Karakteristik planet di tata surya kita bervariasi tergantung suhu, komposisi dan jarak dari Matahari. Ada dunia es, gas, panas, dan
dingin. Karakteristik serupa ternyata juga dapat diterapkan ke alam semesta secara
keseluruhan, yang penuh dengan hal-hal menakjubkan dan luar biasa, seperti
lubang hitam supermasif dan bintang pulsar yang berputar ratusan kali per
detik. Namun planet justru menawarkan rasa tersendiri di tengah-tengah kosmos.
Berikut adalah beberapa jenis planet dan eksoplanet (planet di luar tata surya) yang mungkin kamu temui saat menempuh perjalanan melintasi jagad raya.
Raksasa
Gas
![]() |
Dua oval putih di Jupiter dalam gambar ini adalah bagian dari “String of Pearls,” rangkaian mutiara pusaran badai raksasa di planet terbesar tata surya. Foto: NASA |
Di tata surya kita sendiri, planet gas raksasa adalah Jupiter dan Saturnus. Jumlah planet raksasa gas diperkirakan melimpah di alam semesta, setidaknya yang berada di dekat bintang induk masing-masing. Para astronom telah menemukan banyak eksoplanet yang disebut
Jupiter panas. Dengan ukuran dan komposisi yang serupa dengan Jupiter, mereka tidak mengorbit dari wilayah terluar sistem planet, melainkan berada sangat dekat dengan bintang induk sehingga suhunya sangat panas. Para astronom bahkan telah
menemukan sebuah eksoplanet kategori Jupiter panas, yang hampir tidak
bercahaya dan tampak gelap gulita.
Raksasa
Es
![]() |
Neptunus adalah planet kedelapan dari Matahari yang mengorbit dari wilayah terluar tata surya, Warna biru Neptunus berasal dari molekul metana di atmosfernya. Foto: NASA/JPL |
Sementara raksasa gas mengandung banyak hidrogen dan helium, planet raksasa es seperti Uranus dan Neptunus justru memiliki
unsur yang lebih berat, seperti nitrogen dan sulfur. Meskipun sebagian
besar karakteristik mereka tetap menjadi misteri, para ilmuwan
memiliki gagasan tentang apa yang ada di interiornya, seperti sebuah teori yang menggagas bahwa mereka
memiliki inti dari berlian.
Planet Terestrial (Berbatu)
![]() |
Ilustrasi planet berbatu yang panas. Foto: NASA |
Tipe planet ini mungkin tidak terdengar asing,
mengingat kita tinggal di dalamnya. Kategori planet berbatu, yang juga kerap disebut planet terestrial, termasuk Bumi, Merkurius, Venus dan Mars di tata surya
kita. Interior planet terestrial terbuat dari batu dan logam.
Ukuran planet terestrial juga bervariasi. Ukuran Merkurius hanya sepertiga Bumi, namun ada banyak planet terestrial yang ukurannya lebih besar daripada Bumi dan diklasifikasikan sebagai Bumi super.
Hanya karena menyandang status terestrial, sebuah planet tidak secara otomatis mirip dengan Bumi dan mampu menopang kehidupan. Seperti Merkurius, Venus dan Mars yang sangat tidak ramah terhadap manusia. Di sistem planet lain, planet terestrial mungkin berada terlalu dekat dengan bintang induk atau menghadapi lingkungan kosmik yang keras. Berapa banyak planet mirip Bumi di luar sana adalah salah satu pertanyaan terbesar
dalam astronomi.
Dunia
Air
![]() |
Sekitar 70% permukaan Bumi tertutup air, tapi mungkin ada eksoplanet yang seluruh permukaannya tertutup lautan. Foto: NASA |
Kerap disebut planet lautan, dunia air adalah planet terestrial namun seluruh permukaannya tertutup air. Meskipun sekitar 70% permukaan Bumi tertutup lautan, air hanya menggenangi permukaan yang rendah di kerak Bumi. Planet
dengan kerak yang kurang bervariasi atau planet dengan volume air yang lebih banyak
mungkin seluruh permukaannya akan tenggelam, tanpa menyisakan sedikitpun permukaan yang menonjol. Beberapa periset memprediksi banyak
dunia yang layak huni sesuai dengan deskripsi tersebut. Jadi organisme biologis asing yang berpotensi berkembang biak di dunia air adalah makhluk laut, bukannya makhluk darat.
Planet
Pengembara
![]() |
Ilustrasi sebuah planet pengembara yang mirip dengan Jupiter, mengambang bebas mengarungi ruang angkasa tanpa bintang induk dan sistem planet yang menjadi rumahnya. Foto: NASA/JPL-Caltech |
Meskipun tidak secara teknis termasuk tipe planet lainnya yang mendeskripsikan karakteristik sebuah planet, namun planet pengembara dapat dianggap sebagai tipe sebuah planet.
Planet pengembara kerap dijuluki planet yatim dan gelandangan galaksi yang berkeliaran tanpa bintang induk untuk diorbit. Dalam
beberapa kasus, bintang induknya mungkin telah memicu ledakan dahsyat supernova, yang menghempaskan planet keluar dari sistem. Alternatif lainnya, sistem planet mereka mungkin terlalu dekat dengan benda langit lain yang memiliki gaya gravitasi kuat dan mengusir planet dari rumahnya sendiri.
Planet
Katai
![]() |
Pemandangan planet katai Pluto dari pesawat antariksa New Horizons yang menampilkan fitur berbentuk hati di Sputnik Planitia. Foto: NASA |
Sejauh yang kita ketahui tentang Pluto, tipe planet
katai memang berada di bawah tipe-tipe planet lainnya. Meskipun ukuran mereka cukup besar untuk mempertahankan bentuk agar tetap bulat, dan memiliki bulan yang ukurannya
lebih kecil (Pluto memiliki lima bulan), namun gaya gravitasi mereka tidak cukup
kuat untuk membersihkan orbit sebagaimana planet-planet lain pada umumnya.
Ditulis oleh: Elana Glowatz, www.ibtimes.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar