![]() |
Terletak di rasi bintang Lepus (Hare dalam bahasa latin), galaksi IRAS 06076-2139 sebenarnya adalah dua galaksi yang saling mendekat satu sama lain. (Foto: ESA/Hubble & NASA) |
Sekitar
500 juta tahun cahaya dari kita, dua galaksi saling mendekat dengan kecepatan mencapai
1.243.000 mil per jam.
Dihitung
sebagai objek kosmik tunggal, galaksi IRAS 06076-2139 yang terletak di rasi bintang Lepus, menyajikan pemandangan aneh namun menakjubkan. ESA (Badan Antariksa Eropa) sering mengarahkan Teleskop Antariksa Hubble untuk mencari interaksi antar galaksi semacam ini, yang membangkitkan minat para astronom guna mempelajari pengaruh yang akan dialami oleh masing-masing galaksi.
Hubble juga mengamati sepasang galaksi yang membentuk IRAS 06076-2139. Mereka terpisah sekitar
20.000 tahun cahaya, tapi dalam skala kosmik jarak ini cukup dekat, sehingga setiap galaksi “akan mendistorsi satu sama lain melalui gaya gravitasi dan akan mengubah struktur galaksi.”
ESA sebenarnya tidak berniat untuk mempelajari perubahan besar skala galaksi tersebut, namun para astronom yang sudah terlanjur mengamatinya, mengembangkan sistem klasifikasi untuk kedua galaksi ini. Jawaban untuk judul artikel ini mungkin tersedia di sistem klasifikasi ini.
“Intimidasi Galaksi”
Menurut
Universitas Swinburne, “intimidasi galaksi”, adalah sebuah istilah sains untuk menggambarkan jenis interaksi yang melibatkan “terbang lintas” antar galaksi. Intimidasi cenderung terjadi di gugus galaksi yang galaksi di dalamnya bergerak saling mendekat satu sama lain.
Jenis
interaksi yang hampir menyerupai hit and
run dapat menghasilkan dampak yang cukup besar bagi galaksi yang
terlibat, walaupun tidak terjadi tabrakan dalam arti yang sesungguhnya. Ketika istilah “Intimidasi
Galaksi” pertama kali digunakan pada tahun 1996, para ilmuwan menjelaskan
bahwa gaya gravitasi dapat mengubah struktur galaksi, bahkan menghilangkan struktur original menjadi struktur “elips tanpa ciri”. Dalam fenomena tertentu, bintang-bintang dan molekul gas ditarik dari tepi galaksi untuk membentuk semacam ekor galaksi.
Meskipun
kita tidak bisa memprediksi dampak interaksi antara galaksi IRAS 06076-2139 di masa lalu, fenomena ini dapat dianggap sebagai "intimidasi galaksi" karena mereka tidak bertabrakan.
Kanibalisme Galaksi
Galaksi bermula dari struktur yang lebih kecil. Mereka mengakumulasi gas dan debu antarbintang untuk memproduksi bintang-bintang baru. Terkadang galaksi muda berukuran kecil tidak dapat berkembang karena gaya gravitasi galaksi yang lebih besar menarik galaksi yang lebih kecil saat melintas di dekat
galaksi besar. Seluruh material bahan baku bintang akan dikanibal oleh galaksi raksasa dan hanya akan menyisakan galaksi kecil yang terentang dalam bentuk datar.
Galaksi
Bima Sakti kita juga telah “mengunyah” material pembentuk bintang dari galaksi-galaksi satelit di sekitarnya. Menurut Aaron Robotham dari University of Western Australia, “Galaksi
Bima Sakti belum bergabung dengan galaksi raksasa lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama,
namun kita masih dapat menemukan sisa-sisa dari semua galaksi yang dulu telah dikanibal
oleh Bima Sakti,” ia menjelaskan kepada Motherboard. Robotham memprediksi “nafsu makan” Bima Sakti harus
dipuaskan, dan kemungkinan besar akan “menyantap” dua galaksi katai terdekat,
Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, sekitar 4 miliar tahun yang akan
datang.”
Tabrakan dan Penggabungan Galaksi
Lebih
dari sekadar “serempetan” kosmik ataupun terbang lintas, interaksi dapat berakhir dalam sebuah fenomena tabrakan antar galaksi. Lebih tepatnya
adalah tabrakan antara gaya gravitasi masing-masing galaksi. Galaksi, sebagaimana dijelaskan oleh situs Herschel Space Observatory, mengandung bintang, gas, debu dan materi gelap, yang berputar mengitari pusat galaksi, menciptakan dan memengaruhi medan gravitasi. Jadi, saat medan gravitasi antar
galaksi ini terlalu dekat, interaksi yang terjadi adalah kontak tarik
menarik antara gaya gravitasi, bukannya kontak fisik benturan secara
langsung antara bintang dan planet. Seperti “intimidasi galaksi”,
tabrakan galaksi dapat mendorong bintang dan molekul gas untuk bergeser dari posisinya semula. Gelombang kejut yang dihasilkan oleh tabrakan dapat mengompres debu dan gas antarbintang yang memicu produksi banyak bintang baru.
Tabrakan
tidak selalu berakhir dengan penggabungan dua galaksi menjadi galaksi tunggal. Meskipun bertabrakan, terkadang galaksi melaju cukup cepat dan dapat terus melanjutkan perjalanan melalui kosmos, dengan sedikit
“penyok” dan bentuk yang berbeda, namun tetap melaju dengan kecepatan yang sama
seperti semula. Sebaliknya jika melaju kurang cepat, kedua galaksi yang terlibat tabrakan akan melambat untuk bergabung menjadi galaksi tunggal yang lebih besar dalam waktu jutaan tahun.
Fenomena tabrakan dan penggabungan galaksi kerap terjadi di alam semesta. Bahkan,
Bima Sakti kita sendiri diduga telah bergabung dengan galaksi lain di masa
lalu.
Takdir Pamungkas Bima Sakti
![]() |
Galaksi Andromeda mengarah ke Bima Sakti. (Foto: NASA/JPL-Caltech/Wikimedia Commons) |
Jangan mengira kita akan aman dari tabrakan galaksi, karena Andromeda, galaksi tetangga terbesar, berada di jalur lintasan untuk langsung bertabrakan dengan Bima Sakti. Peristiwa ini diperkirakan
akan terjadi sekitar 4-5 miliar tahun yang akan datang.
Proses tabrakan dan penggabungan antara Bima Sakti dan Andromeda diproyeksikan akan
menjadi proses yang sangat lamban. Para ilmuwan mengatakan kepada Smithsonian magazine bahwa mereka awalnya mungkin hanya saling mengorbit. Orbit akan memperlambat laju pergerakan yang mengarah ke penggabungan untuk membentuk “bola bintang tiga
dimensi” atau galaksi elips.
Penggabungan
ini kemungkinan tidak terlalu berdampak bagi tata surya kita. Bintang dan
planet anggota Andromeda tidak akan terpental ke tata surya kita. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, tata surya kita kemungkinan akan didorong ke sebuah lokasi baru di dalam galaksi elips raksasa baru.
Ditulis
oleh: Noel Kirkpatrick, mother nature network, www.mnn.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar