Misi
yang dijalankan oleh pesawat antariksa Cassini di Saturnus selama tiga belas tahun memang telah berakhir saat ia terbakar di atmosfer Saturnus, namun sains dari Cassini belum berhenti.
Sejumlah besar observasi yang dikumpulkan Cassini memuat data-data ilmiah berharga dan akan terus memberikan wawasan baru kepada para ilmuwan selama beberapa
dekade ke depan.
Salah satunya adalah gambar Enceladus yang dirilis oleh NASA. Bulan Saturnus ini diterangi oleh cahaya Matahari yang membentuk tungkai sabit cerah. Citra Enceladus diambil oleh Cassini pada tanggal
29 Maret 2017 dari jarak 180.000 kilometer.
![]() |
Kredit: NASA |
Fitur paling mencolok dari gambar adalah kepulan-kepulan air yang meletus dari daerah di dekat kutub selatan Enceladus yang disebut "garis harimau". Kepulan air memang tak terlihat karena sudut pengambilan yang tidak tepat. Saat Cassini dikembangkan, para ilmuwan belum mengetahui ada kepulan air yang dikeluarkan dari Enceladus, oleh karena itu tidak ada instrumen yang mampu mempelajarinya secara rinci. Namun, Cassini telah meluncur melalui kepulan dan melakukan beberapa pengamatan ilmiah yang membuka jalan bagi misi masa depan untuk mengungkap misteri Enceladus.
Enceladus
memiliki semua material yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan, dan merupakan
salah satu alasan mengapa Cassini harus mengakhiri misinya di atmosfer Saturnus, demi menjaga keaslian ekosistem. Karena kehabisan bahan bakar, Cassini dikhawatirkan jatuh ke Enceladus. Jika memang ada ekosistem di sana, maka Cassini rentan mencemarinya dengan mikroba dari Bumi.
Ditulis oleh: Staf www.firstpost.com
Ditulis oleh: Staf www.firstpost.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar