Langsung ke konten utama

Lubang Hitam Menghisap Materi hingga Sepertiga Kecepatan Cahaya

Lubang hitam dapat menghisap segala sesuatu yang berada terlalu dekat dengannya, hingga mencapai sepertiga kecepatan cahaya, menurut penelitian terbaru.

Tim peneliti dari Universitas Leicester mengamati objek dengan masa setara Bumi yang jatuh ke lubang hitam. Dipublikasikan di Monthly Notice of Royal Astronomical Society pada tanggal 3 September 2018, makalah ilmiah yang ditulis oleh tim melaporkan penemuan sebuah objek yang secara langsung jatuh ke lubang hitam dengan kecepatan sangat tinggi untuk pertama kalinya.

“Kami mengamati bagaimana fenomena berlangsung, jadi kami mempercayainya, bahkan kami mampu menghitung jumlah massa yang jatuh,” ungkap penulis utama makalah ilmiah Profesor Ken Pounds dari Universitas Leicester kepada Newsweek. “Massa objek itu setara dengan Bumi dan jatuh ke lubang hitam dalam waktu sekitar satu hari.”

Para peneliti menggunakan Observatorium Sinar-X XMM-Newton ESA (Badan Antariksa Eropa) untuk mengamati dan mendeteksi sebuah lubang hitam supermasif dengan massa 40 juta kali lipat Matahari. Hampir setiap galaksi memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat, termasuk galaksi Bima Sakti kita. Lubang hitam yang dipelajari oleh tim bersemayam di pusat galaksi PG211+143 yang terletak sekitar satu miliar tahun cahaya dari Bumi.

Biasanya, molekul gas yang dihisap oleh lubang hitam akan mengorbit dan jatuh perlahan. Molekul gas membentuk struktur spiral saat memasuki lubang hitam, dipanaskan saat terakselerasi dan menghasilkan pijar cahaya. Inilah cara yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mendeteksi material yang jatuh ke lubang hitam.

“Ketika mendekati lubang hitam, material akan memanas dan mencapai suhu yang menghasilkan emisi sinar-X,” Pounds menambahkan. Dan suhu material yang mereka amati sangat panas. “Suhu material mencapai sekitar 10-20 juta derajat dan memancarkan radiasi sinar-X, jadi pengamatan harus dilakukan menggunakan observatorium sinar-X.”

lubang-hitam-menghisap-materi-hingga-mencapai-sepertiga-kecepatan-cahaya-informasi-astronomi
Ilustrasi sebuah lubang hitam supermasif. Lubang hitam yang dipelajari oleh tim astronom terletak sekitar 1 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Pusat Penerbangan Antariksa Goddard/NASA

Hasil studi mengindikasikan kekacauan akresi, proses yang memungkinkan material untuk memasuki lubang hitam secara langsung, juga dapat terjadi di lubang hitam lainnya. Seiring waktu, kekacauan akresi dapat memperlambat rotasi lubang hitam, memicu lubang hitam untuk menyerap lebih banyak material dan tumbuh lebih cepat. Lubang hitam di alam semesta awal tumbuh sangat cepat, dan penelitian ini telah menunjukkan bagaimana lubang hitam tumbuh dengan sangat cepat.

Pounds berharap penemuan mereka dapat menginspirasi para astronom untuk menghasilkan penemuan serupa di seluruh kosmos. “Saya rasa hal paling menarik adalah kapan seseorang menemukan sampel serupa?” pungkasnya. “Saya yakin beberapa tahun ke depan, penemuan serupa akan terjadi dan secara bertahap menjadi penemuan yang kerap terjadi.”

Ditulis oleh: Abbey Interrante, www.newsweek.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...