![]() |
Pemandangan planet Mars yang diolah dari galeri gambar harian global MOC. Kredits: NASA/JPL/Malin Space Science Systems |
Sebuah
makalah ilmiah terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science minggu ini, melaporkan penemuan deposit air cair di bawah lapisan es kutub selatan Mars.
Penemuan dihasilkan melalui analisis data yang dikumpulkan oleh instrumen radar MARSIS (Mars Advanced Radar for Subsurface and
Ionosphere Sounding) di pesawat antariksa European Mars Express. Badan
Antariksa Italia (ASI) memimpin pengembangan radar MARSIS, sementara NASA
menyediakan separuh komponen instrumen, di bawah manajemen U.S. portion yang dipimpin oleh Laboratorium
Propulsi Jet (JPL) NASA di Pasadena, California.
Makalah studi yang ditulis oleh tim MARSIS Italia,
menguraikan bagaimana sebuah “bintik terang” terdeteksi dalam sinyal radar sekitar
1,5 kilometer di bawah permukaan tudung es Planum Australe. Refleksi
radar yang begitu kuat ditafsirkan oleh tim sebagai kandungan air cair, salah satu unsur terpenting yang dibutuhkan kehidupan.
“Bintik
terang yang terlihat dalam data MARSIS adalah fitur yang tidak biasa dan sangat
menarik,” ungkap Kepala Ilmuwan NASA Jim Green. “Penemuan ini akan menjamin studi tindak lanjut, karena serangkaian bukti tambahan harus kita kejar untuk
menguji interpretasi.”
“Kami ingin menggunakan instrumen lain untuk meninjaunya suatu hari nanti,” tambah Green.
Salah
satu instrumen yang menindaklanjuti studi akan ditempatkan di Mars akhir tahun ini.
Pendarat InSight NASA mencakup sebuah probe pendeteksi panas, yang akan dibenamkan 5 meter di bawah
permukaan Mars. Probe yang dikembangkan oleh Pusat Kedirgantaraan Jerman (DLR) akan menyediakan data penting untuk mengungkap seberapa banyak panas yang terlepas dari Mars
dan di mana deposit air cair bersembunyi di dekat permukaan.
“Follow the water” telah menjadi salah
satu tujuan utama program misi Mars yang digelar NASA. Deposit air mendorong
eksplorasi NASA ke wilayah terluar tata surya, di mana dunia-dunia lautan seperti Europa dan Enceladus berpotensi menopang kehidupan organisme bersel tunggal. Bahkan protoplanet seperti Ceres
dapat menjelaskan bagaimana air disimpan di dalam reservoir berbatu yang melintasi tata surya.
Ditulis
oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Tony Greicius
Komentar
Posting Komentar