Lebih
dari 50 planet baru di luar tata surya kita (eksoplanet) telah ditemukan. Salah satunya adalah Bumi super berpotensi layak huni yang ditemukan oleh teleskop pemburu eksoplanet Observatorium Eropa Selatan (ESO).
Penemuan
eksoplanet dalam jumlah yang lumayan banyak ini meliputi 16 planet tipe Bumi super, planet terestrial (berbatu) yang lebih masif daripada
planet kita. Secara khusus, Bumi super HD 85512 b telah
menarik perhatian para astronom karena mengorbit bintang induk dari tepi zona layak huni, mengindikasikan lingkungan yang berpotensi menopang kehidupan.
Mereka dideteksi oleh instrumen spektograf HARPS
(High Accuracy Radial velocity Planet
Searcher) yang diinstal di teleskop ESO berdiameter 3,6 meter di
Observatorium La Silla, Chili.
“Panen
penemuan eksoplanet oleh HARPS telah melampaui segala ekspetasi, termasuk
populasi planet tipe Bumi super dan Neptunus mini yang menginduk bintang mirip Matahari kita,” tutur Kepala Tim HARPS Michel Major dari Universitas
Jenewa di Swiss dalam sebuah pernyataan. “Bahkan hasil terbaru
menunjukkan akselerasi peningkatan laju penemuan.”
![]() |
Ilustrasi HD 85512b saat mengorbit bintang mirip Matahari, HD 85512. Kredit: ESO/M. Kornmesser |
Dengan massa sekitar 3,6 kali lebih masif daripada Bumi, HD 85512 b terletak sekitar 35 tahun cahaya di rasi selatan Velas, relatif dekat dalam skala astronomi.
“Inilah planet dengan massa terendah yang mengorbit dari zona layak huni yang ditemukan menggunakan metode kecepatan radial, sekaligus planet dengan massa terendah kedua yang ditemukan HARPS di zona layak huni,” ungkap ilmuwan Lisa
Kaltenegger dari Institut Astronomi
Max Planck di Jerman dan Pusat Astrofisika Harvard Smithsonian di Boston.
Analisis tindak lanjut terhadap HD 85512 b dan eksoplanet lainnya yang baru saja ditemukan, diharapkan dapat menentukan potensi air di permukaan planet.
“Saya rasa kita sedang berada di momen yang sangat menarik,” Kaltenegger
menambahkan. “Kita tak sekadar menemukan benua-benua baru, namun kita menemukan dunia-dunia yang benar-benar baru.
HARPS dirancang untuk mendeteksi sinyal lemah menggunakan kecepatan radial saat sebuah planet seukuran Bumi yang mengorbit dari jarak relatif dekat menyebabkan goyangan pada bintang induk.
Para
astronom menggunakan HARPS untuk mengamati 376 bintang seperti Matahari. Dengan
mempelajari karakteristik seluruh eksoplanet yang ditemukan HARPS, para peneliti menyimpulkan sekitar 40% bintang mirip Matahari
adalah induk bagi setidaknya satu planet dengan massa kurang masif jika dibandingkan dengan raksasa gas Saturnus.
Dengan
kata lain, sekitar 40% bintang mirip Matahari setidaknya diorbit oleh satu
planet bermassa rendah. Di sisi lain, mayoritas eksoplanet dengan massa setara Neptunus tampaknya berada dalam sistem multi planet, kata para peneliti.
Menurut para ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA di Pasadena California, berdasarkan arsip data Teleskop Antariksa Kepler, para astronom telah mengkonfirmasi eksistensi 564 eksoplanet, sementara sekitar 1.200 kandidat eksoplanet masih menunggu konfirmasi.
Ditulis
oleh: Denise Chow, Staf Penulis di www.space.com
Komentar
Posting Komentar