Langsung ke konten utama

Para Astronom Telah Menemukan Tata Surya 'Terbesar di Alam Semesta'

tata-surya-terbesar-di-alam-semesta-astronomi
NEIL JAMES COOK/UNI HERTFORDSHIRE

Para astronom telah menemukan tata surya terbesar, yang hanya terdiri dari satu planet raksasa dan membutuhkan waktu hampir satu juta tahun untuk mengorbit bintang induknya. Planet raksasa gas berjarak satu triliun kilometer dari bintang induk, membuat orbitnya 140 kali lebih lebar daripada orbit Pluto mengitari Matahari.

"Kami sangat terkejut menemukan benda seperti itu dapat begitu jauh dari bintang induknya," kata Dr Simon Murphy dari Australian National University. "Sistem seperti itu tidak mungkin terbentuk dengan cara yang sama seperti tata surya kita, dari sejumlah besar debu dan gas," kata Murphy.

Sistem planet ini hampir melampaui tiga kali ukuran sistem planet terbesar sebelumnya. Bintang beserta planet ini ditemukan melalui studi yang meneliti bintang-bintang muda dan katai coklat di lingkungan kosmik lokal.

'Sangat Langka'

Setelah menyadari mereka terletak sekitar 100 tahun cahaya dari Bumi, anggota tim studi segera membandingkan pergerakan keduanya melintasi ruang angkasa dan menemukan bahwa mereka bergerak bersama-sama.

"Kami memperkirakan mereka terbentuk 10 hingga 45 juta tahun yang lalu dari filamen gas yang mendorong mereka berdua ke arah yang sama," jelas Murphy.

"Mereka tampaknya tidak berada dalam lingkungan yang sangat padat. Ikatan mereka begitu renggang sehingga rawan diganggu oleh gaya gravitasi bintang lain."

Hanya segelintir tata surya luas semacam ini yang telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Planet, yang diberi kode 2MASS J2126-8140 ini beratnya 12 hingga 15 kali Jupiter.

Makalah studi yang melaporkan penemuan telah dipublikasikan di jurnal Royal Astronomical Society.

Ditulis oleh: Staf www.bbc.com

Sumber: Astronomers discover largest solar system

#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...