Langsung ke konten utama

Saat Seni dan Astronomi Bercampur

saat-seni-dan-astronomi-bercampur-trappist-1
Ilustrasi sistem TRAPPIST-1 oleh seniman antariksa Hurt and Pyle. Mereka memberi kesempatan kepada kita untuk melihat proses pembuatannya.

Sulit untuk memvisualisasikan sesuatu yang tidak dapat Anda lihat, jadi ketika NASA mengumumkan sistem TRAPPIST-1, mereka membutuhkan bantuan seniman hebat untuk menggambarkan sistem eksoplanet baru yang menakjubkan ini.

Robert Hurt, seorang ilmuwan visualisasi di Caltech’s IPAC Center, menyandang gelar Ph.D. bidang astrofisika, dan Tim Pyle, seorang produser multimedia dengan latar belakang spesial efek Hollywood, bekerja sama untuk menciptakan visualisasi sistem TRAPPIST-1.

Sistem tujuh planet yang ditemukan oleh para astronom memiliki tiga planet seukuran Bumi di zona layak huni bintang. Karena tidak ada teleskop yang cukup kuat untuk memotret tetangga jauh kita, kedua seniman ini ditugaskan untuk membuat rendering (proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer) realistis untuk menggambarkan wujud natural sistem TRAPPIST-1.

"Bagi publik, nilai visualisasi tidak sekadar memberi mereka gambaran tentang ilustrasi yang dihasilkan oleh seniman," Douglas Hudgins, seorang ilmuwan bidang pemograman dalam program penjelajahan Eksoplanet di Markas Besar NASA, mengatakan dalam sebuah siaran pers. "Kami menyajikan fakta dan perkiraan visualisasi yang mengedukasi tentang sebuah objek yang dapat diterima publik. Gambar berbicara seribu kata."

Hurt dan Pyle bekerja dengan data dari teleskop dan berkonsultasi dengan tim yang menemukan TRAPPIST-1 di NASA. TRAPPIST-1b terinspirasi oleh bulan Jupiter, Io. Pyle mendesain TRAPPIST-1h, planet misterius paling jauh di dalam sistem, berdasarkan dua bulan Jupiter, Ganymede dan Europa.

"Ketika memproses gambar, kami tidak pernah mengatakan seperti inilah wujud sistem planet," kata Pyle. "Kami membuat ilustrasi masuk akal tentang seperti apa mereka seharusnya terlihat berdasarkan pada apa yang kita ketahui sejauh ini. Mengingat ketujuh eksoplanet yang belum bisa kita jangkau, ilustrasi mereka harus cukup logis. Mereka akan menjadi laboratorium antarbintang ideal terkait segala sesuatu yang bisa terjadi di planet-planet seukuran Bumi."

Berdasarkan prediksi bahwa sistem planet mengalami penguncian pasang surut, karena hanya satu belahan planet yang selalu menghadap bintang induk setiap saat, Hurt menempatkan tudung es pada sisi gelap abadi TRAPPIST-1c. Hurt yang ingin lebih bebas dalam kreatifitas, juga menempatkan air pada sisi terang TRAPPIST-1d, satu dari tiga planet layak huni. Semula para astronom ingin agar ia menggambarkan "dunia bola mata," yaitu sisi yang selalu menghadap bintang induk berada dalam kondisi panas dan kering, sedangkan sisi sebaliknya dingin dan di bagian tengah menampung air cair. Tapi Hurt mencoba meyakinkan mereka bahwa rancangannya adalah yang terbaik.

"Lalu saya maju dan berpendapat: Tidak ada yang dapat dilihat di sisi gelap, jadi kita mencoba menggambarkan ada air di sana," kata Hurt.

Setelah saling mempertahankan pendapat, akhirnya mereka berkompromi dan membiarkan air dilihat di "bagian terang".

Pada akhirnya, tujuan utama tim adalah untuk membangkitkan antusias publik terhadap sains dan memberi publik lebih banyak informasi tentang seperti apa eksoplanet-eksoplanet ini terlihat.

Ditulis oleh: Nicole Kiefert, www.astronomy.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...