2018
terlihat sebagai tahun yang menarik bagi eksplorasi antariksa internasional.
Selain NASA dan proyek komersial lainnya, Indian
Space Research Organization (ISRO) akan meluncurkan misi Chandrayaan 2 ke Bulan
pada bulan Maret.
Dalam
bahasa Sanskerta, Chandrayaan berarti kendaraan Bulan. Chandrayaan 2
adalah misi eksplorasi kedua India setelah Chandrayaan 1 diluncurkan pada
bulan Oktober 2008. Pesawat antariksa Chandrayaan-1 adalah pengorbit lunar,
namun Chandrayaan 2 yang akan diluncurkan menggunakan Geosynchronous Satellite Launch Vehicle (GSLV Mk II) mencakup
pengorbit, pendarat, dan rover produksi dalam negeri.
Peluncuran
pada bulan Maret akan menjadi misi bersejarah karena sejumlah alasan. Empat tahun telah berlalu sejak negara manapun melakukan misi lunar. Pada tahun 2013, China
berhasil mendaratkan rover Yutu dan melakukan penjelajahan selama
satu bulan. Dan perlu dicatat, Amerika Serikat adalah satu-satunya negara
yang pernah mendaratkan manusia di Bulan, orang terakhir yang mendarat di
Bulan adalah astronot NASA Gene Cernan pada tahun 1972.
Keberhasilan Peluncuran
Chandrayaan 1
Chandrayaan 1
dikembangkan oleh Badan Antariksa India (ISRO) dan berhasil diluncurkan
dari landasan peluncuran di Pusat Antariksa Satish Dhawan, yang terletak sekitar 80 km di sebelah utara Chennai pada bulan Oktober 2008. Meskipun hanya direncanakan beroperasi selama dua tahun, Chandrayaan 1 hanya mampu beroperasi hingga Agustus 2009.
Peluncuran
Chandrayaan 1 merupakan dorongan besar bagi program antariksa India, karena semua penelitan dan pengembangan teknologi untuk eksplorasi
Bulan dilakukan di dalam negeri. Chandrayaan 1 terdiri dari pengorbit lunar dan impactor.
Tak seperti pendarat lunar yang melakukan pendaratan lembut, impactor didesain untuk jatuh dengan keras dan berhenti berfungsi setelah mencapai permukaan. Impactor didesain untuk studi dampak benturan dan memang sengaja menabrakkan diri ke permukaan Bulan dengan kecepatan tinggi.
Diagram pesawat antariksa Chandrayaan-1. NASA |
Setelah
setahun, pengorbit Chandrayaan-1 mulai mengalami beberapa permasalahan utama
teknis, termasuk kegagalan sensor dan perisai termal. Pengorbit
berhenti mengirim sinyal radio pada tanggal 28 Agustus 2009. Pada tanggal 2
Juli 2016, NASA menggunakan sistem radar berbasis darat untuk memindahkan
Chandrayaan 1 dari orbit, lebih dari tujuh tahun setelah dimatikan.
Misi Singkat yang Sukses
Beberapa area studi spesifik menjadi tujuan misi Chandrayaan 1. Salah satunya difokuskan untuk mencitrakan mineralogi dan kimiawi resolusi tinggi wilayah kutub
utara dan selatan Bulan yang berada dalam bayangan permanen, sekaligus deteksi kandungan air atau es di atas dan bawah permukaan.
Kandungan
mineral di permukaan Bulan dipelajari menggunakan Moon Mineralogy Mapper (M3), instrumen besutan NASA. Sementara instrumen spektrometer yang memetakan kelimpahan beberapa mineral, seperti magnesium, silikat,
kalsium, dan besi, adalah hasil kolaborasi antara laboratorium
Rutherford Appleton, U.K, ESA, dan ISRO.
