Langsung ke konten utama

Berapa Banyak Sistem Planet di Galaksi Kita?

Tata surya kita adalah salah satu sistem planet dengan sebuah bintang dan planet-planet yang mengorbit di sekitarnya. Sistem planet kita adalah satu-satunya yang secara resmi disebut "tata surya," namun para astronom telah menemukan lebih dari 2.500 bintang selain Matahari dengan planet-planet yang mengorbit mereka di galaksi Bima Sakti kita. Dan tak terhitung banyaknya sistem planet di luar sana yang menunggu untuk ditemukan!
                              
Matahari kita hanyalah satu dari sekitar 200 miliar bintang di galaksi kita. Jumlah yang memberikan para ilmuwan banyak tempat untuk berburu eksoplanet, atau planet di luar tata surya. Tapi kemampuan kita baru masih dalam tahap perkembangan, butuh waktu cukup lama untuk sampai ke titik yang memungkinkan para astronom untuk benar-benar menemukan sistem planet seperti tata surya kita.

sistem-keplanetan-bintang-hr-8799-informasi-astronomi
Dalam ilustrasi ini, tiga planet muda menelusuri orbit di sekitar sebuah bintang induk yang disebut HR 8799, yang terletak sekitar 130 tahun cahaya dari Bumi.
Kredit gambar: Gemini Observatory Artwork oleh Lynette Cook

Mengapa Sulit Menemukan Eksoplanet?

Bahkan, bintang tetangga terdekat jaraknya triliunan mil. Dan seluruh bintang tentunya berukuran jauh lebih besar dan terang daripada planet-planet yang mengelilingi mereka. Menemukan planet yang mengorbit sebuah bintang bagaikan melihat kunang-kunang yang terbang di dekat lampu mercusuar dari jarak beberapa mil.

mengamati-eksoplanet-seperti-mengamati-kunang-kunang-di-dekat-mercusuar-informasi-astronomi
Mengamati eksoplanet di sekitar bintang jauh seperti melihat kunang-kunang yang terbang di dekat mercusuar. Cahaya mercusuar begitu terang dan menyulitkan kita untuk melihat kunang-kunang. Bintang adalah mercusuar, sedangkan kunang-kunang adalah planet.

Seperti Apa Rasanya Berada di Sistem Planet Lain?

Sejauh ini, eksoplanet terbukti bervariasi dan memiliki karakteristik tersendiri. Planet yang diberi kode HD 40307g, termasuk dalam kategori “Bumi super”, dengan massa sekitar delapan kali lipat lebih besar daripada Bumi. Gravitasi di sana jauh lebih kuat daripada gravitasi di Bumi. Bobot kita akan beberapa kali lebih berat daripada di Bumi!

Sementara planet Kepler-16b justru mengorbit dua bintang. Langit akan memperlihatkan dua Matahari saat mereka terbenam!

ilustrasi-berada-di-permukaan-kepler-16b-informasi-astronomi
Ilustrasi yang menunjukkan seperti apa rasanya berada di permukaan Kepler-16-b.
Kredit gambar: Courtesy NASA/JPL-Caltech.

Di sistem TRAPPIST-1, bukan hanya satu atau dua, melainkan tujuh planet seukuran Bumi yang permukaannya mungkin tertutup oleh air cair. Jarak antar planet juga relatif dekat. Jika bisa berada di salah satu permukaan planet TRAPPIST-1, kita mungkin akan melihat keenam planet lainnya di cakrawala!

ilustrasi-berada-di-permukaan-trappist-1f-informasi-astronomi
Ilustrasi ini menunjukkan seperti apa rasanya berada di permukaan TRAPPIST-1f, satu dari tujuh planet dalam sistem TRAPPIST-1.
Kredit gambar: NASA/JPL-Caltech

Apakah Para Astronom Dapat Terus Menemukan Sistem Planet yang Sangat Jauh?

Misi Kepler NASA telah menemukan lebih dari 2.600 eksoplanet selama sembilan tahun. Kepler juga telah memberikan tambahan daftar lebih dari 3.000 kandidat eksoplanet yang harus dipelajari lebih lanjut untuk mengkonfirmasi bahwa mereka memang benar-benar planet.

NASA juga sedang mengerjakan misi antariksa terbaru untuk berburu eksoplanet. Sementara Kepler hanya mencarinya di satu bidang langit, misi Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) akan mengamati seluruh langit untuk menemukan ribuan planet yang mengorbit bintang-bintang terdekat yang paling terang.

Teleskop Antariksa James Webb, yang akan diluncurkan pada tahun 2021, juga akan mengamati banyak eksoplanet yang sebelumnya telah ditemukan untuk membantu para ilmuwan mengungkap rincian dunia-dunia jauh ini.

Siapa tahu? Suatu hari nanti, dengan mempelajari eksoplanet dan sistem planet jauh, para astronom dapat menjawab pertanyaan paling menarik dalam astronomi: Adakah kehidupan di luar Bumi?

Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov


Bagaimana para astronom menemukan eksoplanet, pelajari lebih lanjut di artikel: Mencari Planet-Planet Lain seperti Planet Kita

#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...