Langsung ke konten utama

Enam Tipe Planet, dari Raksasa Gas hingga Dunia Air

Karakteristik planet di tata surya kita bervariasi tergantung suhu, komposisi dan jarak dari Matahari. Ada dunia es, gas, panas, dan dingin. Karakteristik serupa ternyata juga dapat diterapkan ke alam semesta secara keseluruhan, yang penuh dengan hal-hal menakjubkan dan luar biasa, seperti lubang hitam supermasif dan bintang pulsar yang berputar ratusan kali per detik. Namun planet justru menawarkan rasa tersendiri di tengah-tengah kosmos.

Berikut adalah beberapa jenis planet dan eksoplanet (planet di luar tata surya) yang mungkin kamu temui saat menempuh perjalanan melintasi jagad raya.

Raksasa Gas

oval-putih-string-of-pearls-informasi-astronomi
Dua oval putih di Jupiter dalam gambar ini adalah bagian dari “String of Pearls,” rangkaian mutiara pusaran badai raksasa di planet terbesar tata surya.
Foto: NASA

Di tata surya kita sendiri, planet gas raksasa adalah Jupiter dan Saturnus. Jumlah planet raksasa gas diperkirakan melimpah di alam semesta, setidaknya yang berada di dekat bintang induk masing-masing. Para astronom telah menemukan banyak eksoplanet yang disebut Jupiter panas. Dengan ukuran dan komposisi yang serupa dengan Jupiter, mereka tidak mengorbit dari wilayah terluar sistem planet, melainkan berada sangat dekat dengan bintang induk sehingga suhunya sangat panas. Para astronom bahkan telah menemukan sebuah eksoplanet kategori Jupiter panas, yang hampir tidak bercahaya dan tampak gelap gulita.

Raksasa Es

neptunus-dunia-es-informasi-astronomi
Neptunus adalah planet kedelapan dari Matahari yang mengorbit dari wilayah terluar tata surya, Warna biru Neptunus berasal dari molekul metana di atmosfernya.
Foto: NASA/JPL

Sementara raksasa gas mengandung banyak hidrogen dan helium, planet raksasa es seperti Uranus dan Neptunus justru memiliki unsur yang lebih berat, seperti nitrogen dan sulfur. Meskipun sebagian besar karakteristik mereka tetap menjadi misteri, para ilmuwan memiliki gagasan tentang apa yang ada di interiornya, seperti sebuah teori yang menggagas bahwa mereka memiliki inti dari berlian.

Planet Terestrial (Berbatu)

tipe-planet-berbatu-informasi-astronomi
Ilustrasi planet berbatu yang panas.
Foto: NASA

Tipe planet ini mungkin tidak terdengar asing, mengingat kita tinggal di dalamnya. Kategori planet berbatu, yang juga kerap disebut planet terestrial, termasuk Bumi, Merkurius, Venus dan Mars di tata surya kita. Interior planet terestrial terbuat dari batu dan logam.

Ukuran planet terestrial juga bervariasi. Ukuran Merkurius hanya sepertiga Bumi, namun ada banyak planet terestrial yang ukurannya lebih besar daripada Bumi dan diklasifikasikan sebagai Bumi super.

Hanya karena menyandang status terestrial, sebuah planet tidak secara otomatis mirip dengan Bumi dan mampu menopang kehidupan. Seperti Merkurius, Venus dan Mars yang sangat tidak ramah terhadap manusia. Di sistem planet lain, planet terestrial mungkin berada terlalu dekat dengan bintang induk atau menghadapi lingkungan kosmik yang keras. Berapa banyak planet mirip Bumi di luar sana adalah salah satu pertanyaan terbesar dalam astronomi.

Dunia Air

tipe-planet-air-informasi-astronomi
Sekitar 70% permukaan Bumi tertutup air, tapi mungkin ada eksoplanet yang seluruh permukaannya tertutup lautan.
Foto: NASA

Kerap disebut planet lautan, dunia air adalah planet terestrial namun seluruh permukaannya tertutup air. Meskipun sekitar 70% permukaan Bumi tertutup lautan, air hanya menggenangi permukaan yang rendah di kerak Bumi. Planet dengan kerak yang kurang bervariasi atau planet dengan volume air yang lebih banyak mungkin seluruh permukaannya akan tenggelam, tanpa menyisakan sedikitpun permukaan yang menonjol. Beberapa periset memprediksi banyak dunia yang layak huni sesuai dengan deskripsi tersebut. Jadi organisme biologis asing yang berpotensi berkembang biak di dunia air adalah makhluk laut, bukannya makhluk darat.

Planet Pengembara

tipe-planet-pengembara-informasi-astronomi
Ilustrasi sebuah planet pengembara yang mirip dengan Jupiter, mengambang bebas mengarungi ruang angkasa tanpa bintang induk dan sistem planet yang menjadi rumahnya.
Foto: NASA/JPL-Caltech

Meskipun tidak secara teknis termasuk tipe planet lainnya yang mendeskripsikan karakteristik sebuah planet, namun planet pengembara dapat dianggap sebagai tipe sebuah planet. Planet pengembara kerap dijuluki planet yatim dan gelandangan galaksi yang berkeliaran tanpa bintang induk untuk diorbit. Dalam beberapa kasus, bintang induknya mungkin telah memicu ledakan dahsyat supernova, yang menghempaskan planet keluar dari sistem. Alternatif lainnya, sistem planet mereka mungkin terlalu dekat dengan benda langit lain yang memiliki gaya gravitasi kuat dan mengusir planet dari rumahnya sendiri.

Planet Katai

tipe-planet-katai-informasi-astronomi
Pemandangan planet katai Pluto dari pesawat antariksa New Horizons yang menampilkan fitur berbentuk hati di Sputnik Planitia.
Foto: NASA

Sejauh yang kita ketahui tentang Pluto, tipe planet katai memang berada di bawah tipe-tipe planet lainnya. Meskipun ukuran mereka cukup besar untuk mempertahankan bentuk agar tetap bulat, dan memiliki bulan yang ukurannya lebih kecil (Pluto memiliki lima bulan), namun gaya gravitasi mereka tidak cukup kuat untuk membersihkan orbit sebagaimana planet-planet lain pada umumnya.

Ditulis oleh: Elana Glowatz, www.ibtimes.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...