Langsung ke konten utama

Penggabungan Lubang Hitam Terbesar Sepanjang Masa Akan Terjadi, Segera

j0045+41-terdeteksi-di-sebuah-wilayah-galaksi-andromeda-astronomi
Sebuah wilayah di galaksi Andromeda, sebagaimana dicitrakan oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA, beserta objek J0045+41 yang memancarkan sinar-X aneh, dan identitasnya kini telah diungkap sebagai sepasang lubang hitam supermasif yang sangat jauh.
NASA/CXC/Universitas Washington/ESA

Teori Relativitas Umum Einstein telah bertahan dalam menghadapi setiap ujian selama lebih dari satu abad.

relativitas-umum-menggambarkan-melengkungnya-ruang-dan-waktu-astronomi
Relativitas Umum mengambarkan kelengkungan ruang dan waktu, yang menentukan bagaimana materi dan energi mengorbit. Riak-riak di jalinan ruang dan waktu dapat dihasilkan oleh bintang neutron, katai putih atau lubang hitam.
NASA

Dari pembengkokan cahaya bintang hingga ke peluruhan orbital, prediksi Einstein tentang sifat ruang dan waktu tidak pernah gagal.

peluruhan-orbital-dua-bintang-neutron-astronomi
Ketika dua bintang neutron saling mengorbit, teori relativitas umum Einstein memprediksi peluruhan orbital dan emisi radiasi gravitasi. Pada tahap akhir penyatuan, yang sebelumnya tidak pernah diamati dalam gelombang gravitasi, amplitudo melonjak begitu tinggi sehingga LIGO dapat mendeteksi mereka.
NASA (L), Institut Radio Astronomi Max Planck/Michael Kramer

Sejak tahun 2015, tahap akhir lintasan orbit spiral dari penyatuan antar lubang hitam dan bintang neutron telah diamati secara langsung.

gelombang-gravitasi-astronomi
Dengan begitu banyaknya fenomena penyatuan lubang hitam, termasuk fenomena tabrakan antar bintang neutron, astronomi gelombang gravitasi telah berkembang menjadi ilmu pengetahuan tulen yang dapat dipercaya selama dua tahun terakhir.
LIGO-Virgo/Frank Elavsky/Universitas Northwestern

Namun, “cawan suci” penyatuan antar lubang hitam akan menjadi sistem orbit yang dapat kita amati secara konsisten selama proses peluruhan, yang berpuncak pada penyatuan.

sejumlah-besar-lubang-hitam-dan-pasangan-lubang-hitam-astronomi
Sementara banyak lubang hitam, bahkan pasangan-pasangan lubang hitam yang telah terdeteksi, kita harus menunggu jutaan tahun agar mereka bergabung.
NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard/S. Immler dan H. Krimm

Demikian pula dengan bintang neutron, sistem bintang neutron biner yang telah kita temukan, tidak akan bertabrakan selama sekitar 80 juta tahun ke depan.

penggabungan-dua-bintang-neutron-astronomi
Ilustrasi penggabungan dua bintang neutron. Pasangan bintang neutron dalam sistem biner rapat, tidak akan bergabung hingga hampir 100 juta tahun berlalu.
NSF/LIGO/Universitas Negeri Sonoma /A. Simonnet

Di Andromeda, galaksi raksasa terdekat dengan Bima Sakti, sejumlah sistem yang tidak biasa telah ditemukan.

observasi-segala-jenis-bintang-oleh-hubble-di-galaksi-andromeda-astronomi
Bintang dari segala umur, jenis, dan konfigurasi orbital, termasuk sistem biner dalam orbit yang sangat rapat, telah ditemukan melalui observasi Hubble terhadap Andromeda, galaksi terbesar di Grup Lokal.
Full Hubble Field: NASA/ESA/J. Dalcanton, et al. & R. Gendler; Wide Optical Field: Robert Gendler

Salah satunya adalah sistem J0045+41, yang semula dianggap sebagai dua bintang yang saling mengorbit dalam waktu hanya 80 hari.

bintang-cygni-61-astronomi
Cygni 61 adalah bintang pertama yang diukur berdasarkan paralaks gerak, tapi juga merupakan kasus yang sulit karena pergerakan orbitnya yang lebar. Kedua gambar ini, terlihat bertumpuk dalam warna merah dan biru dan hanya dipisahkan dalam jarak satu tahun cahaya, menunjukkan kecepatan pergerakan sistem bintang biner yang fantastis ini. Para astronom awalnya mengira J0045 + 41 adalah sistem bintang biner lainnya, namun observasi sinar-X justru menghasilkan kesimpulan yang lebih aneh lagi.
Lorenzo2 dari forum di http://forum.astrofili.org/viewtopic.php?f=4&t=27548

Ketika observasi tindak lanjut dilakukan menggunakan panjang gelombang sinar-X, mereka mengungkap sebuah kejutan: J0045+41 ternyata bukanlah bintang sama sekali.

j0045+41-adalah-dua-lubang-hitam-supermasif-astronomi
Data sinar-X mengesampingkan kemungkinan bahwa J0045+41 adalah sistem bintang biner, sementara observasi tindak lanjut menggunakan data optik mengungkap bahwa mereka sebenarnya adalah dua lubang hitam. Apabila dikombinasikan, mereka mungkin adalah lubang hitam supermasif yang terletak sangat jauh.
X-ray: NASA/CXC/Univ. of Washington/T.Dorn-Wallenstein et al.; Optical: NASA/ESA/J. Dalcanton, et al. & R. Gendler

Tim astronom yang dipimpin oleh Trevor Dorn dan Wallenstein, justru mengungkap sistem J0045+41 yang terdiri dari sepasang lubang hitam supermasif yang terletak sangat jauh, sekitar 2,6 miliar tahun cahaya dari Bumi.

0j-287-sinyal-lubang-hitam-biner-terbesar-astronomi
Sinyal lubang hitam biner terbesar yang pernah ditemukan: OJ 287. Sistem lubang hitam biner dalam orbit yang sangat ketat ini menyelesaikan satu kali orbit setiap 11-12 tahun, Sedangkan sisem lubang hitam biner J0045+41 yang baru saja ditemukan, mengorbit sekitar 50 kali lebih cepat.
S. Zola & NASA/JPL

Efek relativistik yang kuat akan meluruhkan orbit dan diprediksi akan menyatu dalam waktu 1.000 tahun lagi.

j0045+41-sepasang-lubang-hitam-supermasif-astronomi
Ilustrasi konfigurasi tiga pesawat antariksa LISA, yang membentuk formasi dengan dua lengan laser aktif. Mengingat massa dan parameter orbital sistem apapun, kita bisa memprediksi kapan proses penyatuan akan terjadi. Pasangan lubang hitam supermasif J0045+41, berdasarkan data saat ini, dapat bergabung 350 tahun dari sekarang, dan sebuah observatorium gelombang gravitasi berbasis antariksa telah siap untuk mengamatinya.
AEI/MM/exozet

Sebuah detektor gelombang gravitasi berbasis antariksa yang beroperasi dalam jangka waktu lama akan mampu melihat orbit, pergerakan spiral, dan fenomena penyatuan antar objek kosmik supermasif tersebut.

Mostly Mute Monday menceritakan kisah astronomi menggunakan gambar, objek, atau fenomena dalam gambar, visual, dan tidak lebih dari 200 kata.

Ditulis oleh: Ethan Siegel, kontributor www.forbes.com



#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...