Kelanjutan dari artikel: Bagaimana Cara Kita Mengetahui Alam Semesta Meluas?
![]() |
Analogi balon dan koin untuk menjelaskan ekspansi alam semesta. Struktur individu (koin) tidak meluas, namun ruang di antara merekalah yang meluas. E. Siegel/Beyond The Galaxy |
Bahkan saat itu, perbaikan teori yang
diajukan Einstein tidak cukup bagus. Konstanta kosmologis yang ia gagas menyebabkan alam semesta yang lebih tidak stabil, beberapa wilayah kosmik yang materinya sangat padat
akan runtuh, sementara wilayah kosmik yang kurang padat akan berkurang karena ekspansi ruang. Alam semesta dalam Relativitas Umum justru tidak statis selama penuh dengan
materi. Ketika menatap kosmos, kita menemukan jagad raya tampak homogen dan isotropik. Dua sifat ini sangat penting, karena mereka menyediakan informasi krusial:
- Homogen, berarti kosmos seragam di seluruh ruang.
- Isotropik, berarti kosmos sama di segala arah.
Apabila kedua sifat kosmos dikombinasikan, maka materi/energi terdistribusi secara merata ke seluruh alam semesta. Kemudian jika dikombinasikan dengan fakta resesi galaksi, maka hanya akan meninggalkan sedikit alternatif
untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara kita mengetahui alam semesta meluas?
Sementara fenomena ini dapat terjadi karena
sejumlah faktor, termasuk:
- Cahaya dari galaksi-galaksi jauh mulai “lelah” dan kehilangan energi saat menempuh perjalanan melintasi kosmos,
- Pergerakan cepat, yaitu galaksi-galaksi bergerak menjauh lebih cepat dari waktu ke waktu,
- Ledakan awal yang mendorong beberapa galaksi menjauh dari kita hingga saat ini,
- Atau ruang itu sendiri meluas,
Hanya faktor terakhir yang telah divalidasi oleh serangkaian
data yang mendukung teori Relativitas Umum, distribusi dan sifat
astrofisika dari semua galaksi yang diamati.
Pada awal tahun 1930-an, konsep ekspansi alam semesta diterima dengan sangat cepat dan tidak dapat diragukan lagi. Fakta bahwa
pergeseran merah dari sebuah objek sebanding dengan jarak dan laju ekspansi kosmos, tidak peduli seberapa jauh jarak objek, membantu mengkonfirmasinya.
Tapi, ada lebih banyak lagi bukti. Jika alam semesta benar-benar meluas, ada beberapa fenomena yang dapat amati. Saat menatap jauh ke masa lalu, kita akan menemukan materi yang semakin padat di alam semesta awal.
Kita akan melihat galaksi cenderung mengelompok dalam jarak yang lebih dekat
daripada saat ini. Kita akan melihat spektrum cahaya dari objek gelap
akan tetap gelap dan tidak mengalami pergeseran energi. Kita juga akan menemukan radiasi Latar Belakang Gelombang Mikro Kosmik yang saat itu suhunya lebih tinggi daripada suhu 2,7 K saat ini.
Semua bukti saling mendukung dan mengungkap ekspansi alam semesta, yang bertanggung jawab atas resesi pergeseran merah. Tidak ada penjelasan lain!. Bukan pergerakan cepat; bukan cahaya lelah; dan bukan akibat
ledakan. Ruang terus meluas, oleh karena itu volume alam semesta semakin membesar. Meskipun hanya 13,8 miliar tahun waktu berlalu sejak Big Bang, cahaya paling jauh terletak 46 miliar tahun cahaya dari kita.
Apa yang ada di balik alam semesta teramati? Kita hampir yakin ada lebih banyak ruang di luar sana, tapi cahaya tidak memiliki cukup
waktu untuk menempuh perjalanan ke mata kita. Alam semesta tak teramati, mungkin terbatas atau tak terhingga, kita sama sekali tidak tahu. Tetapi meskipun terbatas, alam semesta dapat terus meluas! Seiring ekspansi alam semesta, kita dapat mengalikan volumenya dengan faktor perluasan. Jadi, jika alam semesta memulai riwayatnya dari sesuatu yang terbatas, maka ada batasan untuk volume alam semesta. Jika dimulai dari tanpa batas, maka volume alam semesta tak terhingga. Para ilmuwan telah mengkonfirmasi ekspansi alam semesta yang terus meluas seiring waktu karena efeknya konstan dan tak terbantahkan. Lantas, seperti apa di luar alam semesta teramati? Kita masih berusaha untuk mengungkapnya. Seperti biasa, akan ada lebih banyak sains untuk dikerjakan!
Ditulis
oleh: Ethan Siegel, kontributor www.forbes.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar