![]() |
Sebuah rekaman fosil kosmik. |
Para astronom telah menemukan bukti tentang medan magnet yang telah terbentuk sejak awal sejarah kehidupan sebuah galaksi dan tetap stabil seterusnya, berdasarkan observasi terhadap galaksi lain yang terletak sekitar 5 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Medan
magnet di sekitar galaksi serupa dengan kekuatan dan konfigurasi di galaksi Bima
Sakti kita, sehingga para astronom dapat belajar banyak darinya tentang
bagaimana magnetisme alam semesta bekerja.
Dalam
fisika, magnetisme adalah salah satu fenomena terkait material yang mengeluarkan
gaya menarik atau menolak pada material lainnya.
Sebelumnya,
tidak ada yang pernah mengukur medan magnet galaksi dengan jarak sejauh ini, atau pada tahap
awal kehidupan galaksi, dan karena cahaya memerlukan waktu untuk mencapai kita, sebenarnya galaksi tersebut 5 miliar tahun lebih muda daripada galaksi
kita, namun memiliki medan magnet yang sebanding.
"Hal studi menyimpulkan bahwa magnetisme dihasilkan sangat awal dalam kehidupan sebuah galaksi
dengan proses alami, dan dengan demikian hampir setiap benda langit bersifat
magnetis," kata anggota tim Bryan Gaensler dari Universitas Toronto
di Kanada. "Implikasinya adalah kita perlu memahami magnetisme untuk
memahami alam semesta."
Medan
magnet di sekitar galaksi jauh lebih lemah daripada medan magnet di sekitar planet,
misalnya, medan magnet Bima Sakti kira-kira satu juta kali lebih lemah daripada
medan magnet Bumi, dan sebuah hipotesis menggagas medan magnet galaksi menjadi semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Namun hipotesis ternyata bertolak belakang dengan studi galaksi CLASS B1152+199 yang
dilakukan oleh observatorium Karl G. Jansky Very Large Array di New Mexico.
Untuk mendapatkan hasil secara lansung dalam penelitian ini sangat sulit, mengingat medan
magnet tidak dapat dideteksi pada jarak yang begitu jauh. Sebagai
gantinya, para peneliti mengukur medan magnet melalui efek medan magnet pada
cahaya quasar di belakangnya.
Pengukuran ini disebut efek Faraday, cara medan magnet memancarkan cahaya yang
melewatinya dan sangat penting dalam studi.
Jika
Quasar dan CLASS B1152+199 tidak sejajar, kita tidak akan
bisa mengukur medan magnetnya dan menemukannya sebanding dengan Bima Sakti.
"Temuan
ini sangat menarik," kata penanggung jawab tim Sui Ann Mao, dari Astronomi Radio Institut Max
Planck di Jerman. "Sekarang, pemegang rekor galaksi terjauhlah yang memiliki informasi medan magnet ini."
Masih
banyak yang tidak kita ketahui tentang bagaimana magnetisme bekerja pada skala
kosmik, dan sulit untuk mengatakan dengan tepat bagaimana penelitian ini dapat
digunakan di masa depan.
Yang
kita yakini adalah medan magnet sangat penting untuk merekatkan alam semesta, dan sekarang kita mendapatkan beberapa bukti baru untuk
mempelajarinya.
"Tidak
ada yang tahu tentang asal usul medan magnet dan cara kerjanya," kata
Gaensler. "Tapi sekarang kami telah memperoleh petunjuk penting untuk memecahkan misteri ini, dengan mengekstrak catatan fosil magnetisme
di galaksi yang miliaran tahun lebih tua daripada Bima Sakti."
Makalah studi telah dipublikasikan di Nature
Astronomy.
Sumber:
A Galaxy 5 Billion Light-Years Away Just Revealed a Major Clue to Universe's Magnetism Mystery
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar