Langsung ke konten utama

Seberapa Besar Galaksi Andromeda?

Para astronom dulu meyakini ukuran galaksi tetangga utama terdekat Andromeda tiga kali lipat lebih besar daripada Bima Sakti.

galaksi-andromeda-dalam-panjang-gelombang-ultraviolet-informasi-astronomi
Citra ultraviolet galaksi Andromeda yang diambil oleh Galaxy Evolution Explorer NASA.
NASA/JPL-Caltech

Bima Sakti dan Andromeda adalah galaksi spiral raksasa yang mendominasi alam semesta lokal. Empat miliar tahun yang akan datang, Bima Sakti dan Andromeda akan bertabrakan dalam “pertandingan sumo” gravitasi, yang pada akhirnya mengikat mereka berdua untuk selamanya.

Karena dulu ukuran Andromeda diyakini tiga kali lipat lebih besar daripada Bima Sakti, para astronom memprediksi galaksi kita akan dengan mudah dikuasai dan diserap olehnya. Tapi penelitian terbaru mengungkap bahwa kita terlalu melebih-lebihkan ukuran Andromeda.

Dalam makalah studi yang dipublikasikan hari ini di Monthly Notice of Royal Astronomical Society, satu tim astronom dari Australia menyimpulkan Andromeda bukanlah galaksi kelas berat seperti yang pernah kita duga sebelumnya. Tim menemukan ukuran Andromeda yang ternyata setara dengan Bima Sakti, sekitar 800 miliar kali massa Matahari.

Untuk menentukan ukuran Andromeda, tim menerapkan teknik untuk menghitung kecepatan yang dibutuhkan bagi bintang untuk melepaskan diri dari gaya gravitasi galaksi induk, yang disebut escape velocity.

“Saat diluncurkan ke luar angkasa, roket dilontarkan dengan kecepatan 11 kilometer per detik untuk mengatasi gaya gravitasi Bumi,” kata astrofisikawan Prajwal Kafle dari University of Western Australia. “Bima Sakti sekitar satu triliun kali lipat lebih berat daripada planet mungil Bumi kita. Jadi untuk melepaskan diri dari gaya gravitasi Bima Sakti, kita harus meluncur dengan kecepatan 550 kilometer per detik. Kami menggunakan teknik escape velocity untuk menentukan massa galaksi Andromeda.”

Bobot galaksi dapat ditentukan berdasarkan analisis kecepatan lepas objek di dalamnya. Pada tahun 2014, Kafle menerapkan teknik serupa untuk merevisi massa Bima Sakti, dan mengungkap bahwa galaksi kita memiliki materi gelap (materi misterius yang memiliki gravitasi namun tidak berinteraksi dengan cahaya) yang jauh lebih sedikit daripada perkiraan sebelumnya.


Dalam waktu 4-5 miliar tahun yang akan datang, Bima Sakti akan bergabung dengan Andromeda. Meskipun saat ini galaksi kita tidak lagi terlibat dalam fenomena penggabungan dengan galaksi lain skala besar, para astronom telah mengamati banyak sisa-sisa penggabungan dalam skala kecil.
Kredit video: NASA/ESA/F. Summers/G. Besla/R. van der Marel

Sama seperti studi tahun 2014 yang menghitung bobot Bima Sakti, makalah studi terbaru menganggap jumlah materi gelap di Andromeda terlalu dilebih-lebihkan. “Melalui penelitian orbit bintang-bintang yang melaju sangat cepat, kami menyimpulkan jumlah materi gelap Andromeda ternyata jauh lebih sedikit,” Kafle menjelaskan, “Jumlah yang sebenarnya hanya sepertiga dari pengamatan-pengamatan sebelumnya.”

Meskipun revisi massa Andromeda tampak menguntungkan Bima Sakti, tim mengatakan simulasi terbaru setelah revisi tetap dibutuhkan untuk memprediksi saat keduanya bertemu. Entah apa yang akan terjadi empat miliar tahun berikutnya, Kafle mengatakan temuan studi terbaru “benar-benar mengubah pemahaman kita tentang Grup Lokal.”

Setidaknya untuk saat ini kita dapat merasa lega, setelah mengetahui bahwa Bima Sakti bukanlah kuda hitam seperti yang selama ini kita duga, melainkan lawan yang sebanding bagi Andromeda.

Ditulis oleh: Jake Parks, astronomy.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...