![]() |
Planet utama dan planet katai Pluto ditampilkan dalam urutan jarak yang benar dari Matahari, namun ukuran dan jarak orbit tidak menunjukkan skala yang sebenarnya. |
Tata Surya adalah sebuah bintang dan semua objek yang mengelilinginya, yaitu planet, bulan, asteroid, komet dan meteorid.
Kebanyakan bintang menjadi induk bagi planet-planet, jadi kemungkinan ada
puluhan miliar tata surya lainnya di galaksi Bima Sakti kita saja. Sistem planet juga dapat memiliki lebih dari satu bintang. Disebut sistem biner jika ada dua bintang, atau sistem triple jika ada tiga bintang dan multi bintang jika lebih dari tiga bintang.
Tata surya yang kita sebut rumah terletak di lengan luar spiral Bima Sakti. Terdiri dari Matahari (bintang kita) dan segala sesuatu yang mengitarinya. Termasuk delapan planet utama dan satelit-satelit alami (seperti bulan kita), planet-planet katai dan satelit-satelit mereka, serta
asteroid, komet dan tak terhitung banyaknya debu dan partikel kecil.
Ukuran dan Jarak
Tata
surya meluas melampaui delapan planet utama, sebab mencakup Sabuk Kuiper yang di luar orbit Neptunus. Sabuk Kuiper adalah
cincin es yang massanya tidak lebih besar daripada planet katai Pluto.
![]() |
Ilustrasi batas tata surya kita. Kredit: NASA GSFC |
Dan setelah Sabuk Kuiper ada Awan Oort. Cangkang raksasa berbentuk
lingkaran ini mengelilingi tata surya kita. Memang tidak pernah diamati secara
langsung, namun eksistensinya diprediksi berdasarkan model matematis dan observasi komet yang mungkin berasal dari sana.
Awan
Oort terbuat dari bongkahan antariksa seukuran gunung dan
terkadang lebih besar, yang mengorbit Matahari dari jarak 1,6 tahun cahaya
jauhnya. Cangkang material tebal ini membentang dari 5.000 AU hingga 100.000 AU. 1 AU adalah jarak Bumi-Matahari. Awan Oort adalah batas pengaruh gravitasi Matahari, batas bagi objek yang mengorbit untuk bisa berbalik dan kembali
mendekati Matahari.
Heliosfer Matahari tidak meluas terlalu jauh. Heliosfer adalah gelembung yang diciptakan
oleh angin surya, aliran gas bermuatan listrik yang dihembuskan Matahari ke
segala arah. Batas lokasi angin surya tiba-tiba melambat oleh tekanan dari
gas antarbintang yang disebut medium antarbintang, terletak di antara 80-100 AU.
Dua
pesawat antariksa NASA yang diluncurkan pada tahun 1977, telah melewati medium
antarbintang: Voyager 1 pada tahun 2004 dan Voyager 2 pada tahun 2007. Namun membutuhkan waktu ribuan tahun sebelum kedua Voyager keluar dari Awan Oort.
Pembentukan
Tata surya terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu dari awan gas dan
debu antarbintang yang padat. Awan runtuh, kemungkinan karena gelombang kejut dari ledakan supernova bintang di dekatnya. Saat runtuh, awan menjadi nebula surya, atau cakram material yang berputar.
Di
bagian pusat, gaya gravitasi menarik paling banyak material. Akhirnya tekanan di inti nebula surya menjadi begitu besar, sehingga atom-atom hidrogen mulai bercampur dan
membentuk helium, melepaskan energi dalam jumlah yang masif. Seperti itulah Matahari dilahirkan, melalui akresi lebih dari 99% material yang tersedia.
Material
yang lebih jauh dari inti juga menggumpal dan saling bertabrakan untuk membentuk objek yang lebih besar. Beberapa tumbuh cukup besar karena gaya gravitasi dan membentuk objek menyerupai bola, menjadi planet, planet katai dan bulan. Dalam
kasus lain, material yang tidak menjadi ketiga objek tersebut menjadi sabuk asteroid. Sementara, sisa-sisa meterial lainnya menjadi asteroid, komet, meteorid, dan bulan-bulan kecil yang tak beraturan.
Struktur
Distribusi planet dan objek lainnya di tata surya disebabkan oleh cara tata surya terbentuk. Di wilayah terdalam, hanya material berbatu yang mampu menahan panas Matahari di sejarah awal tata surya. Untuk alasan ini, empat
planet pertama yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars adalah planet terestial
yang lebih kecil dengan permukaan keras dan berbatu.
Sementara material es, cairan atau gas, menetap di wilayah terluar tata surya. Di sanalah tinggal raksasa gas Jupiter dan Saturnus, dan raksasa es Uranus dan Neptunus.
Eksplorasi
Pada
awal abad ke-17, observasi Galileo Galilei menggunakan teleskop
yang baru saja ditemukan pertama kali dalam sejarah, sangat mendukung konsep tata surya, tempat semua planet, termasuk Bumi, berputar mengelilingi Matahari sebagai bintang induk. Mengusung teori heliosentris Copernicus, konsep Galileo sangat revolusioner, karena zaman itu banyak yang menganggap Bumi sebagai pusat alam semesta.
Selanjutnya, kita telah banyak belajar tentang tata surya dan di luar tata surya menggunakan teleskop berbasis antariksa dan darat, pesawat antariksa dan model
matematis.
![]() |
Voyager 1 adalah pesawat antariksa pertama yang meninggalkan tata surya. |
Fakta Singkat
- Planet: 8
- Planet Katai: 5
- Bulan: Dikonfirmasi = 149, Kandidat = 26, Total = 175
- Komet: Lebih dari 3.400
- Asteroid: Lebih dari 715.000
- 1543: Nicolaus Copernicus menerbitkan teorinya tentang heliosentrisme, konsep yang menempatkan Matahari sebagai pusat alam semesta dengan planet-planet yang mengorbit di sekelilingnya.
- 1609, 1619: Johannes Kepler menerbitkan tiga hukum gerakan planet.
- 1610: Galileo Galilei menerbitkan "The Starry Messenger," sebuah pamflet tentang pengamatan teleskopnya terhadap bulan, satelit Bumi, fase-fase Venus, dan empat bulan Jupiter.
- 1705: Edmond Halley secara matematis menunjukkan kesamaan orbital untuk komet yang diamati pada tahun 1456, 1531, 1607 dan 1682, dan berhasil memprediksi kembalinya komet yang sama pada tahun 1758.
- 1781: William Herschel memperluas tata surya dengan menemukan planet baru melalui pengamatan teleskop, yang kemudian dinamai Uranus.
- 1801-1808: Empat asteroid pertama ditemukan (meskipun yang pertama dan terbesar, Ceres, direklasifikasi sebagai planet katai 200 tahun kemudian).
- 1846: Urbain Le Verrier, yang mengkonfirmasi pengamatan Johann Galle, kembali memperluas tata surya dengan memprediksi dan mengamati sebuah planet baru, Neptunus.
- 1930: Penelusuran foto yang dilakukan oleh Clyde Tombaugh menemukan anggota tata surya di luar Neptunus, yang diberi nama Pluto, awalnya diklasifikasikan sebagai planet namun sekarang dianggap sebagai planet katai.
- 1977: Peluncuran Voyagers 1 dan 2 dari Bumi, memulai misi mereka untuk mengeksplorasi di luar tata surya kita.
- 2004: Voyager 1 melintasi medium antarbintang tata surya kita.
- 2007: Voyager 2 melintasi medium antarbintang tata surya kita.
- 2012: Voyager 1 memasuki ruang antarbintang.
Sumber: Our Solar System: In Depth
Artikel terkait: Matahari
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar