![]() |
Kredit gambar: ESA/Hubble & NASA |
Teleskop Antariksa Hubble NASA/ESA biasanya cukup mumpuni dalam mengabadikan objek
astronomi. Tetapi untuk mengambil gambar ini, Hubble harus meminta bantuan dari
fenomena kosmik menarik yang disebut pelensaan gravitasi.
Efek
ini hanya bisa diterapkan ketika gaya gravitasi dari objek kolosal dan masif, seperti
sebuah gugus galaksi dalam gambar ini yang mampu melengkungkan ruang di sekelilingnya.
Gaya gravitasi gugus galaksi menyebabkan cahaya yang melintas di dekatnya terdistorsi dan secara
efektif berubah menjadi kaca pembesar alami raksasa yang menekuk dan memperkuat
cahaya yang bersumber dari galaksi latar belakang.
Dalam
kasus ini, para astronom menggunakan gugus galaksi di latar depan (SDSSJ0915+3826)
untuk mempelajari pembentukan bintang di galaksi-galaksi yang terletak sangat
jauh, cahaya mereka bahkan telah menempuh perjalanan sejauh 11,5 miliar
tahun untuk mencapai Bumi.
Galaksi-galaksi
jauh terbentuk pada tahap sangat awal dalam sejarah kosmos,
memberikan para astronom pandangan sekilas ke awal alam semesta. Untungnya efek pelensaan gravitasi dari SDSSJ0915+3826 memungkinkan para
astronom untuk menentukan ukuran, skala kecerahan, laju pembentukan dan populasi bintang di dalamnya. Sebuah prestasi yang luar biasa!
Ditulis
oleh: ESA (Badan Antariksa Eropa), www.nasa.gov, editor: Karl Hille
Sumber:
Hubble Gets a Celestial Boost
Komentar
Posting Komentar