![]() |
2014 MU69, objek di Sabuk Kuiper yang menjadi target terbang lintas berikutnya misi New Horizons. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI |
Para
ilmuwan sangat berantusias setelah mengetahui target
terbang lintas New Horizons berikutnya, yaitu sebuah objek Sabuk Kuiper yang
terletak jutaan mil dari Pluto, strukturnya mungkin menyerupai kacang atau bahkan dua objek yang saling mengorbit. Karena data terbaru mengisyaratkan 2014 MU69 kemungkinan memiliki pendamping orbital, yaitu sebuah
bulan berukuran kecil.
Itulah
teori terbaru yang digagas oleh tim misi New Horizons NASA, setelah menganalisis data teleskop terhadap objek yang menjadi target terbang lintas pada Tahun
Baru 2019. “Kita belum bisa menentukan wujud tulen MU69
sampai New Horizons melewatinya. Kita baru bisa memahaminya setelah New Horizons tiba di sana,” kata Marc
Buie, anggota tim sains misi New Horizons dari Southwest Research Institute, Boulder, Colorado. Buie telah memaparkan update analisis MU69 saat pertemuan musim gugur American Geophysical Union yang digelar di New Orleans pada hari Senin, 18 Desember 2017. “Meskipun dari jauh, semakin kita menelitinya, semakin
menarik dan menakjubkan dunia mungil ini.”
Data
yang mengarah ke petunjuk karakteristik alami MU69
dikumpulkan selama enam minggu pada bulan Juni dan Juli, ketika tim mengamatinya menggunakan teleskop saat MU69 melintas di depan sebuah bintang. Observasi yang paling berharga
terjadi pada tanggal 17 Juli 2017, ketika lima teleskop yang dikerahkan oleh tim New
Horizons dari Argentina, menangkap bayangan sekilas dalam fenomena yang disebut okultasi dan mengumpulkan informasi penting mengenai ukuran, bentuk dan orbit MU69. Analisis data mengarah ke kemungkinan bahwa MU69 adalah sistem biner yang terdiri dari dua objek yang ukurannya setara.
Prospek keberadaan sebuah bulan yang mengorbit MU69 muncul dari data yang dikumpulkan oleh Stratospheric Observatory for Infrared
Astronomy (SOFIA) NASA selama fenomena okultasi pada tanggal 10 Juli 2017. Observatorium terbang NASA tersebut mendeteksi pergeseran lemah cahaya
bintang. Buie menjelaskan analisis lebih lanjut dari data, termasuk setelah disinkronkan dengan perhitungan orbit MU69 yang disediakan oleh misi Gaia ESA, membuka
kemungkinan bahwa pergeseran lemah yang dideteksi SOFIA adalah sebuah objek lain di sekitar MU69.
“Sistem biner dengan sebuah bulan yang berukuran lebih kecil mungkin dapat menjelaskan pergeseran lemah posisi MU69 yang kami amati selama okultisme,”
tambah Buie. “Semuanya serba spekulatif, tetapi gambaran tentang MU69 telah rampung, sebelum New Horizons
terbang mendekatinya, lebih dari satu tahun dari sekarang.”
Terbang
lintas New Horizons akan menjadi yang terjauh dalam sejarah penjelajahan antariksa. Terletak lebih dari 6,5 miliar kilometer dari Bumi, MU69 adalah sebuah objek purba di Sabuk Kuiper yang ditemukan pada tahun 2014. Panjangnya kurang dari 30
kilometer, atau, jika memang betul sistem biner, diameter mereka antara 15-20 kilometer. Seperti objek lain di Sabuk Kuiper, MU69
menawarkan pemandangan close-up terhadap sisa-sisa proses pembentukan planet
purba dan menyimpan informasi berharga tentang pembentukan wilayah terluar tata surya.
“Penelitian Marc Buie bersama tim kendali New Horizons telah mengungkap bagaimana MU69 jauh lebih kompleks daripada yang kita duga. Tentu saja ia akan memberikan banyak kejutan kepada kita saat terbang lintas Tahun
Baru 2019,” pungkas Alan Stern, Peneliti Utama misi New Horizons sesama ilmuwan dari Southwest Research Institute. "Daya tarik eksplorasi semakin menguat saat kita memiliki lebih banyak informasi tentangnya. Sungguh fantastis!”
Ditulis
oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Bill Keeter
Artikel terkait: Bantu Memberikan Nama untuk Objek Target Terbang Lintas New Horizons
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa
Komentar
Posting Komentar