Langsung ke konten utama

Kandungan Air di Mars Ditemukan

Para peneliti telah mendeteksi deposit air cair di bawah permukaan Mars menggunakan instrumen radar yang mengorbit planet merah.

Terkubur satu mil di bawah tudung es kutub selatan Mars, tim peneliti menduga mereka telah menemukan sebuah danau asin yang mungkin berpotensi menampung kehidupan, penemuan yang dianggap sebagai “tonggak utama” bagi pemahaman kita tentang Planet Merah. Makalah ilmiah yang melaporkan hasi penelitian telah dipublikasikan di jurnal Science.

kandungan-air-di-mars-ditemukan-mars-express-informasi-astronomi
Ilustrasi data instrumen radar pesawat antariksa Mars Express yang mencitrakan permukaan planet (garis putih solid di bagian atas) dan danau subglasial (bercak biru).
Pusat Astrogeologi USGS, Universitas Negeri Arizona/ESA/Davide Coero Borga

Roberto Orosei dari Institut Astrofisika Nasional Italia bersama tim, meneliti data radar yang dikumpulkan oleh pesawat antariksa Mars Express ESA (Badan Antariksa Eropa), yang diluncurkan pada tahun 2003 dan telah menjelajahi Planet Mars selama hampir 15 tahun.

“Instrumen radar Mars Advanced Radar for Subsurface and Ionosphere Sounding (MARSIS) menemukan gema aneh yang mengindikasikan sejumlah deposit air sekitar satu mil di bawah tudung es kutub selatan planet,” ungkap Orosei.

Gema aneh bahkan lebih kuat daripada gema dari permukaan. Di Bumi, gema semacam ini hanya muncul saat radar menyelidiki objek subglasial air seperti Danau Vostok di Antartika. “Meskipun ada penjelasan lain untuk gema yang sangat kuat ini, tetap tidak bisa membantah bukti deposit air di Mars,” tambah Orosei.

Tim memprediksi kedalaman danau setidaknya 3 meter, meskipun belum dapat dipastikan karena sinyal radar diserap oleh cairan dengan sangat cepat.

Karena berada di bawah lapisan es, deposit air di danau pastinya sangat dingin. Cairan yang menyentuh es, jelas Orosei, mungkin suhunya sekitar minus 14 hingga minus 22 derajat Fahrenheit. Meskipun jauh di bawah titik beku, kadar garam yang tinggi dapat mempertahankan air untuk tetap berwujud cair pada suhu yang sangat rendah.

“Air bawah tanah mungkin muncul sebagai danau yang terperangkap di bawah lapisan bebatuan atau bercampur dengan tanah Mars untuk menciptakan lumpur asin,” ujar astronom Alan Duffy di Universitas Swinburne kepada Australian Science Media Center (ASMC). “Entah bagaimana ada deposit air yang membentang hingga 12,5 mil.”

penguin-antartika-informasi-astronomi
Penguin di Antartika. Para ilmuwan mengira danau subglasial di Antartika adalah analogi ideal untuk reservoir air di Mars yang baru terdeteksi.
Getty Images

“Jika akhirnya dikonfirmasi, penemuan ini adalah tonggak utama untuk memahami kondisi di bawah permukaan saat ini,” tulis Nicolas Mangold, ahli geologi planet dari Universitas Nantes di Prancis kepada Newsweek melalui sebuah email.

Namun dia memperingatkan data dari radar tidak selalu membuktikan eksistensi danau, jadi perlu dipertimbangkan penjelasan lain. “Saya ragu seluruh komunitas langsung meyakininya saat pandangan pertama,” kata Mangold. “Tetapi, serangkaian data MARSIS cukup unik, jadi layak untuk diperhatikan.”

“Ada alasan bagus untuk tidak terburu-buru,” ujar profesor Michael Brown dari Universitas Monash, Melbourne, Australia, kepada ASMC. “Hasil ini bergantung atas interpretasi gambar radar .... Saya yakin komunitas ilmiah akan memperdebatkan penjelasan alternatif.”

Jika dikonfirmasi, hasil studi membuka kemungkinan kehadiran kantong-kantong deposit air lainnya di Mars, tambah Mangold. Meskipun mempu menembus lapisan es, MARSIS tidak dapat menembus bebatuan untuk mendeteksi danau-danau air bawah tanah lainnya.

Sayangnya, jika suatu hari nanti manusia menjelajah Mars dan menyelidiki danau subglasial, deposit air sangat sulit dimanfaatkan untuk bertahan. “Air terkubur di bawah tudung es. Para astronot lebih baik mencairkan air es di permukaan karena jauh lebih mudah.”

Tapi jika kita sangat beruntung, danau asin dan berlumpur ini mungkin dapat menjadi tempat perlindungan bagi organisme biologis sederhana seperti mikroba.

Para ilmuwan yakin organisme sel tunggal dapat bertahan hidup di danau-danau subglasial Antartika di Bumi, Orosei menjelaskan. Tetapi mengingat kedalamannya, butuh waktu cukup lama sebelum rover dan teknologi pendukung dapat menjelajahi situs ini secara langsung.

Untuk saat ini, para ilmuwan akan terus menggunakan Bumi sebagai pembanding untuk planet merah. “Mars memiliki banyak kemiripan dengan planet kita. Kemiringan poros rotasi dan durasi hari menghasilkan iklim Mars layaknya analog Bumi dingin, termasuk tudung es yang serupa dengan dunia kita sendiri,” pungkas Fred Watson dari Observatorium Astronomi Australia.

Jika kehidupan dapat muncul di wilayah terdalam, tergelap, dan terdingin di planet kita, barangkali fenomena serupa juga berlangsung di Mars.

Ditulis oleh: Katherine Hignett, www.newsweek.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...