![]() |
Kredit: NASA |
Ruang
lingkup pencarian eksoplanet, atau planet di luar tata surya, semakin meluas
dan jauh hingga mendorong batas kemampuan jajaran teleskop modern kita. Tetapi para
astronom memiliki komitmen untuk tidak mengabaikan eksoplanet yang berada di
halaman belakang kosmik kita sendiri, dan tak pernah berhenti memantau bintang terdekat Proxima Centauri.
Setelah
serangkaian pengamatan selama bertahun-tahun, metode kecepatan radial akhirnya mengungkap sebuah planet yang mengorbit bintang Proxima Centauri pada bulan
Agustus 2016.
Penemuan
besar ini segera disusul oleh serangkaian upaya penelitian untuk menentukan
tingkat habitabilitasnya. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, inilah 10
fakta eksoplanet terdekat Proxima b!
![]() |
Kredit: ESO/M. Kornmesser |
1.
Ciri Fisik Proxima b
Terletak sangat dekat dalam skala kosmik, hanya 4,2 tahun cahaya, Proxima b adalah target utama untuk menemukan kehidupan di luar Bumi. Memiliki massa sekitar
1,3 kali massa Bumi, Proxima b menyelesaikan satu kali orbit mengitari bintang induk selama 11,2 hari dari jarak 0,05 AU. (1 AU adalah jarak
Bumi-Matahari).
![]() |
Kredit: Pale Red Dot |
2.
Zona Layak Huni Proxima b
Meskipun mengorbit dari jarak cukup dekat, 0,05 AU, Proxima b dianggap
berada di sebuah zona yang disebut layak huni karena bintang induknya adalah katai merah. Zona layak huni adalah jarak orbit ideal planet yang
tidak terlalu jauh atau terlalu dekat yang berpotensi menopang air cair di permukaan planet.
![]() |
Kredit: ESO/M. Kornmesser |
3.
Tingkat Habitabilitas Proxima b
Model
simulasi terbaru yang dihasilkan oleh para ilmuwan NASA mengungkap lingkungan Proxima b yang berpotensi layak huni, memiliki semua prasyarat yang
diperlukan untuk mendukung dan menampung kehidupan. Proxima b juga memiliki
cuaca dan wilayah luas di permukaan yang tertutup oleh air, seperti Bumi.
Simulasi
terbaru termasuk skenario kemungkinan sirkulasi lautan dinamis yang mentransfer panas dengan efektif dari sisi siang hari
ke sisi malam hari yang permanen. Pergerakan atmosfer dan lautan disimulasikan
sedemikian rupa sehingga meskipun sisi malam Proxima Centauri b tidak pernah
melihat cahaya bintang, tetap ada aliran air cair yang
bertahan di sekitar wilayah khatulistiwa.
![]() |
Kredit: Wikia |
4.
Penguncian Pasang Surut
Karena
terlalu dekat dengan bintang induk, Proxima b mengalami penguncian pasang surut yang memengaruhi struktur internal dan rotasi. Jika orbitnya
melingkar, periode rotasi akan sama dengan periode orbit, memicu penguncian pasang surut yang berarti hanya satu sisi yang selalu menghadap bintang induk (seperti satu sisi Bulan yang selalu menghadap Bumi).
Jika
orbitnya sedikit eksentrik, Proxima b akan mengalami resonansi orbital
3:2, yaitu 3 kali rotasi planet untuk setiap dua kali orbit, seperti Merkurius.
![]() |
Kredit: ESO/Pale Red Dot |
5.
Penemuan Proxima b
Pada
bulan Agustus 2016, para astronom dari Observatorium Eropa Selatan (ESO) yang
tergabung dalam proyek Pale Red Dot, mengemban tugas khusus untuk menemukan planet
yang mengorbit bintang terdekat Proxima Centauri. Mengingat ribuan eksoplanet
lainnya lebih mudah ditemukan menggunakan metode transit,
hanya dengan menatap bintang yang terletak puluhan tahun cahaya dari Bumi dan
menunggu planet melintas di depan bintang induk.
Meskipun dekat, kita tidak bisa menemukan planet yang mengorbit Proxima Centauri karena orientasi sudut pandang kita tidak pernah sejajar dengan bidang orbital Proxima Centauri. Oleh karena itu para astronom menerapkan metode kecepatan
radial melalui pengamatan pergeseran Doppler pada spektrum Proxima Centauri.
Proxima b akhirnya ditemukan dalam serangkaian obervasi selama 60
hari berturut-turut.
![]() |
Kredit: NASA, ESA, and G. Bacon (STScI) |
6.
Bintang Induk Proxima Centauri
Sebagai
bintang terdekat, kita telah mengenal Proxima Centauri dengan cukup
baik. Tergolong sebagai tipe M, Proxima Centauri adalah sebuah bintang katai
merah yang menyusun sekitar 70% populasi bintang di galaksi Bima Sakti. Suhu
Proxima Centauri adalah 3.100 K (suhu Matahari 5.800 K) dengan tingkat luminositas
700 kali lebih redup daripada Matahari. Radiusnya hanya 14,5% dan
massanya 12% Matahari.
![]() |
Kredit: NASA |
7.
Sejarah Evolusi Sistem Proxima Centauri
Seperti sebagian besar katai merah lainnya, Proxima Centauri cenderung aktif. Proxima b mungkin telah lebih banyak terpapar radiasi ekstrem sinar-X dan ultraviolet bintang induk daripada yang diterima Bumi dari Matahari. Pada saat pertama kali terbentuk, Proxima b bahkan menerima
energi yang jauh lebih besar. Selama fase awal evolusi, lapisan tebal
atmosfer dan deposit air Proxima b mungkin telah menguap karena radiasi berbahaya bintang induk.
Kombinasi dua faktor ini, penguapan air dan paparan kuat radiasi partikel berenergi
tinggi, mengikis atmosfer Proxima b dan mengurangi jumlah persediaan air.
![]() |
Kredit: NASA |
8.
Sistem Bintang Triple Alpha Centauri
Bersama
dua bintang lainnya, Alpha Centauri A dan B, Proxima Centauri atau Alpha Centauri C,
membentuk sistem bintang triple. Proxima adalah nama lain yang disematkan kepada Alpha Centauri C, mengingat fakta Alpha Centauri C adalah bintang terdekat dari kita daripada kedua
bintang lainnya di dalam sistem.
Secara keseluruhan disebut sistem Alpha Centauri, usia ketiga "saudara kandung" ini setara dengan Matahari, sekitar 4,5-5 miliar tahun.
![]() |
Kredit: PHL/UPR Arecibo/NASA EPIC Team |
9.
Apakah Proxima b Adalah Kembaran Bumi
Jawaban
singkat: TIDAK! Meskipun dianggap sebagai kandidat planet terbaik yang menampung kehidupan, Proxima b belum bisa menjadi kembaran Bumi. Satu hal
yang pasti, sejarah evolusi Proxima b dan bintang induk sangat berbeda daripada sejarah Bumi dan Matahari. Proses pembentukan Proxima b, radiasi yang diterima dari
bintang induk, gaya pasang surut gravitasi yang memengaruhi struktur
internal dan rotasi, membentuk iklim yang tidak akan pernah mirip dengan planet
kita.
![]() |
Kredit: ESO/L. Calçada |
10.
Penelitian Masa Depan
Observasi masa depan, misalnya pengamatan menggunakan Extremely Large Telescop (ELT) ESO yang sedang dibangun di Chili, memungkinkan studi tindak lanjut untuk mengungkap hipotesis lapisan tebal atmosfer
dan persediaan air di Proxima b.
Jika Proxima b terbukti memiliki atmosfer dan kandungan air, hasil penelitian akan menjadi penemuan besar yang sangat menarik, mengingat sistem bintang
terdekat dari Matahari adalah induk bagi eksoplanet terdekat yang berpotensi layak huni dan mungkin menampung kehidupan, atau bahkan mungkin menjadi
rumah kedua kita setelah Bumi.
Komentar
Posting Komentar