Langsung ke konten utama

HD 85512b, Eksoplanet Bumi Super yang Berpotensi Layak Huni

eksoplanet-bumi-super-hd-85512b-informasi-astronomi
Ilustrasi eksoplanet HD 85512b yang mengorbit bintang mirip Matahari, HD 85512, di rasi selatan Vela (Layar) dan terletak 35 tahun cahaya dari Bumi. HD 85512b mungkin memiliki massa sekitar 3,6 kali Bumi dan mengorbit dari zona layak huni.
Kredit: ESO/M. Kornmesser

Lebih dari 50 planet baru di luar tata surya kita (eksoplanet) telah ditemukan. Salah satunya adalah Bumi super berpotensi layak huni yang ditemukan oleh teleskop pemburu eksoplanet Observatorium Eropa Selatan (ESO).

Penemuan eksoplanet dalam jumlah yang lumayan banyak ini meliputi 16 planet tipe Bumi super, planet terestrial (berbatu) yang lebih masif daripada planet kita. Secara khusus, Bumi super HD 85512 b telah menarik perhatian para astronom karena mengorbit bintang induk dari tepi zona layak huni, mengindikasikan lingkungan yang berpotensi menopang kehidupan.

Mereka dideteksi oleh instrumen spektograf HARPS (High Accuracy Radial velocity Planet Searcher) yang diinstal di teleskop ESO berdiameter 3,6 meter di Observatorium La Silla, Chili.

“Panen penemuan eksoplanet oleh HARPS telah melampaui segala ekspetasi, termasuk populasi planet tipe Bumi super dan Neptunus mini yang menginduk bintang mirip Matahari kita,” tutur Kepala Tim HARPS Michel Major dari Universitas Jenewa di Swiss dalam sebuah pernyataan. “Bahkan hasil terbaru menunjukkan akselerasi peningkatan laju penemuan.”

eksoplanet-hd-85512b-berpotensi-layak-huni-informasi-astronomi
Ilustrasi HD 85512b saat mengorbit bintang mirip Matahari, HD 85512.
Kredit: ESO/M. Kornmesser

Dengan massa sekitar 3,6 kali lebih masif daripada Bumi, HD 85512 b terletak sekitar 35 tahun cahaya di rasi selatan Velas, relatif dekat dalam skala astronomi.

“Inilah planet dengan massa terendah yang mengorbit dari zona layak huni yang ditemukan menggunakan metode kecepatan radial, sekaligus planet dengan massa terendah kedua yang ditemukan HARPS di zona layak huni,” ungkap ilmuwan Lisa Kaltenegger dari Institut Astronomi Max Planck di Jerman dan Pusat Astrofisika Harvard Smithsonian di Boston.

Analisis tindak lanjut terhadap HD 85512 b dan eksoplanet lainnya yang baru saja ditemukan, diharapkan dapat menentukan potensi air di permukaan planet.

“Saya rasa kita sedang berada di momen yang sangat menarik,” Kaltenegger menambahkan. “Kita tak sekadar menemukan benua-benua baru, namun kita menemukan dunia-dunia yang benar-benar baru.

HARPS dirancang untuk mendeteksi sinyal lemah menggunakan kecepatan radial saat sebuah planet seukuran Bumi yang mengorbit dari jarak relatif dekat menyebabkan goyangan pada bintang induk.

Para astronom menggunakan HARPS untuk mengamati 376 bintang seperti Matahari. Dengan mempelajari karakteristik seluruh eksoplanet yang ditemukan HARPS, para peneliti menyimpulkan sekitar 40% bintang mirip Matahari adalah induk bagi setidaknya satu planet dengan massa kurang masif jika dibandingkan dengan raksasa gas Saturnus.

Dengan kata lain, sekitar 40% bintang mirip Matahari setidaknya diorbit oleh satu planet bermassa rendah. Di sisi lain, mayoritas eksoplanet dengan massa setara Neptunus tampaknya berada dalam sistem multi planet, kata para peneliti.

Menurut para ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA di Pasadena California, berdasarkan arsip data Teleskop Antariksa Kepler, para astronom telah mengkonfirmasi eksistensi 564 eksoplanet, sementara sekitar 1.200 kandidat eksoplanet masih menunggu konfirmasi.

Ditulis oleh: Denise Chow, Staf Penulis di www.space.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...