Citra yang menunjukkan kawah yang masih sangat muda di sisi Bulan yang tidak menghadap Bumi. ISRO |
Mini-SAR
dirancang, dibangun dan diuji untuk NASA oleh satu tim ilmuwan dari Naval Air Warfare Center, Laboratorium
Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, Laboratorium Nasional Sandia, Raytheon and Northrop Grumman, dan didukung oleh ISRO.
Mini-SAR
adalah sistem Synthetic Aperture Radar
aktif untuk mencari es cair di kutub lunar. Instrumen lain,
RADOM-7, Radiation Dose Monitor
Experiment dari Akademi Sains Bulgaria memetakan lingkungan
radiasi di sekitar Bulan.
Pengorbit
telah menyelesaikan 3.000 orbit dan menghasilkan 70.000
gambar 3D permukaan Bulan. Beberapa di antaranya memiliki resolusi hingga
5 meter dan memberikan gambaran permukaan Bulan yang tajam dan jelas. Instrumen M3 juga telah
mengkonfirmasi lautan magma, berarti Bulan pernah memiliki lava cair.
Rover Chandrayaan-2. NASA |
Misi Chandrayaan 2 India
Misi
Chandrayaan-2 terdiri dari tiga wahana, pengorbit yang melayang di atas permukaan Bulan, rover yang akan menjelajahi permukaan Bulan, dan pendarat yang memuat rover. Misi akan diluncurkan pada bulan Maret 2018 dari Pusat Antariksa Satish
Dhawan di Pulau Sriharikota.
Menurut
ISRO, misi Chandrayaan 2 akan menggunakan dan menguji berbagai teknologi baru untuk melakukan berbagai eksperimen. Rover beroda akan bergerak di permukaan Bulan dan
akan melakukan analisis kimia. Data yang terkumpul akan dikirim ke Bumi
melalui pengorbit Chandrayaan-2.
Pengorbit
akan mengitari Bulan pada ketinggian 100 km di atas
permukaan. Pengorbit dipersenjatai dengan lima instrumen. Tiga instrumen di
antaranya adalah teknologi baru, sedangkan dua instrumen lainnya merupakan upgrade versi instrumen Chandrayaan-1. Orbiter
High-Resolution Camera (OHRC) akan melakukan pengamatan dalam resolusi
tinggi terhadap lokasi pendaratan sebelum pendarat memisahkan diri dari pengorbit.
![]() |
Permukaan Bulan ditransmisikan ke Bumi oleh Chang'e-3 yang membawa rover lunar pertama China sebelum mendarat di Bulan pada tanggal 14 Desember 2013. Pusat Antariksa Beijing |
Pendarat tidak akan melakukan tes apapun, karena hanya didesain untuk memuat dan mengerahkan rover setelah mendarat. Agar dapat mendarat dengan lembut, tim misi telah mengidentifikasi metode dan teknologi terkait. termasuk kamera beresolusi tinggi, kamera navigasi, altimeter, velocity meter,
akselerometer, dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan semua komponen
ini.
Meskipun kecil, rover berbobot 20 kilogram memiliki banyak kemampuan. Beroperasi dengan tenaga surya, rover
akan bergerak di atas roda di permukaan Bulan, melakukan analisis kimia dan mengirim data ke pengorbit yang selanjutnya akan
mengarahkannya ke stasiun di Bumi.
Dengan visi 3D berbasis kamera stereoskopik, Rover memperoleh ground control atas tampilan 3D permukaan Bulan. Sementara keenam rodanya didorong oleh motor listrik independen. Empat roda rover juga mampu melakukan kemudi mandiri, plus 10 motor listrik untuk traksi dan kemudi. Instrumen rover juga mencakup Laser-induced Breakdown Spectroscope
(LIBS) dan Alpha Particle Induced X-ray
Spectroscope.
Misi
ambisius India untuk mengeksplorasi Bulan tentunya sangat menarik untuk diikuti seiring pergantian tahun, bersama beberapa misi antariksa lainnya yang akan segera menyusul.
Ditulis
oleh: Karen Graham, www.digitaljournal.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar