Langsung ke konten utama

NGC 5643, Galaksi Spiral di Rasi Lupus (Serigala)

ngc-5643-galaksi-spiral-di-rasi-lupus-serigala-informasi-astronomi
Kredit: ESA/Hubble & NASA, A. Riess dkk.; acknowledgment: Mahdi Zamani
 
Gambar menakjubkan yang dihasilkan oleh Teleskop Antariksa Hubble kolaborasi NASA dan ESA ini, adalah galaksi spiral NGC 5643 yang terletak di rasi Lupus (Serigala). Demi citra spektakuler NGC 5643 dengan tingkat detail dan keindahan maksimal, dibutuhkan total sembilan jam durasi observasi Hublle dalam resolusi tinggi plus 30 eksposur yang berbeda.
 
Terpisah sekitar 60 juta tahun cahaya dari Bumi, NGC 5643 telah menggelar pertunjukan langit dahsyat yang berlangsung baru-baru ini, yaitu supernova 2017cbv yang tidak terlihat dalam gambar. Supernova 2017cbv adalah tipe spesifik ledakan bintang yang terjadi ketika sebuah katai putih mencuri begitu banyak massa dari bintang pengiringnya, sehingga menjadi tidak stabil dan meledak. Ledakan yang dipicu oleh katai putih melepaskan sejumlah besar energi yang menerangi sebagian wilayah galaksi.
 
Observasi terhadap NGC 5643 diajukan oleh astronom Adam Riess, yang bersama Saul Perlmutter dan Brian Schmidt telah memperoleh Penghargaan Nobel di bidang fisika pada tahun 2011, atas kontribusinya menemukan akselerasi laju ekspansi alam semesta.
 
Ditulis oleh: Staf Badan Antariksa Eropa, www.nasa.gov, editor: Rob Garner
 
Sumber: Hubble Captures Galactic Glamour Shot
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...