Sejak umat manusia pertama kali mengalihkan pandangannya ke langit, kini kita telah menyadari
tentang riwayat eksistensi kita di alam semesta, termasuk semua yang ada saat ini dan nasib pamungkas kita, yang secara harfiah ditulis oleh kosmos.
Pemahaman kita tentang bagaimana sebenarnya alam semesta itu, bagaimana terbentuk dan bagaimana semua hal itu terjadi, meningkat secara drastis setiap kali kita membangun
instrumen generasi baru untuk menyelidiki bintang, galaksi, dan ruang angkasa jauh. Teleskop Antariksa Hubble telah
memberi kita lompatan besar dan memperlihatkan wujud sejati alam semesta. Tak lama lagi, Teleskop Antariksa James Webb akan memberi kita
lompatan yang setara, untuk mengungkap riwayat kosmos secara lebih mendetail. Untuk memperoleh lompatan yang lebih besar
lagi, tentunya kita harus memimpikan hal yang besar pula, demi menjawab pertanyaan-pertanyaan terbesar di bidang astronomi. Hanya LUVOIR, sebuah teleskop antariksa berukuran 15,1 meter yang saat ini sedang diusulkan dengan 40
kali lipat ketajaman melampaui Hubble, mendorong manusia untuk berani
menyelesaikan teka-teki itu.
LUVOIR,
sebuah konsep untuk Observatorium Large
UltraViolet, Optical, and InfraRed, pada dasarnya menyerupai Hubble tapi dalam versi yang jauh lebih baik. LUVOIR diharapkan mampu melakukan
penelitian ilmiah yang tidak mampu dilakukan teleskop generasi
sebelumnya. Bukan bermaksud meremehkan capaian prestasi Hubble!
Pertimbangkanlah apa yang Hubble telah berikan kepada kita. Revolusi kosmologi, yang mengubah pemahaman kita tentang galaksi dan material yang menyusun mereka, teleskop bermata tajam yang memantau gerak-gerik dinamis tata surya
kita dan membawa kita untuk pertama kalinya memasuki studi atmosfer eksoplanet (planet di luar tata surya). Lensa berukuran 15,1 meter, dengan desain tersegmentasi, kemampuan instrumental yang jauh
melampaui teleskop-teleskop kita saat ini, resolusi
superior, dan lebih banyak lagi, LUVOIR tak sekadar merepresentasikan
peningkatan tahapan secara progresif, tetapi juga transformatif atas observatorium manapun yang
pernah diusulkan.
Saya
berbicara dengan John O'Meara, pimpinan Cosmic
Origins Science untuk LUVOIR, mengenai berbagai topik terkait dengan
teleskop yang masih dalam tahap pengusulan ini. Di setiap arena astronomi yang bisa kita bayangkan, mulai dari tata surya, eksoplanet, bintang, galaksi, gas antargalaksi, materi gelap dan lain-lain, teleskop canggih ini akan mendorong
pengetahuan ilmiah kita lebih maju melalui cara-cara yang tidak bisa dilakukan
oleh teleskop lain. Dengan ukurannya yang besar, dikombinasikan dengan
teknologi mutakhir lainnya, LUVOIR akan menjadi observatorium impian para astronom. Dibandingkan dengan apa yang
bisa kita lakukan hari ini, inilah enam hal luar biasa yang bisa dilakukan oleh LUVOIR!
1. Tata Surya.
Bayangkan bagaimana rasanya mencitrakan secara langsung kepulan uap air di Europa
dan Enceladus, erupsi di Io, atau untuk memetakan medan magnet raksasa-raksasa
gas dari sini, di dekat rumah kita sendiri? Bayangkan melihat dunia yang terletak jauh
di Sabuk Kuiper dan tak sekadar mendapatkan satu piksel cahaya untuk selanjutnya harus diprediksi, tapi sekaligus mengambil gambar dunia itu
sendiri dan memahami fitur-fitur permukaannya? Inilah yang menjanjikan
dari teleskop antariksa tipe 10 meter atau lebih, yang seharusnya tak sekadar mampu mengambil gambar menakjubkan dari dunia-dunia ini, namun juga
untuk mendapatkan spektrum dari berbagai macam fitur yang ada pada mereka.
