![]() |
Jika kamu melihat ini, maka semuanya sudah terlambat. Kredit: NASA |
Apakah kamu pernah mendengar sebuah kalimat terkenal yang
diucapkan oleh Sun Tzu, “dekatlah dengan teman-temanmu, tapi lebih dekatlah dengan
musuh-musuhmu?” Saran Sun Tzu harus diabaikan saat kita berbicara
tentang lubang hitam, karena mereka adalah musuh terburuk dan harus tetap berada sejauh mungkin dari kita.
Kita berbicara tentang sebuah wilayah di alam semesta, suatu tempat di mana materi dimampatkan sedemikian padat dan satu-satunya cara untuk meloloskan diri darinya adalah dengan melaju melampaui kecepatan cahaya. Tapi, tidak ada yang bisa melaju secepat cahaya. Jadi tidak ada jalan keluar.
Apabila terlalu dekat dengan lubang hitam, material akan tertarik ke sebuah titik tak terbatas yang disebut singularitas.
Meskipun tidak berada terlalu dekat
dengannya, jangkauan gaya gravitasinya dapat dirasakan hingga tahunan cahaya. Jika salah satu dari mereka mengembara terlalu dekat dengan tata surya kita, maka malapetaka akan melanda seluruh sistem.
Matahari dan seluruh planet akan ditelan habis, atau hancur porak-poranda, atau bahkan melempar keluar seluruh tata surya.
Lubang hitam tidak bisa dilawan. Apa pun yang
mungkin kita coba lakukan, hanya malah membuatnya lebih besar, lebih kuat
dan lebih marah. Satu-satunya harapan terbaik kita adalah menunggu selama
miliaran tahun sampai akhirnya lubang hitam menguap.
Sangat logis kita berupaya melacak semua
lubang hitam di luar sana, untuk berjaga-jaga apabila kita harus segera mengevakuasi seluruh tata surya.
![]() |
Ilustrasi lingkungan kosmik di sekitar lubang hitam supermasif di jantung galaksi aktif NGC 3783. Kredit: ESO/M. Kornmesser |
Lubang Hitam Terdekat
Ada dua jenis lubang hitam di luar sana, lubang
hitam supermasif di jantung hampir setiap galaksi dan lubang hitam bermassa bintang yang
terbentuk saat bintang masif mati setelah memicu ledakan supernova.
Lubang hitam supermasif relatif mudah
diketahui. Ada satu di hampir setiap pusat galaksi tunggal di alam semesta. Lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti terletak sekitar 27.000
tahun cahaya dari Bumi, sedangkan di galaksi Andromeda terletak 2,5 juta tahun cahaya, dan seterusnya.
Lubang hitam supermasif tidak berbahaya bagi kita, karena mereka benar-benar jauh.
Lubang hitam bermassa bintang justru adalah jenis
lubang hitam yang berpotensi mendatangkan masalah bagi kita.
![]() |
Ilustrasi Cygnus X-1, sebuah lubang hitam bermassa bintang di sistem biner. Kredit: NASA/CXC/M Weiss |
Inilah masalah utamanya, lubang hitam tidak
memancarkan radiasi apapun dan benar-benar tak terlihat, jadi tidak ada cara
mudah untuk melihatnya di langit. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah melalui efek yang ditimbulkan oleh gaya gravitasinya terhadap lingkungan kosmik di sekitarnya.
Lubang hitam terdekat yang pernah kita temukan adalah
V616 Monocerotis (V616 Mon). Terletak sekitar 3.000 tahun
cahaya dari Bumi, V616Mon mengandung massa 9-13 kali lipat massa Matahari. Kita
tahu eksistensinya karena kebetulan membentuk sistem biner bersama sebuah bintang pengiring dengan massa sekitar 50% Matahari. Hanya
lubang hitam yang bisa membuat pengiring biner mengitarinya begitu cepat. Memang,
para astronom tidak bisa melihat lubang hitam secara langsung, tapi mereka tahu lubang
hitam ada di sana karena “tarian” gravitasi bintang yang
mengorbitnya.
Lubang hitam terdekat berikutnya adalah
Cygnus X-1, yang terletak sekitar 6.000 tahun cahaya dari Bumi dan mengandung sekitar
15 kali lipat massa Matahari, dan sekali lagi berada di dalam sistem biner.
Lubang hitam terdekat ketiga, juga berada di dalam sistem biner.
Apabila kamu memperhatikan, di sinilah letak
permasalahannya. Fakta bahwa segelintir lubang hitam yang dapat kita temukan berada di dalam sistem biner, karena itulah satu-satunya cara untuk mendeteksinya
tanpa berada terlalu dekat.
Mungkin ada lebih banyak lubang
hitam yang jaraknya lebih dekat daripada yang telah ditemukan oleh para astronom.
Ini semua terdengar mengerikan, mungkin saat ini kamu memandang langit untuk mencari distorsi cahaya dari
lubang hitam yang berada terlalu dekat dengan kita. Tapi fenomena semacam itu sangat
jarang terjadi.
Tata surya kita telah eksis selama lebih dari
4,5 miliar tahun, dengan seluruh planet yang mengorbit tanpa gangguan. Bahkan jika
lubang hitam melintas mendekati tata surya dari jarak beberapa lusin tahun cahaya, maka
akan mengacaukan orbit secara signifikan dan kehidupan mungkin tidak akan ada
di sini untuk mempertimbangkan fakta tersebut.
Kita tidak bertemu dengan lubang hitam dalam kurun
waktu jutaan tahun, dan mungkin juga tidak akan terjadi dalam waktu miliaran
atau triliunan tahun yang akan datang.
Sayangnya, jawaban atas pertanyaan ini adalah
kita tidak tahu. Kita tidak mengetahui apakah lubang hitam terdekat berada beberapa tahun cahaya dari Bumi, atau sebenarnya lubang hitam terdekat
adalah V616 Mon. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Ditulis oleh: Fraser Cain, Universe Today,
phys.org
Sumber:
Where is the closest black hole?
Artikel
terkait: Galaksi Kita Penuh dengan Lubang Hitam ‘Siluman’
Komentar
Posting Komentar