Langsung ke konten utama

Bagaimana Paradoks Fermi Bekerja? Skala Kardashev

Kelanjutan dari artikel: Bagaimana Paradoks Fermi Bekerja?

skala-kardashev-informasi-astronomi
Perjalanan mengarungi alam semesta membutuhkan banyak sumber daya.
ABDUL AZIS/MOMENT/GETTY IMAGES

Cara lain untuk membicarakan hal ini adalah menggunakan analogi berikut: Jika Anda memiliki eskavator raksasa untuk menumpuk setiap pasir di seluruh planet kita, Anda harus mengalikan setiap butiran pasir dengan angka 10.000. Jumlah perkalian akan setara dengan jumlah bintang di alam semesta. Kemudian faktor usia alam semesta (13,8 miliar tahun) dan usia planet kita yang relatif muda (4,5 miliar tahun), sangat tidak mungkin beberapa peradaban maju tidak bangkit selama kurun waktu tersebut.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, perjalanan antarbintang sangat sulit dilakukan. Sebagai permulaan, dibutuhkan akses ke sumber daya yang tak terbatas.

Astronom Nicolai Kardashev dari Rusia mengajukan teori praktis untuk berbagai kemungkinan tipe peradaban, yang dikatalogkan dalam hal penggunaan sumber daya: tipe 1, 2 dan 3. Umat manusia setidaknya membutuhkan waktu satu atau dua abad lagi untuk mencapai peradaban Tipe 1, yaitu peradaban yang telah mampu memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia di dalam planet.

Tipe 2 adalah peradaban yang telah mampu memanfaatkan sumber daya dari bintang induk. Bayangkan jika kita bisa menyambungkan kabel ke Matahari! Semua kebutuhan energi kita akan terpecahkan. Tentu saja kita tidak bisa menyambungkan kabel ke Matahari, tapi kita bisa menggunakan sesuatu seperti bola Dyson, sebuah megastruktur teoretis berupa sistem pengumpul energi yang mengelilingi Matahari dan menyerap semua energi yang dikeluarkan.

Dunia astronomi sebenarnya telah diguncang oleh penemuan bintang Tabby yang terletak sekitar 1.480 tahun cahaya di rasi Cygnus. Bintang Tabby tampaknya telah meredup secara progresif dan cukup misterius selama bertahun-tahun dengan cara yang unik. Satu teori yang muncul adalah peradaban ekstraterestrial sedang dalam proses membangun megastruktur bola Dyson yang meredupkan cahaya bintang. Jika benar-benar populer di kalangan peradaban Tipe 2, bola Dyson mungkin dapat menjelaskan mengapa kita tidak pernah mendengar mereka, sebab sinyal radio yang mereka pancarkan tidak pernah melewati megastruktur yang dibangun di lingkungan sistem planet mereka sendiri.

Artikel terkait: Bagaimana Bola Dyson Bekerja?

Adapun peradaban Tipe 3 skala Kardashev telah mampu memanfaatkan energi dari seluruh galaksi. Spesies yang telah mencapai tekhnologi tingkat mutakhir ini mungkin sama sekali tak memiliki waktu untuk memperhatikan Bumi kita. Jalinan komunikasi mereka barangkali tidak kita kenali, sekaligus menjelaskan mengapa kita tidak dapat mendeteksi eksistensi mereka.

ledakan-sinar-gamma-informasi-astronomi
Mungkinkah ledakan sinar gamma menghapus seluruh kehidupan sebelum berevolusi menjadi spesies yang bisa melakukan kontak dengan kita?
HARALD RITSCH/SCIENCE PHOTO LIBRARY/GETTY IMAGES

Usia tata surya kita berada di pertengahan usia alam semesta, yang menjadi salah satu faktor penting dalam diskusi ini, karena berarti harus ada banyak sistem dengan planet mirip Bumi di luar sana yang usianya jauh lebih tua daripada kita. Bisa jadi mereka telah mencapai usia yang satu miliar tahun lebih tua daripada kita, yang memiliki banyak waktu untuk lebih dahulu memulai proses evolusi menjadi peradaban teknologi kompleks. Dengan usia satu miliar tahun lebih tua, tidak salah jika kita memprediksi mereka setidaknya telah mencapai peradaban Tipe 3, yang mampu memanfaatkan tingkat energi dalam skala galaksi untuk memfasilitasi perjalanan antarbintang. Jadi, sekali lagi, di mana mereka?

Salah satu penjelasan paling terkenal untuk menjelaskan ketidakhadiran peradaban asing adalah teori yang dikenal sebagai “great filter”. Teori ini menggagas kemungkinan beberapa fenomena tak terelakkan bagi kehidupan untuk “dipanggang” di dalam kosmos, yang mencegah organisme biologis berkembang menjadi peradaban maju.

Lantas, di garis waktu evolusi manakah great filter terjadi? Secara lebih spesifik, di mana garis waktu evolusi kita relatif terhadap prediksi great filter? Jawabannya tergantung sepenuhnya pada sifat misterius filter. Jika filter menjadi semacam fitur penghancur otomatis yang menentukan bagaimana sebuah peradaban maju akan menghancurkan diri mereka sendiri sebelum mencapai titik terpenting dalam perkembangan teknologi, maka kita akan binasa.

Namun, filter bisa saja terjadi lebih awal di garis waktu evolusi. Selama satu miliar tahun pertama setelah muncul, kehidupan tinggal di dalam sel prokariota sederhana. Mungkin lompatan evolusi untuk mencapai tahap sel eukariota kompleks adalah great filter ini. Jika memang seperti itu, meskipun ada banyak kehidupan di luar sana, maka hanya merupakan sekelompok makhluk prokariota yang tidak komunikatif.

Sebagai alternatif, filter mungkin adalah fenomena kosmik dahsyat seperti semburan sinar gamma, ledakan elektromagnetik raksasa yang secara berkala dapat menghapus kehidupan sebelum tumbuh menjadi sesuatu yang lebih kompleks. Menurut teori ini, kita cukup beruntung karena berada di dalam periode astronomi yang relatif stabil dan mendukung proses evolusi jangka panjang. Jika memang seperti itu, kita mungkin menjadi satu dari sekian banyak spesies yang terus berkembang dengan jalur kecepatan setara, dan kita semua akan mengarungi antariksa untuk menempuh perjalanan antarbintang dalam kisaran waktu setara (sekitar 200 tahun).

Alternatif lain adalah suatu kemustahilan kehidupan muncul, dan eksistensi kita hanyalah kebetulan belaka, sebuah keajaiban karena ada planet biru yang tersesat di alam semesta luas tanpa kehidupan. Tentu saja, berarti kita benar-benar sendirian dan akan selalu begitu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...