![]() |
NASA berencana mengunjungi Uranus (kiri) atau Neptunus (kanan) |
Hingga saat ini, Uranus dan Neptunus tidak pernah mendapat banyak perhatian,
kita hanya pernah melewatinya satu kali dan tidak pernah ada misi untuk
mengorbit. Tapi hal itu bisa berubah. Sekelompok ilmuwan NASA telah
menggarisbawahi kemungkinan misi untuk sampai ke salah satu planet terluar dan
mengumpulkan data tentang komposisi mereka. Misi ini akan mengajarkan kepada
kita tentang mereka dan planet serupa di sistem planet lainnya.
"Terutama misi pengorbit untuk menyelidiki atmosfer Uranus atau
Neptunus yang akan memberikan nilai sains tertinggi dan memungkinkan studi
mendalam tentang semua aspek sistem planet: cincin, satelit, atmosfer, dan magnetosfer," kata Amy Simon, ketua grup Ice Giants Pre-Decadal Study.
Ada
empat misi yang diusulkan, meliputi tiga misi orbiter dan satu misi yang akan
mengeksplorasi Uranus secara lebih mendalam. Roket riset akan membawa kamera sudut sempit
untuk menangkap detil interior, terutama bulan-bulan es raksasa. NASA juga akan
menjatuhkan roket periset untuk menyelam ke atmosfer Uranus dan mengukur
tingkat molekul gas dan elemen berat di sana.
Instrumen
yang harus dimiliki oleh tiga misi pengorbit adalah kamera sudut sempit,
pengambil gambar doppler dan magnetometer, sementara pengorbit terdiri dari 15
instrumen yang mendukung detektor plasma, pencitraan inframerah dan sinar UV,
deteksi debu dan kemampuan radar gelombang mikro.
Tiga
misi pengorbit bisa berupa misi Neptunus dengan roket periset atmosfer, roket
periset Uranus dengan desain yang sama, atau pesawat antariksa yang dikirim
ke Uranus dengan membawa 15 instrumen periset.
Iklim yang Berat
Fokus
utama setiap misi adalah untuk menentukan komposisi es raksasa yang
diteliti pengorbit dan menentukan struktur internalnya beserta elemen-elemen
berat yang melimpah.
Sementara tujuan
lain misi adalah untuk mempelajari energi, cuaca dan iklim,
studi mendalam tentang bulan-bulan Neptunus dan Uranus, dan mencari tahu lebih banyak tentang komposisi
dan pembentukan sistem cincin yang mengitari Neptunus dan Uranus. Misi Neptunus
juga akan berfokus pada bulan terbesar Triton, objek sabuk Kuiper yang
kemungkinan memiliki kepulan air dan atmosfer yang lemah.
"Dibandingkan Neptunus, Uranus memiliki sistem satelit yang lebih besar yang mungkin
terbentuk dari cakram di sekitar planet (seperti sistem satelit Jupiter dan
Saturnus). Sistem satelit Uranus akan sangat membantu untuk sains planet komparatif dan
saya senang untuk dapat lebih memahami keragaman dunia-dunia kecil ini," kata Jonathan
Fortney di Universitas California, Santa Cruz. Dia lebih memilih gagasan misi
Uranus.
Neptunus
penting diteliti karena banyak sekali eksoplanet (planet di luar tata surya)
yang mirip dengannya. Simon mengatakan memahami bagaimana
Uranus dan Neptunus terbentuk dapat menunjukkan perbedaan antara raksasa es dengan raksasa gas dan bagaimana bisa memiliki jumlah es yang berlimpah.
"Misi
ini mungkin berimplikasi pada bagaimana sebuah panet terbentuk dengan massa
sebesar itu di sistem eksoplanet, misalnya," katanya.
Antisipasi Penundaan Misi
Namun, ada
beberapa rintangan yang harus dihadapi. Perjalanan akan memakan waktu setidaknya 14 tahun dan membutuhkan tenaga nuklir, tenaga surya akan sangat tidak efektif
karena jauh dari cahaya Matahari. Baterai atom bertenaga plutonium-238 yang
digunakan oleh NASA tidak mencukupi, karena perjanjian internasional mencegah
pengayaan plutonium selama bertahun-tahun. Mulai tahun 2013, sejumlah kecil
pengayaan plutonium diizinkan lagi.
Dengan sedikit keberuntungan, misi Uranus akan diluncurkan pada tahun 2034. Tapi jika NASA
melewatkan waktu peluncuran itu, misi akan dibatalkan untuk sementara waktu.
"Untuk Uranus, meskipun frekuensi kalender peluncuran terbaik jatuh setelah tahun 2034,
masih ada peluang bagus sampai tahun 2036. Namun, untuk Neptunus setelah tahun
2030 akan cukup sulit karena kurangnya gaya dorong gravitasi Jupiter, dibutuhkan waktu
selama 12 tahun lagi, sekitar tahun 2041 atau lebih," kata Mark Hofstadter dari
Laboratorium Propulsi Jet NASA.
"Jadi
berangkat dalam waktu yang tepat adalah faktor penting untuk misi
Uranus dan Neptunus," katanya.
Ditulis oleh: John Wenz, www.newscientist.com
Ditulis oleh: John Wenz, www.newscientist.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar