Langsung ke konten utama

NASA Mungkin Akan Memodifikasi DNA Astronot yang Pergi ke Mars

nasa-mungkin-akan-memodifikasi-dna-astronot-yang-pergi-ke-mars-astronomi
Sumber gambar: www.nature.com

Astronot adalah manusia paling berani di muka Bumi, namun orang pertama yang mengemban misi berisiko tinggi, seperti misi perjalanan ke Mars, akan menjadi pelopor untuk variasi yang sama sekali baru. Sebab mereka juga berisiko terjangkit berbagai penyakit saat melakukan perjalanan antariksa, termasuk peningkatan risiko kanker akibat radiasi luar angkasa. Namun, sebuah proposal baru bisa saja mengubahnya, karena NASA sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memodifikasi DNA para astronot misi ke Mars, agar tubuh mereka lebih tahan terhadap ancaman berbahaya di sepanjang perjalanan.

Kepala Teknologi NASA Douglas Terrie, dilaporkan membicarakan tentang kemungkinan mengotak-atik DNA astronot Mars pada sebuah acara yang diselenggarakan di London. "Kami mengevaluasi berbagai hal," ungkap Terrier kepada The Times. "Mulai dari terapi obat yang tampaknya cukup menjanjikan, hingga yang lebih ekstrem seperti modifikasi epigenetika dan manipulasi. Saya pikir terobosan semacam ini akan memiliki banyak konsekuensi etis, sehingga saat ini masih dalam tahap pemikiran eksperimental."

Manipulasi dan modifikasi DNA jelas merupakan langkah yang sangat ekstrem untuk dilakukan, namun bisa memberikan manfaat nyata bagi Bumi yang berharap mencapai Mars dengan kesehatan yang tetap terjaga. Saat berada di luar perisai atmosfer Bumi, partikel berenergi tinggi yang membombadir para astronot memang tak terlihat, namun sebenarnya sangat berbahaya.

Menurut NASA, para astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa International (ISS) menerima radiasi sepuluh kali lipat daripada yang kita yang ada di Bumi. Di permukaan planet, medan magnet melindungi kita dari partikel bermuatan tinggi yang mengarah ke kita, namun para astronot jelas tidak memiliki perlindungan tersebut. Untuk perjalanan jarak jauh seperti ke Mars, para awak akan terpapar radiasi yang luar biasa dan NASA masih memikirkan bagaimana mengatasinya.

Perubahan DNA mungkin bukan satu-satunya solusi, bagaimanapun juga tindakan perlindungan lain juga tetap harus dilakukan. Mungkin seperti pakaian khusus atau modifikasi pesawat antariksa itu sendiri telah dipikirkan. Rencana NASA saat ini berfokus pada jurnal orbit ke Mars sekitar tahun 2030, jadi masih ada waktu untuk mematangkannya.

Ditulis oleh: Mike Wehner, bgr.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...