Langsung ke konten utama

Odyssey Mengambil Gambar Pertama Phobos setelah 16 Tahun Mengorbit Mars

Odyssey-mengambil-gambar-phobos-bulan-mars-astronomi
Phobos berhasil diamati oleh Odyssey.
Kredit: NASA

Setelah mengorbit Planet Merah selama 16 tahun, pesawat antariksa Mars Odyssey besutan NASA yang diluncurkan pada tahun 2001 akhirnya berhasil menangkap gambar pertama Phobos, satu dari dua bulan Mars. Kamera Thermal Emission Imaging System (THEMIS) Mars Odyssey mengamati Phobos pada tanggal 29 September. Berbentuk oval, diameter Phobos sekitar 22 kilometer. Kamera pengorbit Mars lainnya sebenarnya telah mengambil gambar Phobos dalam resolusi tinggi, namun THEMIS adalah kamera pertama yang membidik Phobos dalam panjang gelombang inframerah.

Observasi inframerah menyediakan informasi tentang komposisi mineral dan tekstur permukaan, NASA menjelaskan dalam rilis pers minggu ini. "Meskipun telah mengorbit Mars selama 16 tahun, baru sekarang THEMIS dapat diarahkan untuk mengamati Phobos," kata Jonathon Hill, staf perencana misi THEMIS dari Universitas Negeri Arizona.

Para peneliti mengkombinasikan panjang gelombang cahaya kasat mata dan inframerah untuk menghasilkan gambar yang mengungkap suhu permukaan Phobos, yang telah dipertimbangkan untuk menjadi pos terdepan misi eksplorasi yang akan datang, kata NASA.

termal-phobos-oleh-themis-odyssey-astronomi
Citra termal Phobos oleh THEMIS Mars Odyssey NASA yang diambil pada tanggal 29 September 2017 ini menggabungkan panjang gelombang cahaya kasat mata dan inframerah.
Kredit: NASA/JPL-Caltech/Universitas Negeri Arizona
  
"Pemandangan seperti ini sengaja dipilih agar kami dapat menganalisis berbagai macam suhu di permukaan," Hill menambahkan. Salah satu pertanyaan utama tentang Phobos dan Deimos, sepasang bulan Planet Merah, adalah apakah mereka asteroid yang ditangkap oleh gravitasi Mars, atau mereka sebelumnya adalah bagian dari Mars yang terlontar ke langit akibat benturan antara Mars dengan objek antariksa lainnya.

Para periset berharap informasi komposisi dari THEMIS dapat membantu menentukan asal usul mereka. Sejak Odyssey mengorbit Planet Merah pada tahun 2001, THEMIS telah memberikan banyak informasi tentang komposisi dan termal dari seluruh penjuru Mars, namun belum pernah berhasil mencitrakan sepasang bulan. Keberhasilan observasi pada tanggal 29 September memastikan bahwa Odyssey dapat melakukannya dengan aman, sebagai awal dari serangkaian observasi Phobos dan Deimos dalam beberapa bulan mendatang.

"Para ilmuwan sangat berminat untuk mempelajari Phobos, karena berpotensi digunakan sebagai pos terdepan oleh para astronot masa depan," pungkas Jeffrey Plaut, ilmuwan Proyek Odyssey dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California.

animasi-serangkaian-gambar-phobos-oleh-themis-odyssey-astronomi
Animasi ini disusun dari serangkaian gambar yang diambil dalam panjang gelombang cahaya kasat mata oleh THEMIS Mars Odyssey NASA saat mengamati Phobos pada tanggal 29 September 2017.
Kredit: NASA/JPL-Caltech/ASU

Ditulis oleh: Ians, www.firstpost.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...