Langsung ke konten utama

Hubble Merekam Sepasang Bintang Katai Coklat dalam Tarian Waltz Kosmik

sepasang-bintang-katai-coklat-dalam-tarian-waltz-kosmik-astronomi
Koleksi gambar Hubble ini menunjukkan pergerakan sepasang bintang katai coklat selama tiga tahun.
ESA / Hubble & NASA, L. Bedin dkk

Siaran langsung “Menari Bersama Pasangan Bintang.”

Teleskop Antarika Hubble NASA telah mengikuti pergerakan sepasang "bintang gagal" yang terletak relatif dekat dari sistem tata surya kita.

Lebih besar dari planet raksasa gas seperti Jupiter, namun lebih kecil dari bintang, dua katai coklat, yang kadang disebut sebagai "bintang gagal," menguasai jalur antariksa di sekelilingnya. Katai coklat disebut “bintang gagal” karena tidak memiliki cukup massa untuk melakukan reaksi fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium di bagian inti. NASA menyorot gambar yang diambil oleh Hubble minggu lalu tentang sepasang bintang katai coklat yang terkunci satu sama lain dalam "tarian" langit.

Gambar di atas merupakan komposit yang disusun dari 12 gambar yang diambil selama tiga tahun. Dua bintang katai coklat terletak di sistem Luhman 16AB, hanya berjarak 6 tahun cahaya dari Bumi.

Diberi kode Luhman 16A dan Luhman 16B. Badan Antariksa Eropa (ESA) menemukan mereka "mengorbit satu sama lain dari jarak setara tiga kali jarak Bumi-Matahari, jadi observasi ini dianggap sebagai karya untuk ketepatan dan resolusi tinggi Hubble."

Para astronom menempatkan sepasang “bintang penari” di bawah pengawasan untuk mencari eksoplanet yang diharapkan ada di sistem Luhman 16AB. Namun, data Hubble menunjukkan sepasang bintang katai coklat, hanya melakukan "tarian tango" kosmik sendirian.

ESA, NASA dan Hubble juga merilis gambar animasi dalam format GIF yang menunjukkan irama tarian sepasang katai coklat ini.

sepasang-bintang-katai-coklat-dalam-tarian-waltz-kosmik-astronomi
Tarian sepasang bintang katai coklat yang saling mengorbit.

Ditulis oleh: Amanda Koser, www.cnet.com



#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...