2. Eksoplanet. Alih-alih
menyimpulkan keberadaan planet dari transit atau goyangan yang mereka
timbulkan ketika mengorbit bintang induk, LUVOIR memiliki kemampuan
untuk mencitrakan mereka secara mendetail. Dengan
coronagraph berkualitas tinggi yang belum pernah ada sebelumnya, dipadukan dengan
ukuran dan lokasinya di luar angkasa, LUVOIR seharusnya dapat menemukan dan mengambil citra ratusan sistem bintang dalam rentang jarak sekitar 100 tahun cahaya untuk
menentukan kandidat eksoplanet dengan potensi kehidupan di dalamnya. Coronagraph
adalah sebuah instrumen yang menghalangi cahaya yang dipancarkan bintang. Dengan mengumpulkan data spektrum, LUVOIR
dapat melakukan apa yang tidak bisa dicapai observatorium lain untuk mencari molekuler biosignatures (jejak biologis) di sekitar ratusan dunia layak huni seukuran Bumi. LUVOIR akan memberikan kita bukti kehidupan di luar tata surya untuk pertama kalinya.
3. Bintang.
Ketika diluncurkan, Hubble membuka jendela baru bagi para astronom observasional, yaitu kemampuan untuk mengukur
karakteristik bintang individu di galaksi Andromeda, yang terletak lebih dari 2 juta tahun cahaya. Dengan LUVOIR, kita dapat melakukan pengukuran yang setara untuk setiap galaksi dalam jarak sekitar 300 juta tahun
cahaya! Untuk pertama kalinya, kita akan bisa mengukur bintang di setiap tipe
galaksi di alam semesta, mulai dari galaksi berbentuk katai, spiral, elips
raksasa hingga galaksi cincin langka, bahkan hingga galaksi-galaksi yang sedang dalam proses penggabungan. Sensus kosmik ini tidak mungkin terwujud tanpa teleskop antariksa besar seperti LUVOIR.
4. Galaksi.
Hubble sangat luar biasa sebab mampu menemukan galaksi-galaksi ketika alam semesta baru berusia 400 juta tahun, hanya 3% dari usianya saat ini. Tapi
galaksi-galaksi jauh sangat langka, karena Hubble hanya bisa melihat yang
paling terang di antara mereka dengan bantuan lensa
gravitasi. Sebaliknya, LUVOIR mampu untuk melihat setiap galaksi,
termasuk yang redup, katai, dan galaksi yang tidak bisa dilihat dengan bantuan lensa gravitasi karena tidak pernah sejajar dari sudut pandang kita. Akhirnya kita dapat belajar tentang
populasi galaksi di alam semesta secara utuh dan untuk mengukurnya hingga
resolusi 300-400 tahun cahaya per piksel, tak peduli seberapa jauh lokasi mereka.
5. Gas antargalaksi.
Hari ini, kita bisa mengambil “pencil beam” dari sebuah galaksi, mengukur
lingkaran halo molekul gas di sekitar galaksi yang berfungsi sebagai tangki
bahan bakar dan pusat daur ulang. Kita bisa mengukur fitur penyerapan gas
ini dan membandingkannya dengan simulasi 3 dimensi terbaik. Tapi dengan LUVOIR, kita bisa langsung mengamati
puluhan atau bahkan ratusan “pencil beam” per galaksi, mengukur dan memetakan
media circumgalactic untuk galaksi manapun. Dalam beberapa kasus, kita bahkan dapat secara langsung menggambarkan sifat emisi dari molekul gas, yang memungkinkan
kita untuk secara langsung membandingkan pengamatan dengan simulasi, tanpa
harus melakukan interpolasi.
6. Materi gelap.
Massa transparan yang tak kasat mata ini bertanggung jawab atas mayoritas
gravitasi di alam semesta, namun kita hanya bisa memetakannya dari pengaruhnya terhadap materi normal. Sebelumnya, para astronom harus melihat properti massal dari galaksi-galaksi lain dan menerapkannya ke Bima Sakti. Karena kita berada di dalamnya, Bima Sakti adalah salah satu galaksi yang paling sulit untuk dipetakan. LUVOIR akan mengubah
semuanya itu. LUVOIR mampu mengukur sifat rotasi galaksi jauh
daripada sebelumnya, menguji bagaimana profil materi gelap di galaksi-galaksi berevolusi selama miliaran tahun. Kita dapat menguji model materi gelap secara eksplisit dengan mengukur pergerakan bintang Bima Sakti secara akurat hingga tingkat ketelitian yang belum pernah dicapai
sebelumnya, sekaligus menganalisis materi terkecil pembentuk galaksi yang saat
ini berada di luar jangkauan teleskop terkuat sekalipun.
![]() |
Perbandingan tampilan simulasi dari wilayah langit yang sama dengan durasi waktu pengamatan yang sama, menggunakan Hubble (kiri) dan LUVOIR (kanan). G. Snyder, STScI/M. Postman, STScI |
Tidak
ada yang lebih baik daripada berada di luar angkasa, tidak peduli seberapa
bagus optik adaptifnya, karena kita tidak akan bisa mengatasi 100% efek atmosfer. Hal
ini terutama terjadi pada panjang gelombang ultraviolet dan inframerah, yang hanya dapat dicitrakan secara akurat dari luar angkasa, mengingat penyerapan atmosfer pada kedua panjang gelombang tersebut. Tidak ada juga
pengganti untuk ukuran lensa, yang menentukan resolusi maksimum yang bisa dicapai dan jumlah daya pengumpulan cahaya. Resolusi LUVOIR enam kali lebih tajam daripada Hubble dan mampu mengambil gambar
dengan ketajaman yang sama sekitar 40 kali lebih cepat. Apa yang LUVOIR amati selama sembilan hari, setara dengan observasi Hubble dalam satu tahun, dan resolusi yang dihasilkan Hubble hanya sebesar 16%.
Sebagaimana
gambar menakjubkan yang diambil oleh pesawat antariksa JUNO di Jupiter, LUVOIR juga mampu mengambil gambar yang kualitasnya setara dari orbit di dekat Bumi, daripada
harus menerbangkan pesawat antariksa ke planet jauh. Ketika mengukur
sinar ultraviolet dari sumber, LUVOIR menggunakan microshutter array di instrumen spektroskopinya untuk mencitrakan berbagai objek secara bersamaan, bukan
hanya satu objek seperti teleskop hari ini. Sebagaimana Hubble bekerja
sama dengan jajaran observatorium berbasis darat terbesar saat ini,
LUVOIR juga akan bekerja sama dengan observatorium tipe 30 meter yang
sedang dibangun, seperti GMT dan ELT, untuk menemukan dan menindaklanjuti benda langit paling redup dan paling jauh yang pernah diketahui oleh manusia.
Sementara James Webb akan menjadi misi astrofisika andalan NASA pada tahun 2020-an, demikian pula dengan WFIRST, LUVOIR direncanakan mulai
beroperasi pada awal tahun 2030-an.
Tapi
penemuan-penemuan potensial semacam inilah yang ingin kita capai. Dengan setiap
lompatan teknologi mutakhir terbaru yang pernah kita alami dalam astronomi dan
astrofisika, pencapaian terbesar dari semuanya adalah sesuatu yang tidak pernah
kita antisipasi sebelumnya. Hal-hal besar yang tidak diketahui tentang alam semesta, termasuk bagaimana keadaannya dalam sistem yang samar, bagaimana
bintang, galaksi, awan gas, dan medium antargalaksi yang paling jauh
berperilaku di sejarah awal alam semesta, semuanya akan terbuka untuk pertama kalinya.
Ada kemungkinan kita akan belajar bahwa kita sangat sombong dan keras kepala di
banyak arena, tapi kita memerlukan data baru berkualitas tinggi ini untuk
menunjukkan jalan kepada kita.
Agar
LUVOIR dapat beroperasi, kita harus menggunakan roket peluncur terbesar dan
terberat yang mampu membawanya ke luar angkasa, yaitu SLS (Space Launch
System) NASA. Kita membutuhkan cermin tersegmentasi untuk mencapai
stabilitas level picometer (sama dengan 1 per 1 trilyun), 10 kali lipat
stabilitas yang lebih baik daripada yang kita capai hari ini. Cermin dan sistem pelapis menuntut teknologi yang melampaui teknologi terbaik saat ini. Dan yang paling ambisius, kita harus mengoperasikannya di titik L2
Lagrange, orbit stabil 1,5 juta kilometer dari Bumi. Dan mengapa kita sangat membutuhkan LUVOIR, saya pikir John O'Meara menjawabnya dengan sangat baik:
Saya yakin LUVOIR adalah bagian penting dari era keemasan sains selanjutnya, ketika kita secara definitif melangkah maju bukan hanya terkait dengan pencarian kehidupan di luar tata surya, tapi juga untuk menceritakan kisah tentang kosmologis. LUVOIR dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar kita sebagai umat manusia yang mencoba memahami tempat mereka di alam semesta. Jika hal itu tidak layak, lalu apa?
Ditulis oleh: Ethan Siegel, www.forbes.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar