Langsung ke konten utama

Kepler-1647b, Planet Sirkumbiner Terbesar yang Mengorbit Dua Bintang Sekaligus

Kepler-1647b-planet-sirkumbiner-terbesar-yang-mengorbit-dua-bintang-sekaligus-informasi-astronomi
Perbandingan ukuran dari beberapa planet sirkumbiner yang ditemukan Kepler. Kepler-1647b secara substansial lebih besar daripada planet-planet sirkumbiner yang pernah ditemukan.
Kredit gambar: Lynette Cook

Jika melayangkan pandangan ke arah rasi Cygnus, kita akan menemukan planet terbesar yang mengorbit dua bintang sekaligus. Meskipun terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang, satu tim ilmuwan dipimpin oleh para astronom dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt Maryland dan Universitas Negeri San Diego (SDSU) di California, telah menggunakan Teleskop Antariksa Kepler NASA untuk mengidentifikasi planet baru yang diberi kode Kepler-1647b.

Penemuan planet sirkumbiner terbesar yang pernah ditemukan oleh umat manusia itu diumumkan saat pertemuan American Astronomical Society yang digelar di San Diego. Makalah ilmiah yang merinci penemuan telah diterima untuk dipublikasikan di Astrophysical Journal. Rekan postdoctoral Goddard NASA Veselin Kostov adalah penulis utama makalah ilmiah.

Kepler-1647b-planet-sirkumbiner-terbesar-informasi-astronomi
Ilustrasi fenomena gerhana bintang simultan dan transit planet di depan sistem biner (ganda) Kepler-1647.
Kredit gambar: Lynette Cook

Seumuran Matahari, sepasang bintang Kepler-1647 berusia sekitar 4,4 miliar tahun. Terletak sekitar 3.700 tahun cahaya dari Bumi, sistem biner ini bahkan seukuran Matahari, meskipun satu bintang lainnya sedikit lebih besar. Sedangkan planet Kepler-1647b memiliki massa dan jari-jari yang hampir identik dengan Jupiter, menobatkannya sebagai planet sirkumbiner transit terbesar yang pernah ditemukan.

Selain disebut sirkumbiner, planet yang mengorbit dua bintang sekaligus juga kadang-kadang dijuluki “Tatooine”, nama planet asal Luke Skywalker di film Star Wars. Dengan menggunakan data Kepler, para astronom mendeteksi penurunan lemah skala kecerahan cahaya yang mengisyaratkan kehadiran sebuah planet saat transit atau melintas di depan bintang induk induk dan menghalangi sebagian kecil cahaya bintang.

“Menemukan planet sirkumbiner jauh lebih sulit daripada menemukan planet yang mengorbit bintang tunggal,” ungkap rekan penulis makalah ilmiah astronom William Welsh dari SDSU. “Periode dan penempatan transit tidak berlangsung secara teratur dan dapat bervariasi dalam durasi.”

“Butuh waktu cukup lama untuk menemukan planet sirkumbiner terbesar, karena seharusnya lebih mudah untuk menemukan planet berukuran lebih besar,” tambah rekan penulis makalah ilmiah sesama astronom SDSU Jerome Orosz. “Semua itu karena periode orbitnya sangat lama.”

Kepler-1647b-planet-sirkumbiner-terbesar-informasi-astronomi
Perbandingan lintasan orbit planet-planet sirkumbiner Kepler. Lintasan orbit Kepler-1647b yang ditampilkan dalam warna merah jauh lebih besar daripada planet-planet lainnya (ditunjukkan dalam warna abu-abu). Sebagai perbandingan, orbit Bumi ditunjukkan dalam warna biru.
Kredit gambar: B. Quarles

Kepler-1647b membutuhkan waktu 1.107 hari untuk mengorbit kedua bintang induk, periode terpanjang orbit eksoplanet yang pernah ditemukan. Posisinya yang sangat jauh dari bintang induk sekaligus menobatkan Kepler-1647b sebagai planet sirkumbiner terjauh dari bintang induk dan mematahkan kecenderungan bahwa lintasan orbit planet sirkumbiner seharusnya sangat dekat dari bintang induk. Menariknya, lintasan orbit yang jauh justru menempatkan Kepler-1647b di zona layak huni, kisaran jarak orbit ideal yang berpotensi menopang air cair di permukaan planet.

Tetapi Kepler-1647b adalah planet raksasa gas mirip Jupiter, sehingga dianggap mustahil menampung kehidupan. Namun jika Kepler-1647b memiliki sistem bulan berukuran besar, mereka berpotensi ramah terhadap kehidupan.

“Selain habitabilitas, Kepler-1647b juga mengindikasikan puncak gunung es dari prediksi populasi planet berukuran besar dengan durasi periode orbit panjang,” kata Welsh.

Setelah sebuah planet ditemukan, para peneliti akan menindaklanjutinya dengan program komputer untuk mengkonfirmasi eksistensinya, proses yang cukup melelahkan.

Rekan penulis makalah ilmiah astronom Laurance Doyle dari SETI Institute mengamati transit Kepler-1647b pada tahun 2011. Dibutuhkan rangkaian data dan beberapa tahun analisis untuk mengkonfirmasi sinyal transit benar-benar disebabkan oleh planet sirkumbiner.

Follow-Up Network, jaringan astronom amatir di Kilodegree Extremely Little Telescope, menyediakan observsi tambahan yang membantu para peneliti untuk memperkirakan massa planet.

Ditulis oleh: Staf exoplanet.nasa.gov



#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...