![]() |
ESA/Herschel/NASA/JPL-Caltech, CC BY-SA 3.0 IGO |
Panorama mengagumkan dari sebuah kompleks awan
molekuler yang dipenuhi dengan debu bintang dan gumpalan materi yang bergejolak, inilah pemandangan sekilas dari wilayah "pabrik" bintang di galaksi Bima Sakti
tempat bintang-bintang baru dilahirkan.
ESA
(Badan Antariksa Eropa) telah merayakan salah satu warisan terindah dari Observatorium Antariksa Herschel, dan kita tak bisa berhenti menatap salah satu dari koleksi gambar yang baru saja mereka bagikan.
Kompleks
awan terdiri dari tiga wilayah yang diberi kode W3, W4, dan W5. W adalah
inisial untuk astronom Belanda Gart Westerhout, yang pertama kali melihat awan molekuler ini pada tahun 1950-an saat mengamati galaksi kita menggunakan gelombang radio.
Beberapa
dekade kemudian, ESA membangun teleskop inframerah terbesar yang pernah ada, dan menyematkan nama Caroline dan William Herschel sebagai bentuk penghargaan kepada dua orang astronom yang melegenda, kemudian meluncurkannya ke luar angkasa pada tahun 2009. Observatorium Herschel menjalankan misi sesuai harapan dan telah menghasilkan penemuan dan galeri gambar yang menakjubkan.
Pada
tahun 2010, journal Astronomy &
Astrophysics menerbitkan sebuah fitur khusus dengan 152 makalah studi yang menjadikan data Observatorium Herschel sebagai referensi.
Kompleks
awan molekuler ini terletak di rasi Cassiopeia dan menurut ESA merupakan "salah
satu wilayah terbaik untuk mempelajari kehidupan dan kematian bintang masif di
galaksi Bima Sakti kita."
Karena panjang gelombang inframerah yang digunakan oleh Observatorium
Herschel mumpuni dalam menangkap cahaya yang dipancarkan oleh debu bintang yang
tersebar di seluruh awan, para astronom dapat melacak aliran gas yang mengalir di sekitar bintang yang baru dilahirkan.
Di bawah ini adalah W3 yang dianggap sebagai salah satu pabrik paling aktif yang
membentuk bintang-bintang masif di seluruh galaksi kita, rumah bagi gumpalan massa setara ratusan ribu kali massa Matahari kita:
![]() |
ESA/Herschel/NASA/JPL-Caltech, CC BY-SA 3.0 IGO; R. Hurt (JPL-Caltech) |
Dan
inilah W4, sebuah gelembung yang mengelilingi wilayah pembentuk bintang di tengah,
dengan materi didorong ke samping oleh angin dari ledakan supernova:
![]() |
ESA/Herschel/NASA/JPL-Caltech, CC BY-SA 3.0 IGO; R. Hurt (JPL-Caltech) |
Yang
terakhir namun tidak kalah pentingnya, inilah pemandangan close-up W5 yang tidak
hanya menampung satu, tapi dua gelembung sekaligus yang mengelilingi wilayah pembentuk bintang,
dengan molekul materi bergejolak karena ledakan bintang yang lebih masif:
![]() |
ESA/Herschel/NASA/JPL-Caltech, CC BY-SA 3.0 IGO; Acknowledgement: R. Hurt (JPL-Caltech) |
"Ada banyak benih pembentuk bintang-bintang baru di kompleks awan ini, terutama di
W3 dan W5, yang telah diamati di sepanjang pilar, tepi dan fitur lainnya yang
dipahat di materi awan oleh efek radiasi ganas bintang-bintang masif di dekatnya,"
ESA menjelaskan dalam sebuah pernyataan.
Dan, inilah pemandangan komplet panorama awan molekuler pabrik bintang:
![]() |
ESA/Herschel/NASA/JPL-Caltech; acknowledgement: R. Hurt (JPL-Caltech) |
Ditulis
oleh: SIGNE DEAN, sciencealert.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar