Para
astronom di seluruh dunia akan mendapatkan akses langsung ke data awal observasi spesifik sains dari Teleskop Antariksa James Webb NASA. Data akan terkumpul dalam waktu lima bulan pertama operasional sains Webb.
Program observasi Webb dipilih dari proposal yang diajukan oleh Space Telescope Science Institute (STScI) mencakup penelitian sistem planet Jupiter, pencarian molekul organik yang terbentuk di sekitar bintang-bintang muda,
menghitung bobot lubang hitam supermasif yang mengintai di inti galaksi dan mencari galaksi-galaksi muda yang terbentuk di sejarah awal alam semesta.
“Saya
merasa senang dengan daftar target sains untuk Webb, termasuk ingin lekas mengetahui hasilnya. Kami ingin dikejutkan dengan apa yang akan kami temukan,”
kata Senior Project Scientist Dr. John C. Mather dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland.
Hasil observasi akan meliputi Director’s
Discretionary Early Release Science (DD-ERS) dan mencakup keseluruhan
target sains Webb, mulai dari planet di tata surya kita sendiri hingga galaksi-galaksi terjauh. Program observasi menyediakan akses langsung ke data Webb bagi komunitas sains, sehingga para ilmuwan memiliki kesempatan untuk
menganalisis data dan merencanakan observasi tindak lanjut.
“Kami
terkesan dengan kualitas proposal yang diterima,” kata Direktur (STScI) Dr. Ken Sembach di Baltimore, Maryland. “Program observasi tak sekadar menghasilkan sains hebat, tapi juga akan menjadi sumber unik
untuk mendemonstrasikan kemampuan investigasi observatorium kepada komunitas sains di seluruh dunia.”
Observasi akan didukung oleh keempat instrumen sains Webb, sehingga
komunitas astronomi dapat mengeksplorasi secara maksimal keampuhan Webb. Durasi minimum operasional sains Webb hanya selama lima tahun, jadi para ilmuwan harus belajar dengan cepat untuk menggunakan kemampuan Webb.
![]() |
Ilustrasi kemampuan sains Webb. Pencitraan dan spektroskopi merupakan pokok misi Webb. Kredit: NASA, ESA, dan A. Feild (STScI) |
“Kami berharap komunitas ilmuwan dapat bekerja seefektif mungkin, karena
itu saya puas bisa mendedikasikan waktu hampir selama 500 jam untuk
observasi DD-ERS,” tambah Sembach.
Salah
satu bidang penelitian Webb yang paling banyak dinanti adalah planet yang mengorbit bintang selain Matahari atau eksoplanet. Saat eksoplanet melintas di depan
bintang induk dari sudut pandang kita, cahaya bintang akan menyaring atmosfer planet dan menyerap
warna cahaya tertentu tergantung komposisi kimiawinya. Webb akan mengukur
penyerapan warna cahaya menggunakan instrumen spektograf inframerah untuk mencari jejak kimia molekul gas di atmosfer. Awalnya para astronom akan mengarahkan
pandangan mereka ke dunia-dunia gas seukuran Jupiter seperti WASP-39b dan
WASP-43b, karena kedua eksoplanet ini adalah sasaran mudah untuk
menerapkan teknik spektroskopi. Hasil penelitian akan memandu strategi observasi planet yang disebut Bumi super yang ukurannya lebih kecil. Bumi super adalah planet terestrial (berbatu) yang lebih besar daripada Bumi, komposisi atmosfer mereka memberikan petunjuk
tentang potensi habitabilitas.
Webb
juga akan mengintip ke alam semesta jauh untuk mempelajari galaksi-galaksi yang cahayanya telah direntangkan ke panjang gelombang inframerah oleh ekspansi ruang. Ranah inframerah ini berada di luar kemampuan deteksi
Teleskop Antariksa Hubble NASA. Gugus galaksi merupakan target ideal, mengingat gaya gravitasi gugus dapat memperbesar dan memperkuat cahaya dari galaksi-galaksi jauh yang berada di belakang gugus. Observasi DD-ERS akan menargetkan wilayah langit yang sebelumnya telah dipelajari oleh program Frontier Fields Hubble, seperti gugus galaksi MACS J0717.5+3745. Data
Webb akan melengkapi data yang telah dikumpulkan Hubble dan memberikan para astronom wawasan
baru terhadap galaksi-galaksi jauh ini.
Karena harus terlindung dari sinar matahari, bidang pandang Webb hanya terbatas pada area langit dan waktu tertentu dalam satu tahun. Akibatnya,
target potensial yang telah disebutkan di atas dapat berubah tergantung tanggal peluncuran.
Lebih
dari 100 proposal untuk observasi DD-ERS telah diajukan pada bulan Agustus
2017. Dari jumlah tersebut, 13 program yang mengajukan durasi operasional Webb selama 460 jam, telah dipilih oleh panel yang terdiri dari para ahli dan
direktur STScI.
Webb merupakan penyempurna sains Hubble dan akan menjadi observatorium antariksa utama dalam waktu satu dekade berikutnya. Webb adalah proyek internasional yang dipimpin oleh NASA beserta
mitra-mitranya, ESA (Badan Antariksa Eropa) dan CSA
(Badan Antariksa Kanada).
Ditulis
oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Lynn Jenner
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar