Galaxy Zoo dimulai dengan sebuah seruan kepada sukarelawan untuk membantu mengklasifikasikan galaksi-galaksi jauh yang berhasil diambil oleh jajaran teleskop antariksa. Proyek kolaborasi tersebut telah menghasilkan banyak penemuan spektakuler, yang kemudian melahirkan banyak turunan proyek
serupa yang diberi nama Zooniverse. Mari kita mundur 10 tahun ke belakang untuk melihat perkembangan fenomena citizen science.
Dimulai dengan noda biru aneh di layar komputer.
Kini gumpalan misterius yang dilihat oleh seorang guru
sekolah dasar Belanda, telah menjadi salah satu penemuan
astronomi yang mengagumkan.
Hanny's Voorwerp, diambil dari nama penemunya, Hanny van Arkel, telah
memberikan jendela baru istimewa di alam semesta.
Mereka telah menemukan awan-awan molekul gas bercahaya yang sangat jauh, layaknya kapsul waktu yang dapat mengungkap sejarah galaksi-galaksi tetangga dalam kurun waktu beberapa ribu tahun
sebelumnya.
Bagi Arkel, nama depannya layak untuk diabadikan pada objek langit langka yang telah memberikan pemahaman
baru untuk kemajuan di bidang astronomi, sekaligus menandai berlalunya 10 tahun
sejak pertama kali ditemukan selama liburan musim panas mengajar.
Arkel telah berpartisipasi sebagai relawan dalam proyek citizen scientists
(partisipasi publik dalam penelitian ilmiah) yang disebut Galaxy Zoo, yang
meminta publik untuk mengklasifikasikan berbagai tipe galaksi dari galeri gambar yang dikumpulkan oleh teleskop robotik.
![]() |
Chris Lintott, pendiri Galaxy Zoo dan presenter Sky at Night, mengatakan bahwa proyek tersebut memberikan dampak nyata terhadap pemahaman kita tentang galaksi-galaksi di alam semesta. |
Diluncurkan pada bulan Juli 2007, Galaxy Zoo telah mengklasifikasikan 125 juta galaksi dalam berbagai bentuk dan ukuran dan menghasilkan 60 tinjauan makalah akademisi.
Capaian prestasi yang jauh melampaui apa yang bisa dilakukan komputer atau ahli manapun. Dengan memanfaatkan kekuatan masyarakat luas,
para ilmuwan telah memperoleh wawasan baru tentang alam semesta di sekitar kita.
"Apa yang dimulai sebagai sebuah proyek kecil telah
sepenuhnya ditransformasikan oleh antusiasme dan upaya para relawan," kata astrofisikawan Prof. Chris Lintott dari Universitas Oxford, salah satu
pendiri proyek Galaxy Zoo. "Proyek ini memberikan dampak nyata terhadap pemahaman kita tentang evolusi galaksi."
Kontribusi Arkel dimulai dari hasrat yang muncul
secara tiba-tiba. Sebagai penggemar berat band legendaris Queen, Arkel melihat-lihat situs dari
gitaris dan astrofisikawan Brian May pada suatu malam sambil memainkan gitarnya
sendiri.
Saat itulah, ia melihat beberapa gambar beberapa
galaksi jauh dengan komentar yang mendesak
masyarakat untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
"Astrofisikawan Brian May mengatakan tidak ada seorangpun
yang melihat galaksi-galaksi ini sebelumnya dan bahwa setiap orang bisa
menemukannya sendiri," jelas Arkel. "Itulah awal mula saya tertarik dan saat sedang libur musim panas mengajar, saya
mendaftar."
![]() |
Relawan Hanny van Arkel menemukan kelas baru objek astronomi. |
Dia baru saja terlibat selama satu minggu saat melihat gumpalan
biru aneh tersebut.
"Saya sama sekali tidak tahu apa itu," katanya.
"Saya pikir gambar tersebut kemungkinan adalah noda di lensa kamera. Ada tutorial yang memandu kita tentang apa yang seharusnya kita harapkan
terlihat, tapi tidak nampak seperti yang seharusnya, jadi saya mengirim email
kepada tim untuk menanyakannya."
Dia juga memasang gambar di forum proyek, di sanalah objek
mendapatkan nama dari anggota lain. Objek ini kemudian menyandang nama penemunya, Hanny's Voorwerp, atau objek Hanny.
Ternyata objek yang ditemukan oleh Hanny merupakan objek yang
benar-benar baru dan sama sekali tidak diketahui oleh sains pada
saat itu.
Butuh waktu hampir setahun analisis dan studi sebelum para
ilmuwan mulai mengungkap apa yang Arkel temukan, noda biru itu adalah awan gas
yang sangat panas tanpa bintang di dalamnya.
![]() |
Penemuan objek "yellowballs", fase kosmik dari pembentukan bintang masif. |
Mereka meyakini bahwa awan gas raksasa yang membentang hingga 16.000 tahun
cahaya, tertarik oleh material yang jatuh ke lubang hitam supermasif di
pusat galaksi dan menciptakan semacam "gema cahaya".
Ketika penemuan dipublikasikan dan menjadi viral, Arkel seolah menjadi selebriti kecil di dunia astronomi.
"Saat pertama kali seseorang meminta tanda tangan, saya pikir
mereka sedang bercanda," kata Arkel yang saat ini berusia 34
tahun.
Satu dekade berlalu, 20 objek serupa telah ditemukan, walaupun banyak
di antaranya yang masih "kandidat" sampai dikonfirmasi lebih
lanjut.
Para astronom telah mengarahkan beberapa teleskop paling kuat, termasuk Teleskop Antariksa Hubble NASA ke kandidat-kanditat
voorwerp untuk mempelajarinya lebih rinci.
![]() |
Voorwerp di sebelah galaksi Teacup/Cangkir Teh yang terletak 1,1 miliar tahun cahaya dari Bumi |
Dalam sebuah makalah studi terbaru yang diterbitkan di Astrophysical
Journal, para ilmuwan yang memimpin proyek Galaxy Zoo di University of Alabama
dan University of Oxford, telah memeriksa delapan objek serupa, termasuk yang ditemukan oleh Arkel.
Para ilmuwan dapat mendeteksi variasi luminositas awan gas yang
tampaknya berkorelasi dengan perubahan aktivitas di galaksi-galaksi tetangga.
Luminositas adalah jumlah energi yang dipancarkan sebuah benda ke
segala arah per satuan waktu.
Di dalam voorwerp para peneliti bisa mendeteksi gumpulan awan gas
yang berbeda, lebih cerah dan memudar dalam gema cahaya, dan nampaknya
berkorelasi dengan perubahan aktivitas masa lalu yang terjadi di dalam galaksi.
Voorwerp di dekat galaksi Cangkir Teh penyendiri yang terletak 1,1 miliar tahun cahaya dari Bumi, diketahui memiliki dua periode cerah dan pudar, mengindikasikan peningkatan dan penurunan
aktivitas dalam periode waktu 55.000 tahun.
Mereka melihat pola serupa di dinding bawah objek,
termasuk Hanny's Voorwerp, yang terletak di dekat galaksi IC
2497.
‘Katak’ Kosmik
"Voorwerp menunjukkan aktivitas intens di dalam galaksi sehingga strukturnya dapat berubah sangat cepat," jelas Profesor Lintott.
"Ketika membahas tentang aktivitas di pusat galaksi, maka tema utamanya adalah material yang jatuh ke arah lubang hitam. Peristiwa ini dapat
menyebabkan material dilontarkan dari pusat galaksi dalam bentuk berkas sempit (jet) material yang melaju hampir secepat cahaya. Jet material inilah yang kami duga menarik gas di dalam voorwerpen."
"Jika sesuatu dapat berubah begitu cepat di sebuah galaksi aktif, maka hal itu juga dapat mengubah cara pandang tentang galaksi rumah kita yang dianggap tidak
aktif. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa perubahan semacam itu mungkin terjadi di masa
lalu. Sistem-sistem yang dekat dengan pusat galaksi tidak akan menjadi tempat
yang menyenangkan untuk dikunjungi."
![]() |
Beberapa teleskop paling kuat di dunia, termasuk Hubble (ditampilkan di sini), telah diarahkan pada objek-objek yang ditemukan oleh "zooites," istilah untuk anggota citizen scientists Galaxy Zoo. |
Mengintip galaksi-galaksi yang terletak jutaan tahun cahaya, sama dengan
melihat mereka jutaan tahun di masa lalu. Gema cahaya voorwerp, memberikan
catatan tentang sejarah masa lalu galaksi yang tidak mungkin dilihat.
"Luar biasa, karena kita tidak memiliki hal lain yang memungkinkan
kita untuk melihat apa yang sedang terjadi di alam semesta pada skala waktu semacam
ini," kata Profesor Lintott. "Kita dapat melihat jutaan tahun ke
belakang melalui populasi galaksi jauh dalam rentang hidup puluhan
tahun manusia, jadi Hanny's Voorwerp bisa menjadi metode yang tepat, dan
kita dapat menemukannya lebih banyak lagi."
Bagi Arkel, keindahan objek yang dia temukan
masih terus terkenang.
"Gambar Hubble sungguh luar biasa," kata Arkel. "Beberapa
gambar berwarna hijau dan agak mirip dengan katak pohon. Anda bisa melihat
bintik oranye di mana matanya berada dan rupanya di sinilah tempat
bintang-bintang baru terbentuk."
Bola-Bola Baru
Tapi voorwerpen bukan satu-satunya penemuan yang dihasilkan proyek Galaxy
Zoo. Bola hijau aneh, yang kemudian dijuluki Kacang Hijau oleh
"zooites" (istilah untuk anggota citizen scientists Galaxy Zoo) yang
terlibat dalam proyek, adalah jenis galaksi yang benar-benar baru. Arkel yang bermata tajam termasuk orang pertama yang memperhatikannya.
Galaxy Zoo begitu sukses sehingga telah melahirkan seluruh turunan proyek citizen scientists lain yang sekarang berada di bawah naungan proyek
Zooniverse.
Publik dapat bergabung untuk mengklasifikasikan segala sesuatu
mulai dari foto hewan di Serengeti dan menghitung anjing laut di Laut Weddell
untuk membantu komputer mengenali wajah-wajah hewan atau menyalin
dokumen tulisan tangan dari zaman Shakespeare.
![]() |
"Kacang hijau" adalah jenis galaksi yang benar-benar baru dan belum pernah ditemukan hingga saat itu. |
Proyek citizen scientists telah tumbuh di luar dugaan sehingga membuat server lama di Johns Hopkins University, AS,
diganti dengan server virtual Amazon Web Services sebagai hosted (penyedia data
untuk diakses menggunakan internet).
Baru-baru ini, sebuah proyek turunan untuk mengidentifikasi
objek-objek di galaksi kita sendiri, telah menemukan objek langit kuning bundar
kecil yang tersebar di seluruh Bima Sakti.
"Bola-bola Kuning" ini adalah bintang-bintang masif yang terbungkus debu. Ribuan di antaranya telah ditemukan hanya di galaksi kita saja.
Tapi, warisan Galaxy Zoo bisa menjadi sesuatu yang lebih
penting daripada penemuan segelintir objek-objek baru, yaitu mengubah cara kerja sains.
Dr. Karen Masters, seorang astrofisikawan di Universitas
Portsmouth dan ilmuwan proyek untuk Galaxy Zoo berkata: "Dengan
hormat, kami meminta bantuan kepada citizen scientists atas sesuatu yang tidak dapat
kami lakukan sendirian, bantuan yang diberikan telah memberikan kontribusi
besar demi kemajuan sains."
Ditulis oleh: Richard Gray, www.bbc.com
Sumber: Galaxy Zoo: Citizen science
trailblazer marks tenth birthday
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar