasang bintang dengan kecepatan dan lintasan yang sama. Pasangan semacam
itu biasanya adalah bintang kembar yang terbentuk berdekatan dari material serupa.
Analisis data justru mengarah ke identifikasi
Kronos dan kembarannya Krios yang kurang begitu dikenal. Kode resmi mereka
adalah HD 240430 dan HD 240429. Tim awalnya berusaha mengkonfirmasi bahwa kedua bintang yang terpisah dalam jarak relatif jauh sebenarnya adalah bintang biner, sembari mempelajari pola kelimpahan kimiawi Kronos
yang sangat tidak biasa, jelas Semyeong dalam sebuah pernyataan yang diriliis
oleh Universitas Princeton.
Sistem biner lain yang terpisah jauh juga kerap ditemukan memiliki unsur kimia yang berbeda, jelas Semyeong Oh, tapi tidak ada yang
sehebat Kronos dan Krios. Sebagian besar bintang kaya logam seperti
Kronos "memiliki semua elemen lainnya yang disempurnakan pada tingkat yang
sama," katanya, "sementara Kronos memiliki elemen volatil yang
tertekan, membuatnya sangat aneh dalam konteks umum pola kelimpahan
bintang." Dengan kata lain, Kronos juga mengandung kadar mineral batuan yang
luar biasa tinggi, termasuk magnesium, aluminium, silikon, besi, kromium dan
itrium, tanpa tingkat senyawa volatil yang setara, yakni senyawa yang paling
sering ditemukan dalam bentuk gas, seperti oksigen, karbon, nitrogen dan
potasium, menurut tim.
Tim juga mempertimbangkan penjelasan alternatif untuk perbedaan kimiawi. Penjelasan
potensial termasuk satu bintang yang lebih tua daripada bintang pengiring; kedua bintang terbentuk dari awan gas yang berbeda; atau awan gas induk pembentuk sepasang bintang tidak tercampur rata. Berdasarkan sifat bintang seperti kecepatan
dan komposisi, para peneliti menyimpulkan penjelasan alternatif tidak memadai. "Kami kemudian mulai membahas kemungkinan
penyebab mengapa dua bintang kembar bisa memiliki kandungan kimiawi yang berbeda," ujar Semyeong Oh.
Meskipun para peneliti tidak memiliki bukti
langsung tentang keberadaan planet-planet yang mengorbit bintang biner,
gagasan tentang bintang pemakan planet adalah yang paling masuk akal berdasarkan
data. Perbedaan komposisi antara Kronos dan Krios yang paling menonjol adalah unsur-unsur
seperti besi, silikon, magnesium dan logam litium yang membentuk sebagian besar
planet berbatu seperti Bumi. Karena unsur-unsur ini hanya terkonsentrasi di
lapisan luar Kronos, dan bukannya bercampur di seluruh bagian bintang itu
sendiri, para periset menyimpulkan Kronos mungkin telah
mengkonsumsi material berbatu dari planet-planet yang mengelilinginya satu
miliar tahun atau lebih setelah terbentuk. Material tambahan tersebut mengubah
komposisi lapisan terluar Kronos relatif terhadap kembarannya. Dari
data tersebut, para peneliti memprediksi Kronos telah menelan material
sebanyak 15 kali massa Bumi. Sebagai perbandingan, seluruh wilayah terdalam tata surya hanya mengandung kira-kira dua kali material massa berbatu setara Bumi.
Studi sebelumnya memang pernah menunjukkan bukti serupa
tentang bintang tipe katai putih yang memakan planet-planetnya sendiri, dan
bahkan Matahari kita tidak akan pernah melakukan tindakan ekstrem seperti itu.
Semyeong Oh bersama para kolega juga mengusulkan
bahwa perubahan komposisi Kronos terjadi setelah melintas dekat dengan bintang
lain. Interaksi gravitasi dengan bintang yang dilewatinya meregangkan orbit-orbit
planet terluar Kronos sehingga akhirnya mereka berakhir ke orbit sistem terdalam. Selanjutnya, gravitasi mereka menyebabkan planet-planet berbatu terdalam jatuh ke bintang. Jika penjelasan ini benar,
rilis data Gaia masa depan dapat mengungkap planet-planet dengan orbit
elips yang sangat eksentrik di sekitar Kronos, kata Semyeong Oh. Krios, kembaran
Kronos ternyata cukup jauh dari bintang lain sehingga sistem planetnya tetap
tidak terpengaruh atau memiliki lebih sedikit planet berbatu untuk dikonsumsi.
Yang terpenting, penelitian juga
mengungkap jendela baru tentang bagaimana tata surya berevolusi dari
waktu ke waktu, kata rekan penulis makalah studi Price Whelan. Teleskop biasanya
hanya memberikan gambaran tentang kehidupan bintang, bukan bagaimana bintang berevolusi
dari waktu ke waktu. "Kami berasumsi bahwa begitu bintang lahir, kandungan
kimiawi mereka akan tetap," pungkasnya. "Hal ini merupakan bukti bahwa lebih
banyak bintang yang berevolusi."
Ditulis oleh: IANS, indianexpress.com dan
simonsfoundation.org
Sumber:
Astronomers find Sun-like star that devoured its own planets dan A Star That Devoured Its Own Planets
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar