Gambar
di atas menunjukkan nyala api unggun di bawah Bima Sakti yang diabadikan oleh Ben Coffman
di Oregon. Dia menulis: Orang-orang baik ini adalah rekan-rekan kerja dari salah satu
resor di Mt. Hood. Untuk selalu mengenang mereka, saya mengabadikan
foto mereka di pantai dekat Tanjung Kiwanda (sebuah kawasan alami di dekat
Pacific City, Oregon). Mereka menghabiskan waktu dalam suasana akrab.
Tak ada yang lebih baik daripada melewatkan malam indah di bawah Bima Sakti? Tapi tahukah kamu bahwa setiap malam di sepanjang hidupmu adalah malam di bawah naungan Bima Sakti? Maksud kami, setiap bintang yang
bisa kita lihat dengan mata telanjang tanpa bantuan alat, terletak di dalam galaksi Bima Sakti kita.
Sebagaimana terlihat di dalam foto Ben, Bima Sakti bagaikan pita yang terdiri dari bintang-bintang terang dan redup. Diameternya sekitar 100.000 tahun cahaya, sementara tebalnya hanya sekitar 1.000 tahun cahaya. Itulah sebabnya pita yang diterangi
oleh bintang-bintang Bima Sakti muncul sangat jelas di langit malam hari tanpa polusi cahaya Bulan. Jika menatapnya, maka kita benar-benar melihat permukaan galaksi kita yang tipis.
![]() |
Kredit: Digital Sky LLC |
Gambar ini juga menyediakan gambaran tentang keindahan mengagumkan galaksi Bima Sakti
di langit malam hari. Mosaik yang disusun dari beberapa gambar resolusi tinggi menampilkan 360 derajat galaksi dari sudut pandang kita. Pengambilan gambar dilakukan
di Ft. Davis, Texas untuk pemotretan dari belahan bumi utara dan dari Broken
Hill, New South Wales, Australia, untuk belahan selatan. Perhatikan jalur debu yang mengaburkan pandangan beberapa fitur terluarnya, demikian pula dengan pusat galaksi yang terlihat paling terang, lokasi konsentrasi terpadat bintang yang menyembunyikan lubang hitam supermasif. Gambar ini
menunjukkan bintang dengan magnitudo (skala kecerahan) 11, lebih redup daripada yang bisa diamati dengan mata telanjang. Jika berdiri di bawah
langit malam hari, maka kita akan melihat Bima Sakti dengan sangat jelas saat bintang-bintang membentang melintasi langit menjelang berakhirnya musim panas.
Pita
Bima Sakti akan sulit dilihat kecuali kita berada di bawah langit gelap gulita tanpa polusi cahaya lampu perkotaan. Saat artikel ini ditulis, Bulan sedang pada fase 2/3. Setelah Bulan purnama, fase Bulan akan memudar dan memberikan pemandangan langit indah yang terbebas dari cahaya Bulan.
Jika berada di belahan bumi utara, langit akan terlihat lebih luas dan lebih kaya bintang ke arah rasi Scorpius dan Sagitarius. Rasi bintang ini menuju ke pusat galaksi. Jika berada di belahan bumi selatan, pusat galaksi masih terletak ke arah Sagitarius, tapi lebih dekat di atas kepala kita.
Intinya:
Jika bisa berada di sebuah lokasi yang gelap gulita tanpa polusi cahaya, maka kita akan dengan mudah
melihat pita yang diterangi bintang penghuni galaksi Bima Sakti yang besar
dan datar. Setiap bintang di langit malam hari yang dapat terlihat oleh mata
telanjang berada di dalam Bima Sakti.
Ditulis oleh: Deborah Byrd, earthsky.org
Ditulis oleh: Deborah Byrd, earthsky.org
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar