Langsung ke konten utama

Miliaran Eksoplanet? Hitung Sendiri, Kata Para Ilmuwan Antariksa

eksoplanet-gj-504b-di-rasi-bintang-virgo-informasi-astronomi
Eksoplanet GJ 504b yang terletak 57 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Virgo.
Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/S. Wiessinger

Eksoplanet adalah planet di luar tata surya kita dan mereka ada di mana-mana.

Ya, para astronom telah menemukan ribuan eksoplanet. Saat pergantian tahun 2018, NASA telah mengkonfirmasi 3.572 eksoplanet, sementara 5.078 kandidat lainnya menunggu verifikasi terakhir.

Namun para ilmuwan baru saja memulai, mengingat jumlah eksoplanet yang mereka prediksi sangat mencengangkan.

“Ada ratusan miliar planet di galaksi Bima Sakti,” kata Profesor Jean-Luc Margot dari Universitas California.

Butuh waktu 3.000 tahun untuk menghitung jumlah bintang sebanyak itu satu per satu, jelas Margot.

Para astronom memprediksi hampir semua bintang memiliki setidaknya beberapa planet yang mengorbit di sekitarnya.

Meskipun dulu mereka pernah berpikir sebaliknya. Eksoplanet bahkan hampir diyakini tidak pernah eksis. Tata surya kita, dengan delapan planet utama, dianggap sangat spesial.

Kemudian, Teleskop Antariksa Kepler yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2009, menatap sebidang langit di antara rasi bintang Cygnus dan Lyra, dan menemukan eksoplanet di semua tempat.

“Semua telah berubah sejak Kepler,” ungkap Margot. “Penemuan Kepler merevolusi astronomi.”

teleskop-antariksa-kepler-nasa-informasi-astronomi
Ilustrasi Teleskop Antariksa Kepler.
Kredit: NASA/JPL-Caltech

Untuk mengetahui perkiraan jumlah eksoplanet secara lebih spesifik di galaksi kita, para ilmuwan memulainya dengan jumlah bintang.

Masalahnya, tidak ada satupun astronom yang yakin tentang jumlah bintang di Bima Sakti. Tetapi setidaknya diperkirakan ada 100-400 miliar bintang di galaksi Bima Sakti.

Astrofisikawan Guillem Anglada-Escude dari Universitas Queen Mary di London, salah satu anggota tim yang menemukan Proxima b, eksoplanet terdekat dengan Bumi, menyatakan, “100 miliar adalah jumlah yang masuk akal.”

Jadi, mari kita ambil jumlah 100 miliar bintang ini dan asumsikan tiga planet untuk setiap bintang, lalu kalikan. Hasilnya adalah 300 miliar planet di Bima Sakti.

Jika kita mengambil perkiraan jumlah yang lebih besar, misalnya 200 atau 300 miliar bintang, maka “kita mendapatkan hampir satu triliun planet,” ujar profesor astronomi David Kipping dari Universitas Columbia.

“Jumlah sebanyak itu adalah tebakan yang bagus. Bisa saja 1 triliun atau lebih.”

eksoplanet-berbatu-hd-219134b-informasi-astronomi
Eksoplanet HD 219134b.
Kredit: NASA/JPL-Caltech

Namun, agak rumit untuk mencari tahu berapa banyak planet yang mengorbit di zona layak huni bintang.

Wilayah orbit ideal bagi sebuah planet di sekitar bintang induk, yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat sehingga suhu di permukaan planet tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Zona layak huni memungkinkan keberadaan air cair di permukaan planet yang berpotensi memunculkan kehidupan.

Para ilmuwan umumnya menyetujui, sebagian besar eksoplanet yang berada di zona layak huni, mungkin berkisar di antara angka 5-15%.

“Prosentase itu setara dengan puluhan miliar planet di galaksi yang berpotensi menampung kehidupan,” tutur Margot.

Para astronom tidak merasa terlalu terganggu oleh berbagai prediksi, sebab ketika terkait dengan eksoplanet, yang penting jumlahnya sangat besar.

“Sebagai manusia, kita bahkan tidak dapat membayangkan tentang milyaran eksoplanet,” kata profesor astrofisika Sara Seager dari MIT.

“Tapi jumlahnya sangat banyak, bukan? Dan, kita bisa menyepakatinya.”

Jumlah tersebut hanya di galaksi Bima Sakti, kata Margot. Di luar galaksi kita, diperkirakan ada “dua triliun galaksi di alam semesta teramati,” masing-masing dengan miliaran bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Jadi, berapa banyak jumlah planet?

Untuk yang satu ini, Margot tidak menyebutkan sebuah angka.

“Jumlahnya sebanding,” jelasnya, “dengan jumlah butiran pasir di seluruh pantai di Bumi.” Bayangkan menghitungnya.

jumlah-eksoplanet-sebanding-dengan-jumlah-butiran-pasir-pantai-informasi-astronomi
Kredit: Dallas Kilponea/Bloomberg

Ditulis oleh: Bill Retherford, kontributor www.forbes.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...