Langsung ke konten utama

Dunia Lautan Tata Surya: Upaya Pencarian Kehidupan

lautan-di-balik-lapisan-es-enceladus-informasi-astronomi
Lautan di balik lapisan es Enceladus adalah salah satu penemuan utama misi Cassini.

Wisata ke Lautan Tata Surya

Wahana antariksa yang dikirim ke luar angkasa selama dua dekade terakhir telah memberikan kita satu kepastian: tata surya kita adalah tempat yang sangat basah.

Survei terhadap planet-planet raksasa tata surya, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus telah mengungkap rahasia bulan-bulan misterius mereka. Beberapa di antaranya, menyimpan lautan yang tersembunyi dan terkunci di balik cangkang es masing-masing.

Bumi adalah sebuah dunia lautan. Air cair sangat penting bagi kehidupan. Dan pertanyaan besar yang menunggu jawaban adalah apakah lautan asing di wilayah terluar tata surya berpotensi menampung organisme biologis sederhana. NASA sedang mempersiapkan konsep misi baru untuk menemukan jawabannya.

"Kita mencari makhluk hidup. Kita ingin menemukan kehidupan di dunia lautan tata surya untuk dipelajari," kata ilmuwan astrobiologi NASA Kevin Hand. "Apakah DNA adalah satu-satunya building blocks kehidupan?"

Dalam satu dekade berikutnya, NASA memiliki rencana untuk mengirim pesawat antariksa yang akan mengulangi terbang lintas ke Europa, bulan es Jupiter yang terlihat seperti bola putih bilyard, untuk mengungkap apakah Europa mengandung material yang menopang kehidupan.

Barangkali, suatu hari nanti kapal laut dan balon udara dapat dikerahkan ke Titan, bulan terbesar Saturnus, untuk meneliti danau metana dan atmosfer yang melimpah dengan hidrokarbon.

Kepulan air Enceladus, bulan Saturnus yang dinamis, memuntahkan isi lautan dari bawah permukaan ke luar angkasa, dan misi masa depan mungkin dapat mengumpulkan sampel, sementara robot yang menjelajahi permukaan dapat mengukur kedalaman kepulan air.

Tak ada salahnya melakukan "perjalanan" singkat ke dunia-dunia es yang basah ini, dan mengetahui mengapa para ilmuwan menggagas mereka sebagai tempat terbaik di tata surya untuk mencari kehidupan di luar Bumi.

Europa

Para ilmuwan memprediksi ada lautan asin di bawah lapisan es Europa. Pasang surut gaya gravitasi antara Jupiter dan bulan-bulan besarnya berpotensi mempertahankan lautan untuk tetap cair, termasuk menciptakan kantong-kantong air atau danau di sepanjang cangkang terluar Europa.

Titan

Titan juga mungkin menampung lautan asin bawah tanah, sekitar 50-100 kilometer di bawah permukaan. Sementara di permukaan, kita tidak mengetahui apakah ada kehidupan yang mendiami danau dan sungai yang mengalir dengan etana dan metana, bukannya air tawar.

Enceladus

Lautan global yang berada jauh di bawah permukaan Enceladus, menyemburkan material dari permukaan ke luar angkasa. Kepulan air bocor dari retakan interior yang disebut "Tiger Stripes".

Pencarian Kehidupan di Dunia Lautan

Para ilmuwan yakin ada lautan yang tersembunyi di balik permukaan Europa.

Terkunci di dalam kegelapan total dasar laut, makhluk hidup berkerumun di sekitar cerobong bawah laut yang memasok unsur kimiawi kaya energi yang dilarutkan dalam air super panas.

Tempat tersebut adalah Ridge Mid-Atlantic di Bumi, sekitar 2.100 meter di bawah permukaan laut, rumah bagi ventilasi hidrotermal yang disebut “black smokers”, yang mengepulkan air panas bersama ekosistem yang terbentuk di sekitarnya. Para ilmuwan menduga kondisi serupa dapat muncul di bulan-bulan es yang mengitari planet raksasa Jupiter dan Saturnus.

Hanya baru-baru ini saja, pesawat antariksa Cassini NASA mengungkap salah satu rahasia terbaik tata surya: Beberapa bulan, termasuk Europa, bulan Jupiter, Titan dan Enceladus, bulan Saturnus, menyembunyikan lautan air cair yang disegel di dalam cangkang es.

Mereka adalah perbatasan berikutnya dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Dan para ilmuwan NASA sudah mengembangkan konsep misi pulang-pergi menggunakan robot peneliti yang dilengkapi instrumen ultra sensitif. Misi yang akan datang didesain untuk mendeteksi jejak kimiawi, struktur atau produk samping biologi asing.

“Saat berada di garis depan sains, seperti saat ini, kita tidak dapat memprediksi apa yang akan kita temukan,” ucap astronom veteran Bonnie Buratti dari Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA di Pasadena, yang turut terlibat dalam misi Cassini ke Saturnus, misi Voyager ke planet-planet terluar dan terbang lintas New Horizons ke Pluto.

Inilah momen teraneh dalam sejarah manusia, persimpangan kosmik: Kita telah mengumpulkan sejumlah besar data yang mengungkap banyak petunjuk menggoda tentang dunia-dunia yang berpotensi layak huni, baik di Tata Surya kita sendiri, maupun di sistem planet lain. Kita telah memasuki era baru teknologi mutakhir yang mungkin akan segera menjawab sebuah pertanyaan klasik, “Apakah kita sendirian?”

Tapi sejauh ini, Buratti mencatat, pencarian kehidupan di luar Bumi hanya didorong oleh spekulasi dan belum ada bukti sains yang kuat.

“Sangat sederhana, kami belum menemukan jejak kehidupan di luar Bumi di tata surya,” tambahnya.

Tentu saja akan sangat membantu jika kita memiliki peralatan yang tepat.

Untuk membangun instrumen yang mampu mendeteksi kehidupan asing, para ilmuwan harus terlebih dahulu memperbaiki pemahaman mereka tentang kehidupan semaksimal mungkin, tak sekadar dugaan, namun harus berdasarkan disiplin ilmu astrofisika dan astrobiologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...